-->
Bandung Walk, Asian African Conference Commemoration 2015.

Bandung Walk, Asian African Conference Commemoration 2015.

Saat sampai di jalan Merdeka, riuh sorak anak- anak.
Assalammualaikum, Teman- teman.
Masih dari Bandung, berita hangat keriuhan Peringatan 60 tahun Konperensi Asia Afrika 2015 atau disebut juga Asian African Conference Commemoration Indonesia 2015.

Ada banyak rangkaian acara (Side Events) kegiatan ini selain agenda utama yang diselenggarakan di Ibu kota negara Indonesia ini. Kota Bandung sendiri tak ketinggalan, sebagai Ibu kota negara- negara Asia Afrika, ada banyak kegiatan diselenggarakan di kota bersejarah ini.

Kemarin (Jum'at, 24 April 2015), adalah hari puncak kegiatan KAA tahun ini.
Dilaksanakan di Bandung dengan agenda pembacaan deklarasi hasil konperensi dan napak tilas Bandung walk dari hotel Savoy Homann menuju gedung Merdeka.

Napak tilas ini diikuti oleh kepala negara Asia- Afrika dan untuk itu para petinggi ini dijadwalkan akan tiba di kota Bandung pagi hari dan melalui jalur darat maupun udara. Masyarakat disilakan untuk menyambut kedatangan mereka.

Salah satu teman saya yang merupakan relawan rangkaian acara peringatan KAA ini, yakni relawan BURMA dari pemkot Bandung mengajak saya untuk ikut menyambut kedatangan para tamu negara ini di ruas jalan sesuai rute yang diinfokan. Salah satunya jalan Merdeka. Namun, karena beberapa alasan, kami tidak bisa bertemu sesuai janji waktu yang ditentukan. 

Di sana, saya bergabung dengan teman saya, Bomans, Fauzi, dkk.
Kami bersama- sama mengikuti rangkaian penyambutan alias dadah- dadahan kepada tamu- tamu yang melintasi ruas jalan ini Seru sekali bergabung dengan anak- anak sekolah serta para guru mereka; terkenang dulu pun demikian saya lakukan.

Kakak- kakak yang jaga saya hari ini. Dapat saudara baru, satu keluarga, satu Indonesia

Keluarga dari Indonesia bagian Timur, Flores^^


Dalam beberapa kesempatan kami berbincang dengan bapak TNI yang bertugas mengamankan rute perlintasan para tamu. Salah satu kakakku dari Flores ini  nampak berbincang akrab dengan salah satu bapak TNI, menceritakan pengalaman bapak tersebut yang pernah dinas di perbatasan negara.

Sementara, Bomans asyik dengan kameranya membidik kesana- kemari, walhasil kami menjadi model tetapnya hari ini (...hari kemarin dan juga hari besok lagi.. hahhha). Saya juga berbincang tentang banyak hal dengan teman lainnya. Pada kesempatan ini, sembari menunggu tamu lainnya melintas, saya bercakap dengan Bang Edo dan juga Bomans yang telah selesai membidik objeknya.

Topik kami adalah tentang ruang publik. Saya berbagi tentang opini tamu luar dari Uzbekistan yang sempat saya temui pada saat konperensi pemuda asia afrika beberapa hari sebelumnya. Kami sepakat tentang pentingnya menjaga kenyamanan ruang publik di Indonesia.
Bersama adik- adik SMP kota Bandung.

Lalu kami beralih melihat anak- anak sekolah yang memegang bendera nasional bangsa. Komentar tentang rasa nasionalisme, tentang rasa cinta tanah air serta berbagi pengalaman  Bang Edo yang menceritakan bahwa pada saat tugas pengabdian masyarakat- nya dahulu, banyak anak sekolah tak hapal lagu- lagu daerah. Dan kami sepakat tentang pentingnya hal itu, tentang muatan lokal yang harus dijaga dan dikenalkan pada anak- anak untuk memupuk rasa cinta tanah airnya. Tentang penghormatan pada bendera layaknya masa kecil kami dulu, namun bukan berarti mengagungkannya melainkan menghormati perjuangan mendapatkan kebebasan mengibarkannya di tanah merdeka seperti sekarang ini.

Terima kasih, bapak TNI telah menjaga keamanan Indonesia

Kepala negara Viet Nam
Tak lama kemudian beberapa kepala negara melintas, salah satunya dari negara Viet Nam.
Seperti menjadi duta negara, saya senang sekali melambaikan tangan, merekahkan senyum pada mereka yang di dalam kuda besi itu. Menunjukkan bangganya saya menjadi warga negara Indonesia ini.
Edisi dadah- dadahan di pinggir jalan. Seru! ^^

Tak lama kemudian, bapak Presiden Republik Indonesia dengan kuda besinya bernomor kendaraan RI 1 melintas, diiringi pasukan pengamanan dan beberapa bus delegasi mengekor di belakangnya.
Kami berenam, melongok dari bahu jalan dan melambaikan tangan serta bendera. Saya mendapat bendera itu pada saat melintas di depan salah satu guru kordinator di sana. Saya bertanya apa mungkin saya boleh memiliki salah satu bendera, dan pak guru itu memberi saya sebuah bendera nasional bangsa Indonesia. Senang sekali saya melambai- lambaikan bendera plastik itu kala tetamu melintas di depan kami.

Pak Presiden Indonesia dan iringan satuan pengamanannya
Sarapan? Hayoo lah kita ngopi- ngopi dulu. Padahal aku minum Energen doang LOL

Setelah hampir semua telah melintas (dari info bapak TNI yang bertugas), kami duduk- duduk di pinggir jalan dan minum kopi bersama. Info yang kami dapat adalah jalanan ditutup, sementara Fauzi harus pergi sholat Jum'at. Akhirnya kami menuju jalan Braga melalui taman Balai Kota Bandung. Di perjalanan menuju taman itu, kami berpose satu- persatu dengan atribut yang ada di sepanjang jalan Merdeka itu^^ Inilah kami...






