-->
Resep Pizza No Oven Paling Mudah

Resep Pizza No Oven Paling Mudah


Assalamualaikum, Teman-teman.
Kali ini aku mau membagikan sebuah resep pizza no oven yang paling mudah. FYI, aku adalah penggemar roti-rotian. Termasuk lah pizza salah satunya. Nah, aku juga suka sekali bereksperimen dengan ragam masakan rumahan yang enak di dapur. Beberapa resep pizza yang katanya gampang sudah sering kucoba. Tapi, resep ini yang benar-benar gampang menurutku.

Kalau kita ngomongin gampang atau nggak-nya Pizza, yang kita maksud adalah bikin roti (dough) itu ya. Kalau soal toping mah kan gampang. Tinggal tabur-tabur, oles-oles aja. He He He...


Bagi teman-teman yang bikin roti manual kaya aku alias modal tangan buat nguleninya, jangan sedih. Kamu ga sendiri. Ahahaahhaa...

Tadinya aku ngerasa males bikin rerotian karena kadang capek banget pas nguleni adonan biar kalis sempurna. Nah, semenjak tau salah satu teknik asyiknya, udah ga bermasalah lagi deh bikin roti gitu. Walupun yaaah, kalo pake mixer atau cooper khusus tentu lebih terbantu dan efisien juga dong.

Teknik asyik bikin adonan roti kalis yang aku pake akhir-akhir ini adalah dengan membanting adonan.  Iya. Dibanting. Lempar-lempar aja dari tinggi sampe jatuhnya ke baskom tempat nguleni tuh bunyi bakbuk kaya digebukin, Hahhahaa....

Paling banter 20 kali dibanting gitu udah halus alias kalis adonannya. Bagus kan kalo lagi kesel bikin roti aja. Energi jadi tersalurkan. Ahahhahaaa....

Oya, dari berbagai tutorial (((tutorial))) bikin Pizza yang pernah kutonton di YouTube, ada Pizza garing alias pizza crispy yang aku suka. Dari resepnya channel Hidupku Sebagai Debby. CMIIW.

Mbak Debby itu ngajarin untuk pake alas yang tipis dan dibolongin gitu pas manggang pizza-nya. Atau kalo manggangnya pake teflon, bikin adonannya tipis- tipis aja. Gitu.

So far, resepnya itu suka aku pake juga sih selama ini. Sampai aku nonton resep pizza di channel Puguh Kristanto Kitchen itu. Aku mulai pake resepnya Mas Puguh terus. Super gampang, bahannya sederhana, seadanya, dan ga ribet.

Langsung aja ini aku tuliskan resep Pizza No Oven Paling Gampang ala #PKK (Puguh Kristanto Kitchen) andalanku yaaaa....

Eh, iya nih aku mau kasih tau dulu kala no oven yang dimaksud kali ini juga bukan pake teflon ya. Melaikan pake rice cooker alias mejikom. Jadi super gampang banget tinggal set alarm. Angkat dan jadi deh!

Nah, ini dia Resep Pizza No Oven Paling Mudah




Bahan Roti: 
❥ Tepung Terigu 18 sdm
❥ 1/2 sdt Ragi Instan (Permifan)
❥ 1 sdm Gula Pasir
❥ 1 sdm Minyak Goreng
❥ 7-8 sdm Air
❥ Sejumput Garam

Bahan Isian/ Topping:
❥ Saus Tomat
❥ Saus Sambel
❥ Saus spagheti yang bolognaise
❥ Sayuran (aku pake buncis, pas adanya itu di kulkas)
❥ Paprika hijau, merah, kuning (jika ada. Aku sih ga ada. LOL)
❥ Bawang Bombay
❥ Sosis
❥ Nugget
❥ Keju (Aku pakenya Cheddar, Kalo ada Mozzarella boleh banget. Atau pake yang Quick Melt tp jangan kebanyakan soalnya too salty dan bikin asam)

Intinya, topping sesuka kamu. Sesuai selera. Seadanya apa. Gitu.

❥ margarin buat olesan panci teflon/ mejikom



Cara Membuat: 


Bikin roti dengan cara mencampur bahan-bahannya. Kemudian uleni sampe kalis. Bisa pakai cara asyik yang kubilang tadi tuh. Dibanting aja. Wk.

Perlu diperhatikan agar waktu memasukkan garam jangan didekatkan ragi ya. Biar raginya ga mati. Kalau air 7 sendok makan dirasa kurang, boleh tambah 1 sendok lagi.


