-->
Tipe-Tipe Hacker Berdasarkan Aksinya

Tipe-Tipe Hacker Berdasarkan Aksinya



Apakah kamu tau tentang Hacker?
Akhir-akhir ini aku sering mendapatkan email pemberitahuan tentang ada orang lain mencoba masuk ke akun media sosialku.

Apakah mereka adalah hacker? Atau cuma orang iseng? 

Tadinya mau bilang 'mungkin orang SMS' alias susah melihat orang senang alias iri. Tapi siapalah aku? Artis juga bukan kok. Hahahhaa...

Kita pernah beberapa kali mendapatkan berita tentang para peretas atau seringnya disebut hacker ini. Entah apa maksud dan tujuannya. Yang pasti kita kategorikan pada tindakan kriminal. Karena kerjaannya 'masuk' tanpa ijin atau membajak. Bahkan tak jarang sampai 'mencuri'. Yaitu membuat pemilik tidak bisa mengakses akunnya sama sekali. 

Dasar hacker!
Yang kamu lakukan itu J-A-H-A-T.

Well, karena penasaran akhirnya akupun mencari tahu tentang hacker. Ternyata hacker itu ada beberapa pengelompokannya. Salah satunya tipe hacker berdasarkan aksinya. Mari kita simak bersama.


Ini Dia Tipe-Tipe Hacker Berdasarkan Aksinya


Para pengelola website harus serius dalam melindungi data dan keamanan websitenya. Sebab, sesederhana apapun konten dan agenda website, perlindungan data harus tetap maksimal agar terlindung dari seragan hacker. Lantas apakah yang disebut dengan hacker, siapakah mereka dan apa motifnya sehingga ingin jadi pengganggu di dunia digital? 

Pertanyaan ini akan coba dijawab sekaligus menguraikan tipe-tipe hacker berdasarkan aksinya. Ketika Anda seorang pengelola web, suguhan informasi ini diharapkan bisa menambah wawasan, sekaligus memberi masukan antisipasi agar websitenya terlindung dari serangan hacker. Untuk penjelasan lebih lanjut, mari simak uraian berikut ini: 


1. Apa Itu Hacker

Hacker adalah seseorang yang melakukan perilaku hacking. Sementara itu, hacking adalah aktivitas ilegal di dunia digital di mana terjadi upaya pencurian informasi dan pengerusakan sistem dengan cara memodifikasi fitur sistem. Hacking juga bisa dilakukan dengan mencari celah dari dinding keamanan yang sudah dibangun. 
Di era transaksi online saat ini, para hacker biasanya melakukan peretasan untuk mengakses data pribadi pengguna internet secara illegal. Sejumlah informasi yang rentan dicuri di antaranya data username dan password kartu kredit, data pribadi untuk mengakses email, website dan akun media sosial lainnya.
Baca Juga : cara buat Zoho mail


2. Ragam Motif Hacker

Setiap tindakan pasti memiliki tujuan. Begitu pula dengan hacker. Kebanyakan dari mereka melakukan peretasan untuk sekadar iseng, mencuri uang hingga ketenaran. Dampak perilaku hacker yang biasanya muncul yakni membuat eror sistem komputer, mengacaukan jaringan internet bahkan meruasknya secara permanen. 



3. Tipe-Tipe Hacker

Tahukah Anda bahwa tidak semua peretas itu jahat. Keahlian meretas juga rupanya bisa ditujukan untuk hal positif. Karena itulah, hacker bisa diklasifikasikan, setidaknya menjadi tiga jenis. Untuk penjelasan lebih lanjut, mari simak uraian berikut ini: 

a. White Hat Hacker

Keberadaan White Hat Hacker atau Peretas Topi Putih kurang terceritakan, bahkan sama sekali tidak populer karena yang mendominasi adalah cerita para hacker jahat yang tampak keren. Kelompok hacker yang satu ini memiliki kemampuan yang sama dengan ahacker pada umumnya, hanya saja mereka bekerja untuk hal-hal etis saja. 