Kiri ke kanan: Edo, Dedi, Fauzi, Bomans, Pian.
Di taman balai kota ini, kami mendapat teman baru. Bang Tony dari Riau, yang merupakan relawan BURMA dalam rangkaian acara peringatan KAA ini. Bang Tony bilang mau ada agenda kumpul sore ini, itulah sebabnya ia ada di Bandung. Kedua teman kami lainnya berasal dari luar negeri. Yang paling kanan pada poto di bawah ini, berasal dari Brazil, namanya adalah Gustavo. Dia cakap berbahasa Indonesia, sudah 3 bulan kuliah di UGM sebagai mahasiswa pertukaran di jurusan HI. Yang di depan ini, berbaju biru muda berasal dari Chili, namanya Gonzalo. Gonzalo menggunakan bahasa Inggris untuk becakap- cakap. Ada beberapa kata dalam bahasa Indonesia yang ia pahami, namun ia lebih leluasa berbahasa Inggris.


Kiri ke kanan: Tony, Edo, Dedi, Pian, aku, Fauzi, Gustavoz, Gonzalo (depan)

Bomans bercakap dengan Gustavo, dan Gonzalo bercakap dengan fauzi, Pian, Bang dedi, Bang Edo, Bang Tony dan aku. Gonzalo menceritakan betapa senangnya ia mengikuti acara pemecahan rekor dunia; 20.000 orang bermain angklung. Dia salah satu peserta pemain angklung tersebut. Ia menceritakan betapa kagumnya ia dengan budaya Indonesia, dan dia terpana dengan jumlah populasi penduduk Indonesia. Katanya, bahkan para peserta pemain angklung kemarin itu sudah hampir 7x lipat populasi Chili yang hanya 3000 jiwa.

Gonzalo tertarik menanyakan bahasa lokal kami, tentu saja kami berenam memiliki bahasa lokal yang sama sekali berbeda satu sama lain. Walaupun ku katakan tadi bahwa Bomans, Edo, Pian, dan Dedi sama- sama berasal dari Flores, tapi bahasanya berbeda. Edo, Pian dan Dedi tinggal di satu kabupaten yang sama, namun bahasa lokal mereka berbeda jua. Gonzalo terkesima, mengagumi bahwa kami semua mampu berbahasa Indonesia dan mengerti satu sama lain. Dari banyaknya bahasa lokal, bahasa Indonesia menjadi alat pemersatu kami dari tiap bagian Indonesia lainnya.

Mendengarkan Gonzalo, warga negara Chili, yang belajar filsafat dan hubungan internasional mengagumi kami yang berbicara menggunakan bahasa Indonesia kepada satu sama lain dan mengerti serta dapat mengkomunikasikannya dengan baik sebagai alat pemersatu, membuat saya tersentak. Betapa hal kecil yang mungkin dianggap remeh bagi WNI kebanyakan ini adalah salah satu alat pemupuk rasa nasionalisme disamping elemen muatan lokal yang kami bicarakan sebelumnya tadi-- sebelum bertemu dengan mereka berdua ini tadi.

Lalu, masih dengan semangatnya Gonzalo menyatakan kekagumannya pada dasar negara Indonesia, Pancasila. Betapa sila pertama, bijak menyatukan perbedaan, menyatakan keesaan tuhan tanpa mengadili milik siapapun. Indonesia negara yang damai dengan segala perbedaan di dalamnya. Dan ia, Gonzalo, warga asing mengagumi betapa solidnya kita.

Bemo berbahan bakar gas

Dalam hati aku tersanjung, sedikit terharu atas kejujurannya menyampaikan pendapatnya, namun terhenyak di saat yang sama.

Betapa tidak, masih ada banyak orang yang hidup dalam kotak mereka masing- masing dan itu semakin terasa. Lalu terbersit pertanyaan dan doa dalam hati;

"Apakah ini teguran untuk kami masyarakat yang mulai mengotak- kotakkan diri?"

"Semoga tak semua fokus pada perbedaan yang ada melainkan fokus pada alat yang ada agar dapat melihat sesuatu di luar kotak masing- masing layaknya pandangan Gonzalo ini."

Terakhir Gonzalo berkata bahwa kami beruntung dan patut bangga menjadi bangsa Indonesia.

Tentu saja!!!
Tentu saja kami bangga, jauh sebelum kita berkenalan tadi, betapa kami bangga sebagai WNI walau dengan kekurangan kami.

Tapi, saya pribadi, mendengarnya bercakap demikian, menjadi semakin bangga.

Saaaangat bangga!

Dia juga katakan bahwa momentum peringatan ini, kita mengingat sejarah, mengingat bagaimana kita bisa melewati kendala dengan bersatu-- bersama.

Oh, Teman.
Terima kasih pada tuhan kita dipertemukan.
Tentu Allah punya agen terbaik dalam kehidupan ini.

Lihat, belajar banyak sekali hari ini dari kegiatan dadah- dadahan  LOL

Mendapat teman, keluarga baru-- Mendapat pembelajaran baru. Alhamdulillah.

Photographer as always XD Potonya jarang muncul, karena kerjanya motoin orang ahhaha

Ma bro yang pake kacamata ini berbakat jadi photo model nampaknya^^


Akhirnya, setelah bercakap- cakap dan mendekati waktunya Fauzi berangkat ke Masjid terdekat untuk jum'atan. Kami berpisah dengan Gonzalo dan Gustavo.

Setelah Fauzi sholat Jum'at, kami makan siang bersama dan sepanjang jalan pulang, photographer berkarya hahhaa...