Setelah adonan kalis diamkan 30 menit. Setelah itu kempeskan adonan dan langsung digepengin. Caranya adalah dengan digilas. Aku pake botol sirup. Ohohoohhoo.. Gilas tipis sesuai ukuran panci rice cooker atau mejikom kamu.

Lalu, bikin pinggirannya dengan menggulungkan sosis. Jangan lupa juga rotinya ditusuk-tusuk dengan ujung garpu biar ada rongga saat dimasak. Ga menggelembung gitu.

Barulah oleskan saus-saus yang ada. Berhubung aku bikin untuk sekalian makan sama Baby Faraz, jadinya ga pake saus sambel ya. Aku cuma pake saus Bolognaise itu aja. Bagusnya juga, dalam sausnya udah ada cincangan daging kan. Nyaaaaaam.... Mayan nambahin topping.

Kemudian, susun irisa dan topping lainnya. Aku pakai bawang bombay, buncis yang kupotong pendek, sosis yang kupotong bulat tipis, kemudian atasnya kutaburi parutan keju. Dan terakhir adalah mayonaise yang banyak. Simply karena aku suka rasa mayonaise-nya. Kalau di resep PKK sih ga ada ya. Ehehhee...

Setelah siap, olesi panci mejikom dengan m inyak atau mentega atau margarin. Masukkan pizza yang udah dibikin tadi. Dan terakhir adalah nyalakan mejikomnya. Tunggu 40 menit. Angkat dan sajikan.



Trik kalo mejikom kamu yang manual (ga ada mode masak lain yang pakai timer otomatisnya), kamu bisa ganjel cetekan (apa ya bahasa bakunya?) dengan lidi atau tusuk gigi. Intinya, pencetan untuk masaknya itu diganel biar stay di mode masak. Karena kan otomatis kalo enteng dia suka langsung naik. Kalau diganjel gitu, kita yang atur mau dimasak seberapa lama.

Jangan lupa atur alarm kamu di 40 menit yaaaa...
Pas alarm bunyi, baru deh kamu lepasin ganjelannya. Sekalian cabut aja listriknya.
Pizza kamu dah mateng, gaeeeees....


Selamat menikmati!
Faraz doyan loooh...


Berikut video singkat pas aku bikin Pizza ini:



Selamat mencoba yaaa...
Read more »
Kreasi Menu Piring Gizi Seimbang, So Good Chicken Nugget Saus Tiram Pelangi

Kreasi Menu Piring Gizi Seimbang, So Good Chicken Nugget Saus Tiram Pelangi


Kreasi Menu Piring Gizi Seimbang, So Good Chicken Nugget Saus Tiram Pelangi. Ini adalah resep super gampil ala Alma.

Tak terasa umur Baby Faraz udah mau 3 bulan aja. Ternyata benar loh kata para tetua dan para mama berpengalaman tentang: bayi cowok mimiknya kuat.

Wuih!
Pertama kali menyusui Faraz, aku sampai meneteskan keringat sebesar biji jagung. Ditambah lagi rasa haus di kerongkongan. Rasanya seperti sedang puasa sambil lari di hari terik. Super!!!

Akhirnya, mulai menyiasati dengan siap sedia air minum di dekat tempat tidur. Tidak tanggung-tanggung, air minumnya disiapkan dalam galon 5 liter loh.

Dan surprisingly airnya habis sehari. Hahaha...

Selain haus, sinyal dari perut juga sering memanggil. Sebentar saja sudah merasa lapar. Ternyata kuat/tidaknya bayi menyusu berbanding lurus dengan rasa lapar/haus.

Sinyal dari perut dan kerongkongan itu pun memancing kreativitas Mamanya Faraz ini.

Aku jadi makin rajin memasak cemilan pun menu makanan beratnya.

Kalau mau menuruti kemauan perut sih, inginnya makan jajanan aja. Tapi, untung kesehatan bayi jadi rem keinginan itu.

Alih-alih asyik jajan asal-asalan, aku lebih memilih masak sendiri. Entah itu sekadar pancake atau sop ayam.

Eits, jangan khawatir pokoknya!
Menu cemilan dan makananku mudah dibuat. Memasaknya tidak perlu skill khusus karena masih basic banget.

Yang paling penting adalah menyiapkan bahan-bahannya. Untuk memenuhi gizi Faraz dan aku sendiri, sebisa mungkin aku memastikan porsi gizi seimbangnya.

Menu piring gizi seimbang itu mudah diingat. Intinya ada karbo, protein, sayur, dan buah.