Mereka biasanya bekerja membantu Anda atau siapa saja yang membutuhkan untuk melawan peretas jahat. Bentuk perlawanan di antaranya menghapus virus, Trojan, malware, dan gangguan lainnya yang bisa merusak sistem jaringan dan komputer. Mereka juga piawai mencari celah perbaikan pada keamanan pada sistem untuk tujuan memberi solusi atas aksi peretasan yang merusak. 

White hat hacker juga kerap dipekerjaan di sejumlah perusahan untuk menguji keamanan jaringan dan sistem komputer. Dengan keahliannya, ia diberi kepercayaan untuk mengakses hal privat seputar akses menuju jaringan tertentu, tapi tidak untuk mencuri data, melainkan untuk melaporkan segala temuan dan hasil yang membantu. Hacker ini juga harus bisa memastikan bahwa jaringan komputer perusahaan diproteksi secara maksimal sehingga tercegah dari peretas yang mengganggu. 


b. Black Hat Hacker

Black Hat Hacker merupakan kebalikan dari White Hat Hacker, di mana ia juga dikenal dengan sebutan cracker. Peretas jenis ini biasanya membutu perusahaan-perusahaan yang ceroboh atau lemah dari segi keamanan dan perlindungan datanya. Para peretas ini lantas menggerogoti jaringan dan sistem serta mencari celah keuntungan seperti mencuri uang atau menggunakan kartu kredit perusahaan. 

Sejumlah perusahaan sudah banyak yang kerepotan dalam menghadapi Black Hat Hackers, makanya mereka berlomba-lomba memproteksi diri dengan cara mempekerjakan ahli, hingga mempercayakan keamanan data perusahaan pada White Hat Hacker. Aksi cracker termasuk dalam tindak kriminal dan harus segera ditangkap agar mencegah maraknya peretasan yang merugikan.  


c. Grey Hat Hacker

Tipe peretas yang satu ini berada di posisi tengah, karena itulah istilah warnanya pun abu-abu. Mereka tidak seperti White Hat hacker yang diberi izin akses oleh seseorang atau perusahaan untuk tujuan positif. Tipe jenis ini juga tidak seperti Black Hat haters yang jelas-jelas menggunakan keahliannya untuk tindak kriminal. 

Lantas apa yang dilakukan Grey Hat Hacker? Mereka seperti seseorang yang tengah cari perhatian, pamer hingga uji kemampuan. Mereka mengakses data keamanan dan jaringan orang atau perusahaan tanpa izin, lalu melakukan keonaran untuk kepuasan sendiri. 

Grey Hat Hacker adalah yang paling banyak diburu media, meski pamornya tidak sepenting Black Hat Hacker. Setelah puas, mereka akan mempersilakan sang korban untuk memperbaiki semua yang telah mereka kacaukan. Tapi peretas jenis ini sama sekali tidak berniat mencuri data untuk uang maupun kartu kredit.    

Demikianlah informasi seputar tipe-tipe hacker dan bagaimana agar kita bisa piawai mengantisipasi perilaku hacker yang mengganggu. Pada intinya, Anda harus benar-benar peduli membangun sistem keamanan pada website atau data digital lainnya. Dengan begitu, tindak kriminal oleh hacker akan benar-benar tercegah dan semua orang akan berfokus pada membuat karya yang bermanfaat.

Read more »
Cara Memilih Hosting Agar Website Ramai Pengunjung

Cara Memilih Hosting Agar Website Ramai Pengunjung



Halo, Teman-teman. Aku mau menuliskan sebuah tips tentang Cara Memilih Hosting Agar Website Ramai. Jadi, tulisan kali ini akan masuk dalam kategori blogging di sini ya.

Buat teman-teman yang memiliki website, seperti blog misalnya, tentu menginginkan trafik yang tinggi. Trafik tinggi berarti ada banyak pengunjung ke websitenya. Hal ini sangat penting karena masuk hitungan PV (Page View) yang berarti poin bagus untuk sebuah web. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar website ramai dikunjungi. Misalnya, memperhatikan hal yang berhubungan dengan SEO (Search Engine Optimization).