Inilah hasilnya^^

*walau tak menyaksikan historical walk secara langsung, saya merasakan sejarahnya

Terima kasih sudah membaca.
Semoga menginspirasi.
Last pose, mari pulaaang!

Read more »
To work or not to work is totally yours!

To work or not to work is totally yours!

"Who am I? I am [not] Spiderman."

Well, teman- teman tentu tahu kalimat itu adalah potongan dialog dalam salah satu film Box Office.
Kenapa tiba- tiba ngomongin Spiderman??? karena saya akan menceritakan tentang who I am.

Ini bermula dari ketika saya tamat Madrasah Aliyah. Layaknya para lulusan baru tingkat sekolah menengah, kami mendaftarkan diri untuk SPMBN Universitas di Indonesia. Saya memilih jurusan pendidikan untuk ketiga pilihan yang tersedia dengan urutan Pend. Matematika, Pend. Fisika, dan Pend. Bahasa Inggris. Apakah ini mengejutkan??? Mungkin teman- teman pembaca laman ini tahu dan dapat menebak profesi saya dari postingan dan laman yang ada di blog ini. Benar sekali, saya adalah seorang pengajar Bahasa Inggris.

Namun, ternyata Tuhan punya rencana lain, saat pengumuman SPMBN itu tak satu pun pilihan saya lulus. Saya kembali mendaftar pada seleksi mandiri universitas. Kali ini saya bermain- main dengan urutan pilihan, masih dalam dunia pendidikan, nomor satu Pend. Bahasa Inggris, Pend.Matematika, dan Pend. Fisika. Kenapa malah bermain- main? karena memang saya berminatnya pada hitungan^^
bukan berarti saya tak berminat pada bahasa. Saya suka Pend. Bahasa Inggris sebatas hobi saja.

Memang benar pepatah -Do what you love and love what you do-

Dari sekadar hobi ternyata saya lulus pada pilihan Pend. Bahasa Inggris dan karena memang saya suka setiap materinya, saya tertantang untuk melewati semua tantangan yang ada selama proses pembelajarannya. Memang menyenangkan melakukan hal kita sukai.

Suka tak berarti tanpa kesulitan- suka tak berarti mulus saja, tapi suka mampu memberi energi positif untuk terus maju dan berkembang menjadi lebih baik. Selama kuliah strata- 1 saya mengajar di berbagai lembaga pendidikan untuk berlatih menjadi pengajar professional nantinya. Suka duka menjadi pemacu untuk terus berlatih. Alhamdulillah, ternyata banyak membawa manfaat dalam profesi saya saat ini.

Menjalani profesi sebagai pengajar memang mengasyikan bagi saya, bertemu anak- anak dan berbagi pengetahuan yang saya miliki. Di sisi lain, disinilah tempat saya mengikat ilmu- dengan membagikannya.

So, who am I? I am a teacher.
 
The Professors wonna be and Prof. Lengkanawati

Semoga dalam proses belajar saya sekarang, saya bisa mengembangkan kemampuan profesional mengajar saya, having competency in teaching for adult.
Aaaamiiin.


Catatan: Tulisan ini diikutkan dalam IHB March Blog Post Challenge
Read more »
How to start writing?

How to start writing?

Hari ini masih membahas tentang writing, Teman.
Tapi sebelum masuk pada topik tulisan ini, saya mengajak teman- teman pembaca untuk menuliskan beberapa masalah yang dihadapi saat akan mulai menulis, saat sedang menulis, atau hal lain pada proses menulis. Silahkan tuliskan hal tersebut pada kolom komentar di bawah postingan ini ya...

Terima kasih.

------------------------------------------------------------------------

Pada postingan kali ini, saya akan membagi trik agar tulisan kita dapat terorganisir dengan baik.
Trik ini akan sangat berperan untuk penulis pemula seperti saya.
Selayaknya penulis lain dan alasan pentingnya menulis seperti yang pernah saya tuliskan di postingan sebelumnya, menulis akan membantu kita mengingat sesuatu.

Jadi, agar kita ingat ide mana saja yang akan kita masukan dalam tulisan kita, maka tuliskan!
Loh??? kok bolak- balik??? Iyaaa ^^

Ide yang ada dalam mind kita tentulah banyak sekali, namun terkadang ada ide yang menurut kita relevan ternyata malah membawa para pembaca kita kesulitan menangkap apa yang kita maksudnya alias melebar bahkan keluar topik. Ini juga menjadi kendala saya pribadi dalam menulis ilmiah. Ada banyak hal yang menurut saya berkaitan tapi ternyata kurang mendukung ide utama yang saya utarakan. Hal ini membuat tulisan saya menjadi sulit dipahami lantaran menimbulkan topik besar lainnya. Maka dari itu, perlu didaftar ide- ide mana saja yang dapat menjadi bagian pengembangan ide pokok tulisan kita ini.

Ada beberapa cara untuk menuliskan ide- ide tersebut.
  1. Membuat daftar nomor
  2. Membuat peta ide (mind mapping)
  3. Membuat diagram pohon
Apapun bentuknya, intinya adalah mengurutkan ^^ alias membuat outline untuk tulisan kita.
Contoh:
Topik besar: Wisata di tanah melayu besemah: Semende
Dari topik besar ini, kita fokuskan lagi dengan cara menuliskan daftar urutan ide pendukung lainnya.