Proporsinya adalah 35% karbo, 15% protein, 35% sayur, dan 15% buah.

Nah, salah satu suplai protein hewani yang kusuka adalah produk dari So Good. Apalagi So Good Chicken Nugget siap masak ini!


Selain sehat dan cukup kandungan gizinya (bisa lihat di kemasan). Produk nugget dari So Good itu sangat bervariasi. Ada bentuk dinosaurus dan juga bentuk huruf seperti yang kupunya ini.


Bentuk yang beragam gini ga cuma cocok untuk memancing nafsu makan anak kecil aja. Aku pribadi senang berkreasi dengan bentuk-bentuk lucu So Good Chicken Nugget ini.

Nah, kali ini aku masak So Good Chicken Nugget Saus Tiram Pelangi.

Hohoho...

Namanya keren ala chef kece ya?
Gimanakah rasanya???

Honestly, rasanya ini super enak.
Laris manis rebutan sama adik dan suami tuh!

Langsung saja aku bagi resep So Good Chicken Nugget Saus Tiram Pelangi ini ya...

Bahan-bahan yang dibutuhkan

Pertama, siapkan bahan-bahan masakan yang diperlukan.

Bahan dasar:
So Good Chicken Nugget rasa original

Bahan pelengkap: 
2 buah Wortel ukuran sedang
1 buah mentimun
Tauge secukupnya
Bawang daun secukupnya
8 siung Bawang merah
5 siung Bawang putih
1 buah Tomat
3 buah Cabai merah keriting
Garam secukupnya
3 sdm Saus tiram
1 sdt Kaldu bubuk
Air secukupnya
Minyak untuk menggoreng serta menumis.

Bahan masakan

Selanjutnya, cara memasaknya yang sangat sederhana.

☘ Iris semua bahan kecuali nuggetnya.

Iris bahan-bahannya

☘ Goreng So Good Chicken nugget hingga berwarna keemasan dengan api kecil.

☘ Angkat dan tiriskan nuggetnya.

Goreng So Good Chicken Nugget Alphabet

☘ Panaskan minyak untuk menumis.
☘ Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Kemudian masukkan cabai, tomat, dan bawang daun.
☘ Masukan irisan wortel dan tambahkan air secukupnya.
☘ Setelah wortel setengah matang, masukan irisan mentimun. Masak sebentar lalu masukan tauge.
☘ Tambahkan garam, kaldu bubuk, dan saus tiram. Aduk sebentar dan kecilkan api.
☘ Masukan nugget yang sudah digoreng tadi. Aduk hingga rata.
☘ Cicip untuk mengoreksi rasa kemudian matikan api.

Matikan api setelah matang

Tadaaaa!!!
So Good Chicken Nugget Saus Tiram Pelanginya sudah jadi!

So Good Chicken Nugget Saus Tiram Pelangi

Rasanya gurih dan pas sekali untuk disantap dengan nasi hangat.

Sekali masak dengan mengikuti resep ini bisa untuk porsi 4 orang.

Selamat makan!

Jangan lupa buahnya, ya!
Penuhi gizi seimbang harian kita sesuai porsi piring gizi seimbang agar sehat selalu!

Mudah sekali kan?

Busui makan lahap deh! MengASIhi Faraz membuat happy berlipat ganda. Aku bisa main sama Faraz dan memandang wajah imutnya sambil makan makanan sehat bergizi setiap hari. Alhamdulillah.

Yuk, coba recook resep So Good Chicken Nugget Saus Tiram Pelangi ini sebagai varian menu di piring gizi seimbang kamu!

Artikel ini akan diikutsertakan di dalam Lomba Blog Kreasi Menu Gizi Piring Seimbang So Good.
Read more »
Beli Cireng di Muara Enim

Beli Cireng di Muara Enim

Beli cireng online di muara enim

Assalamualaikum, Temen-temen.
Apa kabar semua?
Semoga sehat selalu yeeesss...

Mau berbagi kebahagian nih, ahhahaa...
Seneng banget bisa jajan aci goreng alias si cireng ini nih.

Dipicu oleh nafsu makan yang lagi ga baik, alhasil segala makanan dibayangin dan jadi kepengen x_x

Aslinya pengen cilok kukus SD Isola.
Itu loh cilok yg ada isi tetelan alias gajih bin kikil sapi. Anget-anget dari kukusan trus dikasih kuah kacang dan bubuk bawang goreng. Nyaaaammm...