Baca:

TRIK SEO BLOG SUPER GAMPANG


Bisa juga dari pemilihan template untuk tampilan website yang kamu pergunakan. Performa web-mu juga menjadi faktor yang mempengaruhi ramai atau tidaknya pengunjung yang datang membaca.

"Loh, masa sih, Al? Emangnya template ngaruh juga?"


Hayooo...
Kamu mau ikut-ikutan nanya kaya yang di atas itu kan? Tenaang... Aku udah siap membeberkan alasannya. Template yang bagus jelas akan memengaruhi k-e-b-e-t-a-h-a-n pengunjung. Dalam hal ini kita bicara soal pembaca artikel yang kita tulis ya.



Kenapa? Karena hal yang berkaitan dengan template itu penting. Yaitu tentang tampilan/ wajah website, kecepatan loading website, serta navigasi yang mudah dan lancar.

Ga usah pake acara ngeles tentang penampilan walaupun ada kalimat: wajah bukanlah segalanya. Jelas kita akan betah saat membaca sebuah halaman web yang bersih. Termasuk soal kerapihan susunan widget-nya, soal bentuk dan ukuran font yang enak dipandang, bahkan soal pemilihan tema warna. FYI nih ya, ada sebuah rahasia umum tapi kayanya ga semua mempraktekannya bahwa gunakanlah background warna putih untuk halaman web-mu. Beberapa alasan yang pernah saya baca menyebut background warna putih membuat mata tak mudah lelah. Jadi, coba pertimbangkan untuk menggunakan putih sebagai warna latar website-mu agar pembaca betah mampir berlama-lama.

Dulu nih ya, sebelum tau info penting tapi sering dianggap sepele ini, aku suka sekali ganti-ganti template. Trus, suka berwarna-warni latarnya. Belum lagi coraknya. Duh, rame! Belum lagi soal font yang kupakai.


"Font ngaruh juga, Al?"


Well, ternyata iya, Teman.
Penggunaan font memberikan sumbangsih pada kebetahan pengunjung. Banyak sekali artikel yang sudah membahas hal ini. Bahkan ada yang dengan sangat baik hati turut mengedukasi dengan memerikan contoh font yang layak untuk dibaca berlama-lama. Yang aku ingat sih begini:

Pakailah font yang tidak bikin pusing bentuknya. Disarankan kelompok yang arial itu, kaya default-nya office lah. Kesannya lebih bersih dan rapih.  Tapi, ga berarti ga boleh atau ga bisa pake yang artistik juga. Bisa tetap dipakai untuk judul artikel atau bagian judul blog. Terakhir soal font, maksimal pakai 3 jenis font dalam blog kamu. Pembagiannya untuk judul artikel, isi artikel, header blog/judul widget. Gitu. Itu dari baru segi template loh ya.

Ada juga faktor lain yang tak kalah penting. Yaitu kecepatan loading web dan nama yang ciamik alias mudah dihapal alias menarik. Kedua hal ini sering disebut sebagai hosting dan domain.



Hosting itu semacam tempat untuk menyimpan data dari web kita. Baik berupa data gambar, dokumen tulisan, video, musik, dan media lainnya. Singkatnya adalah storage. Kalau di HP kita biasa disebutnya tuh memori penyimpanan. Gitu deh gampangnya ya.

Jadi, web kita butuh memori. Semakin banyak media yang kita masukkan dalam blog misalnya, tentu makin butuh banyak ruang penyimpanan. Analoginya ya seperti Hp tadi. Pernah ga kamu ngalamin Hp jadi lemot karena kepenuhan memori? Ya, seperti itu juga halnya pada web. Kecepatan loading web kita ikut terpengaruh. Kalo memori penyimpanannya lega, makin lancar deh wara-wirinya.

Nah, untuk itu kita perlu hosting. Tentu ada beda wordpress, joomla, drupal, prestashop dan juga blogspot. Begitu juga penyediaan hosting-nya. Bisa saja pakai yang gratis maupun yang berdiri sendiri/berbayar.