A. Daftar nomor:
  1. Wisata alam di tanah melayu besemah: Cuhup Tenang, Gemughak, dan Bukit ijang (Misal dalam tulisan ini 3 lokasi wisata alam ini yang hendak kita tuliskan. Jika ada tambahan lagi silahkan)
  2. Wisata kuliner di tanah melayu besemah: Lemang, Bak gulai liling, sambal masam deghian (tempoyak), dan kince (Boleh ditambahkan)
Pada paragraf pembuka berikan kalimat- kalimat pembuka agar sampai pada topik yang mengarahkan pada pembagian wisata, yakni wisata alam dan wisata kuliner (sebutkan nama lokasi wisata dan makanan khas daerah yang telah didaftar tadi). Paragraf berikutnya masing- masing membahas satu- persatu tentang lokasi dan makanan yang didaftar. Untuk memudahkan buat lagi daftar ide yang akan disampaikan.
  1. Cuhup tenang: lokasi dari pusat kota, fasilitas, harga tiket masuk, dll
  2. Gemughak: lokasi dari pusat kota, fasilitas, harga tiket masuk, dll
  3. Bukit Ijang: lokasi dari pusat kota, fasilitas, harga tiket masuk, dll
  4. Lemang: Bahan dasar, tekstur makanan, bentuk, cara memasaknya, harga, tempat penjualannya, dll.
  5. Bak gulai liling: Bahan dasar, tekstur makanan, bentuk, cara memasaknya, harga, tempat penjualannya, dll.
  6. Sambal Masam deghian (tempoyak): Bahan dasar, tekstur makanan, bentuk, cara memasaknya, harga, tempat penjualannya, dll.
  7. Kince: Bahan dasar, tekstur makanan, bentuk, cara memasaknya, harga, tempat penjualannya, dll.
Dengan begitu, tulisan kita akan terarah dan tidak keluar dari bahasan utama kita. Pastikan pada paragraf penutup ada kalimat yang merangkum pemaparan paragraf isi hasil pengembangan ide paragraf pembuka tadi. Tulisan yang baik dapat dideteksi oleh pembacanya pada saat membaca paragraf pembuka dan penutupnya. Dapat dikatakan juga bahwa beberapa pembaca yang sudah expert akan tertarik membaca tulisan kita hanya jika mereka dapat menemukan ide utama kita. Itulah mengapa, paragraf pembuka yang mengarahkan pembaca pada isi tulisan kita sangat penting sama halnya dengan paragraf penutup yang merangkum isi tulisan kita. Pembaca akan tertarik membaca keseluruhan tulisan kita jika mereka merasa ada info lebih lanjut dari topik utama kita yang terangkum dari paragraf penutup yang dibacanya dengan cepat (scanning/ skimming).

Walaupun mungkin pembaca tidak tertarik membaca keseluruhan tulisan kita lantaran ide yang kita tuliskan sedang tidak sesuai dengan literatur yang sedang dicarinya, namun dengan organisasi tulisan yang baik ini, kita telah  menyumbang pengetahuan tanpa membuat pembaca kesulitan menangkap ide kita hanya dengan membaca paragraf pembuka dan penutupnya. Itu artinya, kita berhasil sebagai penulis.


Selain dengan daftar nomor, saya juga telah  membagi cara lainnya dengan pemetaan ide (mind mapping), dan diagram pohon. Intinya sama saja dengan daftar nomor ini, yaitu mengurutkan ide mana saja yang akan kita sampaikan, namun bentuk pengurutannya berbeda. Teman- teman dapat memilih sesuai dengan bentuk mana yang lebih teman sukai karena hal ini bergantung pada gaya belajar kita juga. Beberapa teman dengan gaya belajar visual biasanya memilih bentuk pengurutan ide dengan mind mapping atau diagram pohon untuk memudahkannya.

contoh mind mapping. sumber: google.com

contoh diagram pohon. sumber: google.com

Demikianlah beberapa cara yang dapat membantu kita untuk memulai menulis. Semoga tulisan ini bermanfaat. Jangan lupa komentarnya ya^^

------------------------------------------------------------------------------

Silahkan tuliskan di kolom komentar di bawah ini daftar hal- hal yang membuatmu berat atau kesulitan saat menulis. Terima kasih :-)

Read more »
TAJUK: Demo Nelayan PANTURA di KKP hari ini.

TAJUK: Demo Nelayan PANTURA di KKP hari ini.

Hari ini (26/2/2015) ada banyak tajuk berita di televisi nasional.
Terkadang ada berita yang berlarut tanpa ujung sehingga terkesan macam sinetron.
Untuk orang awam seperti saya, tentu saja itu terkadang membosankan LOL

Beberapa hari sebelumnya kisruh pernyataan blunder dari Perdana Menteri Australia, Tony Abbott yang mengungkit bantuan kemanusiaan untuk bencana alam Tsunami di Aceh tahun 2004 silam.
Hal ini menyulut kekecewaan rakyat Indonesia tentunya. Betapa dari sisi manapun, bantuan kemanusiaan dari negara jiran Indonesia ini hendak disetarakan dengan kesalahan penyusup narkoba asal mereka yang hendak dihakimi di Indonesia tentulah rakyat tak sepaham dengan pemikiran PM Australia ini. Hukum Indonesia jangan diintervensi!

Berita ini hangat dibicarakan di berbagai situs berita. Inilah salah satunya http://news.okezone.com/read/2015/02/22/337/1109004/warga-aceh-siap-kembalikan-dana-bantuan-australia-saat-tsunami



Aksi kompak rakyat Indonesia mengular dari Sabang sampai Merauke; Aksi kumpul koin untuk pemerintah Australia. Pemberitaan di TV menayangkan sebuah sekolah dasar yang para siswanya rela memberikan recehan yang disisihkan dari uang saku mereka untuk aksi ini, lain lagi pemberitaan di sebuah restoran WNI keturunan Tiongkok di Medan, yang melakukan aksi galang koin untuk Aussie dengan Ang Bao yang diberikan pada maskot dari restoran yang mengenakan kostum dewa rejeki. Semua WNI bahu membahu merespon pernyataan dari pihak Australia yang sangat mengecewakan itu. Dalam laman di atas tadi juga disebutkan bahwa sebenarnya:
"Pernyataan Abbott dinilai bukan hanya melukai korban tsunami, tapi juga warga Australia yang ikhlas membantu."
Tentu saja, ada banyak orang kecewa atas pernyataan beliau, baik warga negara Aussie itu sendiri. Benarlah bahwa  lidah tak bertulang, apa daya jika terlanjur terluka. Agak mereda pemberitaan itu, namun aksi kumpul koin untuk Aussie tetap berlangsung.