Ini tuh jajanan khas tanah sunda yang pastinya banyak banget ditemuin di sana dengan segala bentuk kemasannya. Ada yang dijual ekslusif di kedai makan ternama, ada yang dijual mang-mang keliling pake gerobak, atau yang udah mangkal di deket sekolah-sekolah. Hehehe...

Nah, cilok kukus yang lagi aku bayangin tadi itu yang khas mangkalnya di depan SD Isola. Lokasinya di Jl. Gegerkalong Girang say...

Jangan kaget kalo dia ngga pake store kece or apalah-apalah...
Tapi insyaallah enak dan bersih kok ^^
Selalu hangat dan sukses bikin aku mau lagi dan lagi.

Tapi, berhubung udah jauh, ga mungkin dong aku ke gerlong buat jajan cilok aja. Atau minta dikirimin cilok isola hahaa...
Pasti beda rasanya kalo nggak makan di sana. Secara udah nggak haneut deui... 

Well, tapi aku udah ngantongin resep bikin cilok kukus pake isi gajih itu. Resepnya dari my brother, Ozzi yang emang adalah chef handal besutan UPI, yang bentar lagi mau wisudaaa yeeeeaaay...

Selamat ya dekkuuuu... *proudofyou

Nanti kalo bahan udah ready, resep Ozzi bakal kita eksekusi dan aku share yaaa.

Eh, udah follow IG-ku yang tempat sharing resep ala-ala belum? Follow yaaaa...
@dapur_alma *ThankYou

***
Nah, lupakan sejenak tentang si cilok kukus karena akhirnya aku menemukan sodaranya.

Yup! 
Inilah Cireng a.k.a Aci digoreng!

Biasanya yang model gini suka dijual di toko oleh-oleh, di Borma and friends juga suka ada.

Nah, tau nggak?
Ini cirengnya aku dapet di Muara Enim loooh...

Ada sih, di mang gerobak gorengan. Cireng seribuan satu tapi ga ada bumbu kacang or sambel rujaknya. Nah, kalo yang ini kan lengkap. Asyiiik!

Beli cireng rujak delivery muara enim
Belinya dari IG @cireng.muaraenim
Pertama-tama, aku nyari di Instagram tuh kira-kira di Muara Enim ada kulineran apa aja yaaa?

Tapi, emang kayanya belum rame yg jualan di medsos. Apalagi emang di sini ga ada angkot atau ojek online buat bisa dititipin jajan (maklum aku belum berani bawa kendaraan sendiri).

Beberapa tempat jajan di Kota Kabupaten Muara Enim ini udah familiar sama IG. Tapi sebatas update keadaan dan branding aja. Pengennya sekalian ada update menu dan layanan delivery kan biar enak *ngarep.

Well, setelah nyobain tagar ini-itu dan uyuhan scrolling satu per satu, akhirnya nemu akun ini. Setelah dilihat, ternyata lumayan update. Bahkan ada postingannya yang baru 7 menit di-upload pas aku liat akunnya. Siiip...

Barangkali yang di Muara Enim pengen jajan cireng

Kucatat nomor kontaknya setelah komen di salah satu fotonya. Order-nya gampang dan kebetulan ownernya tinggal di komplek sekitaranku. Hehehe...

Beli rujak cireng di muara enim cod
Cireng beku. Tinggal digoreng aja. 
Segera setelah cirengku datang, dianterin sama kakak kurir ojek konvesional, langsung kita eksekusi.  yihaaaa...

Oya, buat COD (Cash on Delivery) dengan jasa ojek ini, saya bayar 5000 rupiah. Harga cirengnya sendiri 20.000 rupiah, isi 20 biji. Ada pilihan rasa original dan keju.

Jajan cireng online muara enim
Yummy!!! 
Cara masaknya gampang banget.
Di kemasan udah ada instruksinya kok.
Karena ini cireng beku, masak agak lama yaaa biar matang sempurna.

Pake api kecil dan keadaan minyak udah betul-betul panas waktu masukinnya.
Aku lebih ke metode deep fry sih alias pake minyak banyak biar kerendem. Hehehe...

Selamat makan! ❤
Tadaa...
Rujak cireng udah jadi niiih.
Selamat menikmati.

Sekali goreng tadi 6 biji dan habis kulahap semua. Omaigot!!! 😋

Cirengnya enak dan sambel rujaknya pedes. Aku lagi ngurangin pedes jadi ga terlalu dirujak cirengnya hehe.