Kapan kita butuh hosting? tentu kita sendiri yang menentukan. Kalau memang kita membangun sebuah web untuk hal yang akan diseriuskan atau istilahnya profesional, baiknya memang menyewa hosting tersendiri.

Misalnya pada Blogspot nih ya, kita bisa saja menggunakan hosting gratis yang tersedia dan hanya berlangganan untuk domain saja. Namun, ketika web kita menampilkan banyak gambar, juga video, maupun media lainnya tentu kita bisa menakar kebutuhan memorinya.

Biar lancar pembaca wara-wiri di setiap artikel kita, dan betah deh berlama-lama. Jadi ramai kan?

Hosting gratis yang tersedia tentu memiliki kelemahan karena dipakai keroyokan oleh banyak pengguna lainnya. Belum lagi kepastian server yang stabil demi menunjang kelancaran loading web kita. Hal-hal seperti itulah yang menjadi pertimbangan saat menentukan penggunaannya.

src: domainesia.com



Cara Memilih Hosting Agar Website Ramai

Setelah memutuskan untuk menyewa hosting sendiri, saatnya kita memilih layanan penyedia hosting. Ada banyak VPS Indonesia untuk hosting yang bisa teman-teman rujuk.
Saranku, pilihlah layanan hosting dengan kriteria minimal sebagai berikut:
  1. Terpercaya
  2. Terjangkau
  3. Bisa Diandalkan



Memilih layanan penyedia hosting dan domain yang terpercaya dalam artian sudah jelas kualitasnya. Kita harus pandai-pandai memilih layanan yang tidak membuat ragu akan keamanannya. Jadi, ga perlu parno takut diretas oleh hacker, misalnya.

Yang kedua yaitu terjangkau. Penting banget karena kita perlu mempertimbangkan keadaan dompet dong. Tentunya yang yakin bisa kita bayar per bulan atau per tahunnya.

Lalu, faktor bisa diandalkan. Ini erat hubungannya dengan performa website kita yang memakai layanan penyedia hosting itu. Maunya website stabil tanpa sering down kan ya??? Agar para pengunjung  ga kapok main-main ke web kita.

Nah, ketiga faktor utama itu adalah yang yang perlu banget diperhatikan saat memilih layanan penyedia hosting agar website kita ramai pengunjung.

Jadi, teman-teman bisa pastikan ketiga hal tersebut ya untuk mengotimalkan websitenya. Happy blogging!!!^^

Read more »
Menghasilkan Pundi-Pundi Rupiah dari Blog

Menghasilkan Pundi-Pundi Rupiah dari Blog


Selamat Ramadhan !!! Sebelum aku ceritakan tentang cara menghasilkan pundi-pundi rupiah dari blog, aku mau mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan bagi yang menjalankan.

Insyaallah ini hari pertama para umat muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Selain fokus dan berlomba dalam beribadah serta melakukan hal baik lainnya, pekerjaan sehari-hari jangan sampai terbengkalai yaa...

Kan biasa nih, perubahan pola saat Ramadhan seringkali mempengaruhi ritme rutinitas juga. Hal ini ikut-ikutan jadi pemantik latihan sabar.

Baca:

9 HAL YANG MEMBUATMU MELATIH KESABARAN SAAT BULAN RAMADHAN


Nah, walaupun dalam keadaan berpuasa, aktivitas ngeblogku juga akan tetap berjalan seperti biasa. Seperti yang kubilang tadi, bahwa puasa bukan alasan walaupun ada ritme yang sedang beradaptasi. 

Artikel blogku kali ini akan membahas tentang tips blogging. Tepatnya adalah menjadikan hobi menulis (di blog) sebagai sumber penghasilan. Itulah yang kumaksud dengan menghasilkan pundi-pundi rupiah dari blog pada judul di atas.

Cung, siapa yang suka nulis? Atau mau mencoba menulis di blog mungkin?