Pagi ini, tajuk berita mengangkat kekecewaan para nelayan Pantura yang mengadakan demo di depan kantor KKP Jakarta. Rombongan demonstran dari kabupaten Pati, Rembang, Tegal, Batang, Brebes, Indramayu, dan Cirebon berbondong mendatangi kantor ibu menteri KKP, Ibu Susi.

Bermacam atribut demo teah disiapkan begiru juga yel- yel orasi  khas demonstran menggema.
Ada- ada saja atribut demo yang berhasil membuatku tersenyum pagi ini, antara senyum geli juga miris. Tertulis pada sebuah media tulis yang dipegang oleh salahsatu demonstran singkatan nama ibu Susi; Sulit Urus Surat Ijin.

sumber: google.com

Ya, hal inilah yang para demonstran coba untuk komunikasikan dengan ibu menteri.

Tentang IZIN menangkap ikan. Memang semenjak dilantiknya ibu Susi sebagai menteri KKP RI ini ada banyak pemberitaan menarik. Saya pribadi sebenarnya bukanlah orang yang memihak kanan ataupun kiri, namun juga bukanlah orang yang berada di tengah- tengah. Well, katakanlah cenderung skeptis.

Ketika orang- orang membicarakan betapa tak layaknya tingkah sang ibu menteri di Istana negara saat dilantik, saya menghargainya sebagai individu. Ups, jangan serta- merta teman- teman lantas menilai saya sebagai seorang aktivis HAM^^ saya bukan siapa- siapa. Saya hanya WNI yang baru beberapa tahun memegang licence sebagai WNI sah dengan kartu pengenal warga yang dinamakan KTP itu. Bukanlah ahli politik, hanya generasi penerus yang mencoba melihat dan memahami apa yang sedang terjadi di negara tersayang ini; bukan untuk memihak kepentingan ormas politik atau agama manapun, hanya melakukan yang diwasiatkan seorang teladan: IQRA'

Saya membaca apa yang terjadi, sehingga 'lucu' saja melihat kisruh ini.

Tadi di TV juga ada demonstran yang diwawancara, dengan berapi- api beliau meluapkan betapa ia kecewa atas larangan lainnya selain larangan penggunaan kapal cantrang, yaitu larangan penangkapan lobster petelur. Bapak itu menyatakan bahwa hal itu merugikan nelayan kecil, karena sayangnya sudah dapat lobster tapi karena lobster itu adalah lobster petelur maka harus dilepas ke laut lagi. UPS...

Saya heran, yah tapi memang saya bukanlah nelayan atau orang yang merasakan kesulitan mereka. Tentu saya tidak paham betapa mungkin sulit sekali saat ini mereka mendapat ikan, hingga sayang rasanya jika mendapat perolehan maka harus dilepas kembali. Well, kita tidak bisa berkomentar jika tidak mengalaminya bukan?

Laut kita sedang sakit. Itu yang saya tahu. Mungkin karena kita sempat terlena akan penggunaan beberapa alat yang tidak semestinya. Tadinya mudah saja bahkan mungkin berlimpah hasilnya dengan bantuan alat itu, tapi waktu tidak akan berbohong. Alat- alat itu tidak lagi memudahkan, dengan alat itu pun sekarang tidak banyak lagi perolehan para nelayan ini. Apalagi tanpa bantuan alat 'itu'??? kebayang susahnya para nelayan ini :-(

Kebijakan yang sedang disosialisasikan adalah upaya 'penyembuhan' sakitnya laut alias perairan kita.
Tentu saja sulit membuat ayam kembali terbang, sudah terbiasa memperoleh makanan  di tanah sebagai hewan ternak, tak terbiasa lagi terbang berlama- lama. Inilah fenomena yang sedang terjadi di tanah air kita. Butuh waktu, ketelatenan, dan komitmen bersama. Lagi pula, perlu seirama antara sosialisasi perubahan kebiasaan dengan sarana penggantinya.

Berharap nanti para nelayan ini mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan keluh- kesahnya dengan ibu Menteri serta menemukan titik temu untuk permasalahan ini.

Lagi- lagi, sebagai awam yang mencoba memahami sesuatu yang tengah terjadi, saya tidak akan serta- merta percaya dengan pihak manapun. Harapan saya semoga para nelayan nan bebudi ini benar- benar melakukannya karena merasa perlu melakukannya bukan karena ada dorongan dari pihak yang mengambil kesempatan untuk menyisipkan kepentingan bus*knya (ups...)

Tentu ada Pro dan Kontra untuk pemberitaan ini. Misalnya seperti yang telah disampaikan oleh salahsatu teman kita dilaman ini http://regional.kompasiana.com/2015/01/29/kebijakan-larangan-pukat-hela-dan-pukat-tarik-think-again--704513.html

Yang bukan nelayan tentu tak bisa memberi penilaian sepihak saja tentang demo yang dilakukan hari ini. Saya pribadi mendukung jika para nelayan memang merasa perlu menyampaikan 'unek- unek' nya yang memang saya nilai perlu jika menilik dari tulisan kang Irsyad diatas.
Suatu kebijakan tidak akan dengan mudah mendapatkan tempat terlebih tanpa ada solusi.
Para nelayan butuh solusi untuk kebijakan baik ini. Niatan baik akan bersambut baik jika sudah seirama Toh? Mungkin hari ini bisa diperoleh sebuah kesepakatan untuk mencapai titik terang. Amiiin.