So, buat kamu yang di Muara Enim mau jajan cireng bisa kontak akun itu tuh. Bisa juga kok dikirim di sekitaran Muara Enim, Palembang, dll.  Secara kan itu frozen food yaaa...

Happy tummy! Happy me!

Itulah cerita jajan cireng hari ini. Hahaha...
Happy is really that simple yah.

Makasih buat mbak owner @cirengmuaraenim buat layanannya yang memuaskan.
Maaf aku lupa tanya nama mbaknya pas pesen tadi 😁

Oya, doi juga jual kebab mini (frozen juga) jadi ntar tinggal goreng aja. Daaan ada cheese cake yang in the cup gitu. Kalo cheese cake, doi jualnya by order. So, kalo ada yang pesan baru dibuatin. Jadinya fresh! Tapi aku baru nyobain cireng aja sih.

Okay, segitu dulu cerita kita hari ini yaaah.

Salam sayang dari Alma Wahdie.
Love and Share! 
Read more »
Martabak Legit, Martabak Manis a.k.a Terang Bulan

Martabak Legit, Martabak Manis a.k.a Terang Bulan

Semenjak ga jadi penghuni gerlong girang lagi, agak kudet dengan perkembangan kulinernya.
hahhaa... Walaupun selama di sana juga ga melulu jajan sih, lebih suka ke pasar pagi-pagi trus masak sendiri deh. Selerakuuu...

Nah, waktu itu main ke gerlong dan liat lagi ada pojokan yang jual martabak manis. Selain karena warna mencoloknya yaitu kuning dan merah, ada pemandangan lain yang bikin penasaran.

RAME BANGET!!!
Kenapa ya? Enak banget ya??? *penasaran

Udah diagendain pengen jajan martabak manisnya, karena aku emang suka martabak manis ini. Kalo lagi di rumah dan nungguin ayah pulang kerja pasti ini salah satu makanan yang kita tunggu-tunggu. Terutama adekku Putri. Dia sukaaa banget martabak coklat dan kacang. Kalo si Ima, dia sukanya  martabak keju. Ima ini bisa makan keju batangan tanpa bosen looh. Akhirnya aku sadar, harusnya aku juga nyemilin keju batangan kaya dia biar minimal bisa setinggi Putri lah (ngarep setinggi Ima kayanya kebangetan hihiii,,, karena dia yang paling tinggi diantara kita berempat). Nah, adikku satu lagi, sering kubilang "kadoku atau kembaranku" soalnya kita lahir di tanggal dan bulan yang sama. Waktu dia lahir itu, aku inget banget pas bangun ayah lagi sapu-sapu kamarku dan bilang, "ada kado ulang tahun di kamar ibu". Dan Refri inilah kadoku! hehehe...
Refri atau seringnya kita panggil epi, suka martabak coklat. Emmm, keju juga sih, coklat jugaa, ah dia mirip akuah, ga terlalu pilih-pilih banget soal martabak manis. Yah, namanya juga kembaran kan (*maksa).

Akhirnya, setelah beberapa kali bilang pengen beli martabak yang rame banget ini ke temenku, Mey Lian. Ini panggilan sayangku buat dia ehhee. Enak aja manggilnya "Mey" kaya enci-enci juga jadinya ehehehe... Singkatnya, hari itu kita beli deh satu. Nyobain, judulnya.
Aku pesen martabak keju coklat.

Daaaan, akhirnya aku tahu kenapa pojok martabak ini rame banget. Ternyata murah harganya, hmmm sudah kuduga. Nih liat daftar harganya:

Hanya 16.000 rupiah dan itu rata-rata 2 rasa loohh....

Terus, ada penawaran lain yang bunyinya begini:

Apaaaa???!!! Murah bingiiiit!!!

What?!! Kok bisa???
Iya, kalo kamu bertanya-tanya begitu, aku juga.
Jadi, kalo beli 2 masing-masing seharga 15.000 rupiah doang! WOW!!! Jadi enak dong akunya hihii..
Pas liat harga ini, aku sih ga bisa kepedean nebak kalo ini bakalan enak. Bukan kenapa-napa sih, karena biasanya aku suka beli itu untuk 2 rasa kaya yang aku pesen (keju + coklat) harganya 28.000 rupiah. Nah loh!