Kamu semua bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dari blog, kalau kamu mau tentunya. Sebelum kita bahas lebih jauh, aku akan bikin disclaimer dulu. 😉

Diclaimer: Hal-hal yang aku bagikan dalam artikel ini terkait tips blogging yang didasarkan pada pengalamanku. Aku bukan belum bisa disebut blogger profesional dan menghasilkan uang dalam jumlah yang WOW. Tapi semoga tips ini berkenaan dan bisa menjadi titik mulaimu


Katakanlah baru 3 tahun belakangan ini aku serius menekuni blog sebagai sumber penghasilan. Sebelumnya aku hanya menggunakannya sebagai media diary online. Alias tempatku menuliskan apa saja baik itu curhat belaka, cerita jalan-jalan, acara-acara yang sempat kuhadiri. Apapun.

Ternyata beberapa artikel sharingku itu mendatangkan trafik kunjungan yang tinggi pada blog ini. Dan hal itu berujung dengan sebuah email cinta berisi tawaran kerjasama dari sebuah brand ternama. Jadi, ada banyak sekali alasan menulis di blog/ ngeblog. Bisa sebagai media penyalur hobi, arsip tulisan akademis, tempat berlatih menulis juga, bahkan bisa menghasilkan pundi rupiah.

src: instagram.com/naqiyyahsyam

Beberapa blogger profesional yang kukenal di media sosial, karena jaringan blogger ada yang bisa mendapatkan uang dengan jumlah yang fantastis. Contohnya, para blogger tapis ini. Bisa menghasilkan hingga 50juta/bulan looh. Cuss baca di timeline IG Mbak Naqi @naqiyyahsyam kece kaaaan??? 😍

Aku juga alhamdulillah sudah merasakan penghasilan dari blog walaupun belom sampai 50juta/bulan sih. Semoga nanti sampai rejekinya juga. Aaamin.

Jadikan semangat yaaa...

Nominal yang lumayan banget dan cukup buat sesekali aku jajanin adik-adikku juga ini, membuatku ingin berbagi lebih jauh tentang cara membuat blog dengan mudah. Akhirnya, aku memulai kelas pemula dari grup WhatsApp. Alhamdulillah pesertanya ada sekitar 18 orang.

Selain dasar dan tutorial membuat hingga menerbitkan tulisan dari blog, aku juga memotivasi teman-teman di grup belajar itu tentang blog yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Nah, aku jabarkan poin-poin pentingnya melalui artikel ini.

Untuk menghasilkan pundi rupiah dari blog, berikut beberapa hal yang perlu kamu lakukan:

Merencanakan Blog



Saat merencakan sebuah blog yang akan kamu bangun dan kamu asuh, menurutku penting untuk merumuskan 3 hal ini. Yaitu tujuan, niche, lalu judul blogmu.

Kenapa?

Dari tujuan menulis di blog, kita bisa memetakan apa saja artikel yang akan kita terbitkan dalam blog itu. Kemudian judul blog memberikan semacam ringkasan atau hint tentang isi blog tadi.

Kalau aku, blogku kugunakan sebagai tempat berlatih menulis dan berbagi informasi positif. Sebagian besar akan berisi segala kegiatanku. Baik keseharian, hobi, maupun kegiatan yang kulakukan di luar agenda, misal liburan, hadir undangan acara, dll. Judul blogku adalah Love and Share! FYI, niche blog ini masuk dalam kategori Lifestyle.

Kalau kamu sukanya dandan dan mencoba membuat ulang bentuk riasan-riasan tertentu, lalu ingin menuliskannya di blogmu. Maka niche-nya masuk dalam kategori beauty. Judulnya bebas asal memberikan hint tentang tema besar isi artikel dalam blogmu. Contoh nih ya: Brush me up! Atau Dandan ala ... (namamu), dan lain sebagainya.

Setelah itu apa lagi?


Membuat Akun Blog



Ada banyak sekali platform penyedia blogging gratis. Misalnya yang google punya ada blogger (blogspot), ada juga WordPress, Kompasiana, Tumblr, dan banyak lagi. Coba dicari sendiri yaaa...