Tapi, sebenarnya memang peraturan ini (larangan penggunaan beberapa alat tangkap; pukat hela, pukat jaring dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2/PERMEN-KP/2015), sudah ada sejak lama seperti yang disampaikan oleh ibu menteri dalam laman berita berikut :
“Cantrang ini sebenarnya sudah dilarang sejak 1980. Hanya, beberapa daerah masih memperbolehkannya,” ujar Susi kepada Tempo di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis malam, 12 Februari 2015." (sumber: tempo.co)
Saya yang juga awam dengan alat- alat ini akhirnya mencari tahu mengapa hal ini dilarang, begitu berbahaya kah? Kenapa nelayan PANTURA? Hanya beberapa daerah saja yang boleh pakai? Daerah mana? Kenapa? Apa dasarnya?

Banyak pertanyaan saya atas tajuk berita ini, sehingga sebagai orang yang bukan di pihak mana- mana saya pun tertarik untuk mencari tahu. Akhirnya saya sampai pada sebuah laman yang menjelaskan tentang pukat hela. merujuk Pustaka : Permen Kelautan dan Perikanan Nomor. PER.06/MEN/2008 dan Bentuk Baku Kontruksi Pukat Hela Arad SNI 01-7233-2006 BSN.

Sila klik link berikut untuk lebih jelas tentang Permen diatas:
http://mukhtar-api.blogspot.com/2008/09/mengenal-pukat-hela.html


Teman- teman dapat mempelajari lebih lanjut tentang alat ini dan lihatlah! Peraturannya sudah ada dan resmi sejak tahun 2008 lalu. Perkara mengapa selama ini menjadi kebiasaan para nelayan PANTURA tentu "mungkin" saja karena kurangnya pengawasan akan pemberlakuan aturan hukum ini. Artinya apa???
Teman- teman lebih bijak menarik kesimpulan tentunya ;-)

Saya mendoakan agar ada titik terang komunikasi hari ini disana.
Lestarikan alam Indonesia.
Read more »
Evaluasi untuk berbagi inspirasi

Evaluasi untuk berbagi inspirasi


Rangkaian acara selanjutnya adalah Evaluasi.
Setelah berbagi bersama adik- adik di sekolah dasar yang telah ditargetkan.
Para relawan inspirator, para relawan photographer/ videographer serta para relawan panitia Kelas Inspirasi Bandung 3 berkumpul bersama di Aula Museum Asia Afrika untuk saling berbagi cerita dan pengalaman yang diperoleh dari sekolah masing- masing.

Disini semua relawan kembali mengisi daftar hadir melalui PC sebagaimana hari briefing untuk mendapatkan nomor kelompok baru. Maka akan muncul kelompok baru dari berbagai kelompok berbeda sebelumnya.

Kita saling berbagi menceritakan pengalaman dan kesan masing- masing di sekolah target masing- masing-- belajar dari satu sama lain.


Setelah itu, 20 orang dari perwakilan kelompok evaluasi tadi menjadi wakil para relawan untuk menyuarakan ikrar untuk terus dan tetap menginspirasi serta:

MEMBANGUN MIMPI ANAK INDONESIA

Sumber: Instagram #KIBdg3

Inilah cerita singkat tentang program yang sangat hebat ini.
Semoga kedepannya akan ada banyak lembaga non profit yang terus menyuarakan kebaikan.
Lihatlah ada banyak orang mendaftar menjadi relawan.
Di tengah keadaan politik ini, masih banyak warga negara Indonesia yang bersatu- padu membangun mimpi anak Indonesia, para generasi penerus bangsa tercinta ini.

Jayalah, Indonesiaku!
Jayalah, Negeriku!
Jayalah, Tanah airku! Tanah tumpah darahku!

Terima kasih sudah membaca artikel ini :-)
Semoga bermanfaat.
Ambillah kebaikannya, tinggalkan kejelekannya^^
Read more »
Hari Inspirasi!!! Pengalaman berharga di Kelas Inspirasi Bandung 3

Hari Inspirasi!!! Pengalaman berharga di Kelas Inspirasi Bandung 3

Selamat siang, ternyata libur nasional kemarin tidak bisa menyelesaikan rangkaian cerita program KI bandung 3 yang saya ikuti. hahahaa...
Karena sebenarnya baaaaanyaaaak banget yang mau diomongin^^
Seruu banget ikut kegiatan ini. Nambah saudara, nambah ilmu, nambah pengalaman, nambah naambah deh pokoknya^^

Well, akhirnya sampai pada cerita hari H
HARI INSPIRASI!!!

Saya mulai dengan persiapan.
Dalam postingan sebelumnya tentang hari survey itu, saya masih bingung buat menentukan materi apa yang mau saya sampaikan ke adik- adik SDN Cirangrang besok.
Beragam kelas... berbeda tingkat...
berbeda rentang usia... berbeda gaya belajar...
Bermacam teori yang pernah saya pelajari tentang mengajar membuat saya semakin bingung LOL

Sudah hari Selasa waktu itu, 17 Februari 2015. Pagi masih ke kampus dulu ada keperluan administrasi kampus. Siang masih duduk menunggu dosen pembimbing sambil browsing berharap menemukan ide untuk hari inspirasi esoknya. Membaca beberapa blog teman- teman inspirator merupakan salahsatu sumber inspirasi (dan itu jadi alasan saya berbagi disini juga^^). Dari cerita teman- teman inspirator sebelumnya, banyak hl yang sudah direncanakan dalam lesson plan terkadang harus tambal sulam karena kondisi tertentu atau bahkan terabaikan. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat beragam rencana jika rencana pembelajaran inti saya tak berjalan nantinya. Tapi hingga selesai urusan kampus di sore hari pun saya belum memutuskan :D

Biasanya saya sering pergi ke restoran cepat saji yang ada di dekat pemukiman saya bersama teman saya, Kak Neni. Tempat ini adalah salahsatu restoran kesukaan kami karena memang kami suka fast food (hihiiii) dan juga koneksi wifi- nya sangat memuaskan (tujuan utama saya nih :-P)
Sambil makan malam, saya juga tetap mencari bahan juga membaca bahan kuliah saya.
Jujur, saya bukanlah orang yang cakap melakukan banyak hal dalam satu waktu, susah fokus gitu. Jadi, walaupun saya memikirkan persiapan besok, saya juga akan mengerjakan hal lain yang juga memang menjadi bagian pekerjaan saya saat ini, baik tugas kuliah atau hal lainnya. Akhirnya, sampai selesai jam makan malam kami, saya masih belum memutuskan. X_X

Materi ajar, alat peraga, lesson plan, alat tulis, akhirnya siap pk.01

Apa? foto barang- barang diatas? Yup!
Akhirnya persiapan saya selesai pukul 01.00 WIB dini hari. Saya tak berhasil memutuskan apa yang akan saya persiapkan seharian tadi. Tapi saat pulang ke kamar, saya melihat beberapa buku bahasa Inggris anak- anak dan ide pun bermunculan dalam kepala saya seperti popcorn. Saya langsung mengetik rencana pelaksanaan pembelajaran alias lesson plan saya. Saya menggunakan buku cerita bergambar dwibahasa untuk materi kelas 5, lalu coloring picture in form of flashcards untuk kelas 3, dan menggunakan buku bergambar sangat besar untuk kelas 1.

Jika ingin melihat contoh lesson plan saya, teman- teman bisa mengunduhnya DISINI.
Semoga bermanfaat. Amiiin.

Saya juga menyiapkan plan B jika rencana yang saya tulis tadi harus mengalami sulam tambal nantinya. Jadi saya menyiapkan beberapa alat peraga lainnya.
Untungnya, Alhamdulillah, semua berjalan sesuai dengan RPP saya. Hanya sedikit tantangan, karena begitu asyiknya bersama adik- adik ini, saya merasa kekurangan waktu^^


Okay, selanjutnya sila teman- teman melihat- lihat foto di bawah^^
Ogi, videographer, sedang mengabadikan momen adik- adik berolahraga

Abi, photographer. candid pose.

Suasana apel pembukaan dipimpin oleh Pak Rahmat


Adik- adik kelas 2 setelah sesi saya selesai. Siti senang sekali kelompoknya mendapat 4 flower stickers dari Kak Alma^^




Kang Acip, dokter gigi yang menginspirasi


4 super rangers yang selalu ready di semua sesi. Salute up! ;-)

Chef Jethro, menginspirasi adik- adik melalui masakan dengan hati
Cita- citaku: Koki ^^

Adik- adik SDN Cirangrang menempelkan bintang harapannya.

This is it! Delicious food made by Chef Jet
LOL
Teh Ica dari PR FM menginspirasi adik- adik SDN Cirangrang

Persiapan penutupan^^


Inilah hari inspirasi, dimana semua orang terinspirasi tanpa terkecuali. Semua orang menemukan pembelajaran hidup tanpa terkecuali. Alhamdulillah menjadi bagian dari program ini, semoga tetap berlanjut dengan kegiatan lainnya. In sha Allah.

#MembangunMimpiAnakIndonesia
Read more »
Mari ke lapangan!!! Mari kita Survey^^

Mari ke lapangan!!! Mari kita Survey^^

Waktunya 'cekidot' alias turun langsung ke lapangan.
Ini masih tentang KI alias Kelas Inspirasi. Buat teman- teman yang belum baca postingan sebelumnya, sila klik postingan di arsip ya^^

Cerita yang saya bagi disini adalah pengalaman saya selama ikut program KI Bandung 3 bulan Februari ini. Mungkin ada bagian yang bisa diambil jadi pelajaran atau rujukan, yang jeleknya buang aja ya... "

Kesamaan tokoh, lokasi, dan beberapa peristiwa hanya fiktif belaka" (eh, canda ding biar ala- ala FTV kesukaan teman aku ituu kak iis namanya hihiii LOL) Aduh, malah makin keluar lingkaran nih topiknya. Mari kita kembali ke jalan yang benar hahaa

Kali ini cerita tentang hari Survey.

Akhirnya kami sepakat untuk mengunjungi SDN Cirangrang yang beralamat di Jl. Kopo Bandung. Stt... kalau teman- teman tidak tahu atau merasa awam dengan nama jalan ini sesungguhnya teman tidak termasuk AGB alias Anak Gaul Bandung LOL dan itu aku (T.T)

Kopo??? iya aku pernah denger, terus teman aku yang namanya kak iis tadi juga sering sebut- sebut Kopo, juga adik sepupuku yang dulu juga lama bermukim kuliah disini pernah sebut nama daerah itu.