Sebagian besar blogger di Indonesia yang kutahu, menggunakan empat platform yang kusebut tadi. Nah, 2 yang paling laris adalah blogspot dan WordPress. Semua ada kelebiham dan kekurangannya masing-masing. Berhubung aku mainnya di blogspot dan menimbang hampir semua orang saat ini punya akun Gmail toh? Minimal untuk akun smartphone nih. Alhasil, kuputuskan tutorial blogspot yang akan kubagikan di grup WA tadi.


Menentukan Domain



Berikutnya adalah menentukan domain. Menurutku, setelah kamu selesai membuat sebuah akun blog di salah satu paltform yang kamu pilih, langsung saya berlangganan domain.

Domain apaan sih? Gampangnya, domain itu adalah alamat blogmu. Seperti blogku yang sedang kamu kunjungi ini. Domain alias alamatnya adalah www.almawahdie.id

Nah, kamu bisa bikin domain atau alamat blog sesukamu. Misalnya namamu.com asal jangan akuchayankkkamucellaallu.com yaaa... (wkwkwkw... Ketauan umur dari guyonnya)

Trus, kenapa harus segera bikin dan berlangganan domain?

Karena umur blog TLD (Top Level Domain) memberikan sumbangsih pada nilai DA (Domain Authority) atau umur kepemilikan domain itu.

Gunanya apa? Nah, untuk menghasilkan pundi-pundi uang, artinya kita mulai memonetisasi blog kita. Biasanya klien akan memberikan nilai dengan melihat faktor nilai DA itu. Walaupun ya tetap saja CONTENT IS THE KING! Isi blog alias artikel yang kita tulislah yang paling utama.

Jadi, segera tentukan domain blogmu dan belilah di layanan web hosting terbaik yang kamu percayakan.


***

Udah? Itu aja???

Untuk sementara dicukupkan dulu. Selanjutnya isi blogmu. Berlatih konsisten dengan memberikan jadwal khusus. Per minggu misalnya, atau bahkan per hari.

Ingat: CONTENT IS THE KING! 

Urusan template, navigasi, kecepatan akses, dan lainnya kita pelajari sambil berjalan.

Kalau kamu udah bikin blog, saatnya untuk menulis! Semangat yaaaa 💪💪💪

Read more »
Jangan Monetisasi Blog Sebelum Melakukan 4 Hal Ini

Jangan Monetisasi Blog Sebelum Melakukan 4 Hal Ini


Tahukah kamu? Bagi sebagian orang, blogging bukanlah sekadar hobi. Blog bisa menjadi ladang uang yang menjamin rekening bank tetap terisi meskipun kita sedang santai bahkan liburan. Apalagi, modal ngeblog ternyata lebih murah jika dibandingkan dengan bisnis lainnya. Tidak heran jika orang berbondong - bondong membuat blog dan berlomba menikmati manisnya aliran uang dari bisnis berbasis hobi yang satu ini.

Beneran bisa menghasilkan loooh...

Nah, gimana caranya biar bisa menghasilkan uang melalui blog?  Jawabannya adalah dengan melakukan monetisasi. Tapi, monetisasi blog tidak bisa dilakukan segera setelah kamu memposting artikel pertama. Butuh ketekunan dan kreativitas untuk memulai dan meningkatkan performa blog hingga akhirnya bisa menghasilkan uang. Maka dari itu, jangan monetisasi blog sebelum kamu melakukan 4 hal ini.


1. Pilih niche blog yang diminati


Ada beberapa alasan penting mengapa memilih niche menjadi hal yang cukup penting dalam membangun sebuah blog. Salah satunya adalah sulitnya mengembangkan konten karena niche yang bukan sesuatu yang kita kuasai sepenuhnya. Sebelum hitung-hitungan masalah untung-rugi dari niche blog yang kamu tetapkan, mulailah dari apa yang  diminati dulu. Bisa juga dengan memulai dari alasan nge-blog itu sendiri.

Baca:

KENAPA MENULIS BLOG? AKU DAN BLOG, CERITA DALAM SEPENGGAL TULISAN


Untuk mengetahui apa yang sekiranya benar-benar kamu minati, kamu bisa mencoba menuliskan list rutinitas sehari-hari. Bisa mulai dari kegiatan apa yang paling ditunggu, apa yang membuat kamu tidak pernah bosan, apa hal yang muncul berulang kali sejak beberapa tahun yang lalu, hingga forum/komunitas apa yang selalu kamu ikuti. Dari situlah kamu bisa menetapkan niche apa yang sekiranya cocok untuk blog kamu itu.


2. Tentukan nama blog dan domain yang mewakili niche


Setelah memilih niche apa yang cocok untuk blogmu, langkah selanjutnya adalah menentukan domain yang merepresentasikan niche blog dan konten-konten yang ada di dalamnya. Kamu tidak perlu terburu-buru dalam menentukannya karena fungsi domain dalam nama blog termasuk krusial dan berperan penting untuk menyukseskan blogmu. Kamu bisa memanfaatkan Blog Name Generators sebagai tools yang membantu memudahkanmu dalam menentukannya.

Selain itu, ada baiknya apabila kamu menggunakan Top Level Domain (TLD) sebagai pilihan nama blog kamu. Dengan TLD, nama blog kamu akan lebih mudah diingat oleh para pengunjung. Blog pun akan terlihat lebih profesional daripada blog yang masih menggunakan subdomain. Pilihan harga domain yang murah untuk Top Level Domain seperti .com, .net, .org, dan yang lain pun bisa didapatkan di berbagai penyedia web-hosting.


3. Pilih template yang responsif


Berbagai informasi yang ada di internet saat ini bisa diakses dengan lebih mudah. Dulu sebelum adanya smartphone, akses internet hanya terbatas pada perangkat komputer saja. Hal ini juga mempengaruhi tren pengunjung blog yang mulai beralih lebih banyak ke perangkat seluler daripada komputer. Faktor ini pula yang menjadikan pemilihan template yang responsif sebagai salah satu hal yang krusial dan harus dipertimbangkan sejak awal pembuatan blog. Selain mempermudah waktu load siapapun yang mengakses blog kamu, template yang responsif juga mampu mempercepat Google untuk mengindex konten yang kamu publish.

Template yang responsif dapat dilhat melalui seberapa lama halaman blog kamu ter-load saat pengunjung melakukan klik untuk membukanya. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi responsivitas suatu template blog. Beberapa di antaranya adalah image, plugin, hingga desain web dari template tersebut. Semakin sederhana desainnya, semakin responsif template tersebut bekerja pada blogmu.

Untuk memastikan kembali apakah template yang kamu gunakan sudah termasuk template yang responsif, kamu bisa melihatnya dari seberapa lama halaman blog-mu ter-load. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi responsivitas suatu template, seperti besaran image, plugin, hingga desain web yang ada di dalamnya.


4. Buatlah konten yang berkualitas secara konsisten


Ketika kita mengunjungi satu blog secara rutin dari waktu ke waktu, kita tahu bahwa blog tersebut telah mengakomodir kebutuhan informasi yang kita perlukan. Maka dari itu, penting sekali untuk membuat konten yang berkualitas dan bermanfaat. Tujuannya agar para pengunjung blog tidak bosan dan terus kembali berkunjung ke blog kamu.

Membuat konten yang berkualitas dan menjamin pengunjung blog datang kembali bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, hal ini tidak berarti susah untuk dilakukan. Manfaatkan Google Trends maupun AdWords Keyword Planner untuk menemukan kata kunci yang tepat. Dari situ, kamu bisa mengembangkan outline konten menjadi lebih relevan bagi pembaca. Makin baik lagi apabila kamu bisa membuat konten evergreen yang akan terus dicari melalui search engine seperti Google, agar pembaca baru juga lebih banyak berdatangan ke blog kamu.

Dari keempat hal tersebut, adakah yang sudah kamu lakukan untuk persiapan memonetisasi blog? Apabila kamu konsisten dalam mengelolanya, percayalah bahwa blog yang kamu miliki pasti akan menghasilkan dan menjadi fulltime blogger bukanlah isapan jempol belaka.

Happy blogging!
Read more »

BloggerHub Indonesia