Adalagi! dulu mamang yang jualan es krim terus yang pernah kasih kak iis dan saya sebuah soal matematika yang jika bisa dikerjain dalam  menit kita dikasih 1 es krim gratis juga bilang kalo cabang gede toko es krimnya ada di Kopo. Tapi aku cum pernah denger aja, ke Kopo mah belum pernah, euy!  Yeaah,, mungkin inilah cara Tuhan membuat saya melangkah ke Kopo, ke sebuah nama jalan yang tak asing di telinga saya. (hhihiiii) Ribet yah :-P

Intina mah saya akhirnya ke KOPO, teman!!! Alhamdulillah yaaa... ^^

Inilah super team kami^^ Kelompok 38!!! Saya perkenalkan, dari yang paling depan ke kanan: Abi, Ingga, Alma, Ica, Insan, Acip, Reta, dan Jethro. (Survey SDN Cirangrang, 8-2-2015)


Pada kesempatan Survey ini, teman kami, kak Diah dan teh Lestari sedang kerja jadi belum bisa bergabung^^ 

Pihak sekolah, SDN Cirangrang Bandung sangat baik menerima kami, ada brownies hihiii...
Semua hal sangat diperhatikan dari pihak sekolah, selama kami berkeliling mengamati keaadan sekolah, kelas dan lingkungan sekitarnya, semua guru sangat informatif dan welcome atas kunjungan kami. Abi dan Reta, photographer tim kami sudah asyik membidik momen dan keadaan sekolah.
Inilah beberapa potret saat kami berkunjung untuk survey ini:

suasana ramai adik-adik sedang berolahraga di lapangan sekolah depan
Kami bertanya tentang jumlah rombongan belajar untuk SDN Cirangrang ini pada guru pendamping dari SDN Cirangrang ini, yaitu Pak Rahmat. Dari keterangan Pak Rahmat, sekolah dasar ini merupakan kompleks SD yang terdiri dari SDN 1 Cirangrang, SDN 2 Cirangrang, SDN 3 Cirangrang, dan SDN 4 Cirangrang. Tiap SDN memiliki 4 ruang kelas dimana 2 ruang kelas dipakai bergantian untuk kelas 1, 2 (sesi pagi_pk.07.00) dan 3, 4 (sesi siang_ pk.10.00). Ada satu rombongan belajar kelas 6 yang dibagi menjadi 2 kelas lantaran jumlah kelas yang terlalu besar. Kelas 6 dibagi menjadi kelas 6a dan 6b. Untuk kelas 6 menggunakan ruang kelas yang sama secara bergantian dimana kelas 6b mendapat giliran kelas siang pada minggu kami berkunjung (pk.13.00). Jadwal pagi dan siang untuk kelas 6 digilir setiap minggunya. Ini adalah gambaran pemakaian ruang kelas dan jumlah rombongan belajar untuk SDN 1 Cirangrang saja, karena para inspirator untuk kelompok 38 hanya 6 orang saja, maka pihak sekolah menentukan adik- adik SDN 1 saja yang akan menjadi target kami pada hari Inspirasi nanti. Tentu saja harapannya, adik- adik lain dapat ikut melihat dan merasakan semangat kami ini. Semoga menginspirasi.

ini adalah lapangan sekolah kedua, tepat di depan kantor kepala sekolah SDN Cirangrang yang menerima kami

Setelah mengetahui jumlah rombongan belajar dan penentuan kelas mana saja yang akan kami hadiri, Kang Insan, panitia pendamping untuk kelompok kami segera mengatur pembagian sesi mengajar untuk setiap inspirator. Berdasarkan jam pelajaran di sekolah ada 6 sesi pelajaran. Masing- masing inspirator mendapat 3- 4 sesi mengajar. Saya sendiri mendapat 3 sesi mengajar, yaitu pada sesi 1 di kelas 5, sesi 3 di kelas 2, dan pada sesi 6 di kelas 3. Kang Insan juga membagi jadwal photograper & videographer yang bertugas untuk setiap sesi. Terima kasih, Kang Insan :)


foto diambil dari dalam ruang serba guna yang dipakai sebagai store alat peraga dan alat- alat musik (angklung, dll). Dulunya ruangan ini digunakan sebagai laboratorium. Rencananya akan direnovasi

Tak ketinggalan, pak ketua kelompok kami, Kang Acip, juga sibuk menyiapkan prosesi apel penerimaan dan penutupan pada hari Inspirasi nanti. Kami semua membantu menyumbang ide dan berbagi tugas untuk beberapa hal yang harus diurus. Akhirnya dari hasil diskusi, kami membuat beberapa planning untuk acara pembukaan serta penutupan. Diakhiri dengan tugas menyiapkan alat, bahan dan barang keperluan.

Adik- adik kelas 2 sedang asyik belajar

Sekali lagi kami berkeliling mengabdikan beberapa momen, lalu berpamitan dengan pihak sekolah yang dengan senang hati membantu kami. Itulah kegiatan yang kami lakukan pada hari survey ini.
Menyenangkan, setelah membayangkan dari deskripsi Pak Rahmat di hari briefing sebelumnya, akhirnya kami berkesempatan untuk melihat langsung.

panorama pemandangan lapangan depan dipotret dari lapangan kedua


Akhirnya kami pulang sambil membayangkan persiapan untuk hari inspirasi nanti.
Saya memikirkan bagaimana saya menyampaikan tentang profesi saya pada anak- anak kelas 5, 2 dan 3 nantinya? Tentulah pendekatannya akan berbeda- beda karena tingkatan umurnya pun berbeda. Saya harus punya beberapa rencana untuk antisipasi jika saja ada renca yang saya buat tidak bisa dijalankan. Hanya sampai disana saya berfikir, semuanya masih sangat abstrak LOL

Bahkan pada H-1 (nanti saya ceritakan di laman Hari Inspirasi), saya masih belum menentukan bagaimana pendekatan yang berbeda itu bisa saya aplikasikan di kelas dengan sesi mengajar hanya 30 menit. Itu membuat saya nervous bahkan pada menit- menit awal sesi mengajar saya nanti.

Pokoknya seru!!!
Unforgettable Moment!!!

^^

Terima kasih telah membaca, sering- sering berkunjung kesini yah...
Jangan lupa komennya dan share jika bermanfaat.
Semoga menginspirasi^^


Read more »

BloggerHub Indonesia