Ada mbak-mbak yang juga beli di sana dan sabar menanti kaya aku juga. Sttt... antreannya lumayan panjang loh :D Kutanya deh ke  mbak-ny:
Aku: "Mbak, udah sering beli di sini?"
Dia: "Udah beberapa kali sih. Enak soalnya, murah lagi."
Aku: "Iya ya, murah. Suka beli yang rasa apa?"
Dia: "Aku suka yang kejunya."
Aku: "Ogitu, aku baru pertama sih. Jadi pengen tau enak nggak hihihi ga sabar pengen nyoba." (padahal mbaknya ga nanya balik :D)
Dia: "Iya, mbak. Cobain deh, enak kok. Yuk, duluan yaa.."

Dan dia pun berlalu karena pesenannya udah beres. Nomor pesenanku, 79! Udahlah yaa, sekalian nungguin, kepoin aja langsung ke yang punya. Siapa tau bisa buka usaha juga. LOL

Ini dia yang punya pojokan martabak legit ini. Yuk, kita kenalan.

Owner Martabak Legit Gerlong Girang, Pak Hudaya.
Namanya Pak Hudaya. Beliau ini adalah owner usaha martabak legit ini. Dari info yang disampaikan oleh Pak Hudaya, pembeli martabak manis maupun martabak asin di tempatny ini emang rame banget. Buka tiap hari mulai pukul 14.30 WIB sampe seabisnya (kadang jam 20.00 wib udah beres-beres pulang loh, laris banget), bisa menghabiskan kurang lebih 100 kotak per harinya. Ehmm... mayan banget kan ya.

Jadi, martabak legit ini adalah salah satu usaha franchise loh.
Dalam payung usaha ini ada label dagang, martabak mandarin, Good time dan martabak legit ini.
Untuk omset hariannya, pak Hudaya bilang bisa sampai 2,3 juta lebih dan penjualan terbanyak untuk martabak manisnya itu yang rasa keju coklat dan keju pisang. No wonder lah yaaa... aku juga suka itu :D Ada banyak cabang martabak legit ini. Beberapa diantaranya di Jl. Tubagus Ismail (dago), Pasantren (Cimahi) dan beberapa wilayah lainnya.

Buat kamu yang tinggal di sekitaran Setiabudhi, mampir aja ke cabang yang ini di Jl. Gegerkalong Girang (depan SD Isola). Ga akan susah ketemunya, cari aja di sebelah kiri, warna kuning merah dan rameee yang antre ;-)

Tulisannya gede gini gampanglah ketemunya^^

Tampilan pojokannya.

Yang beli antre, pegawainya cekatan nyiapin pesenan^^
Nomor pesanan 79. Berarti ini adalah kotak ke 79 penjualan hari ini. Padahal aku beli jam 19.00 WIB. Waah... Makin malem makin rame dong, atau malah pada keabisan ya? hehehe...

Tadaaa....
Kalo kalian perhatiin, coba apa bedanya martabak ini dengan martabak kebanyakan?
Kalo aku pribadi sih, ngeliat dari kemasannya aja udah beda. Kemasannya lebih lebar tapi ramping. Kalo martabak biasa kan kemasannya kecil tapi tinggi gitu.
Yup! Dari kemasan dan penampakannya ini, bisa diliat bahwa martabak ini ukurannya lebih lebar daripada martabak kebanyakan. Lalu, apakah artinya lebih banyak???
Menurutku sih, nggak ya.
Emang ukurannya lebar, tapi adonannya pipih alias ga tinggi mengembang, jadi kalo dibandingin ya sama aja sebenernya. Waktu di sana itu, aku liat emang ukuran loyangnya memang lebar dan kayanya dengan takaran adonan yang sama, sementara loyangnya lebar jadilah begini.
Diameter lebih lebar tapi pipih. So, untuk kuantiti, sama aja dengan martabak kebanyakan.
Soal rasa?
Kalo makan martabak panas-panas pasti enak kan yaaa...
Aku pribadi, menilai enak nggaknya cake (aku masukin ini ke jenis itu, cersi aku ya^^), pas dia dimakan dingin. Apakah keras, atau tetap empuk.
Kalo martabak biasa yang suka kumakan, biasanya kalo dingin udah ga enak teksturnya, jadi remah-remah gitu alias rada mengeras. Nah, martabak legit ini justru enak karena biarpun dingin, teksturnya tetap empuk dan lembut. Jadi, aku lebih pilih ini sih.
Nilai plus-plusnya lagi...
Harganya hemaat bingiiit hihihi...
Alhamdulillah ya^^
Adonannya tipis karena loyangnya lebar
Panas-panas enak, dingin juga tetep empuk alias ga keras
 Itu deh review aku tentang martabak legit ini. Pas banget lah dia lokasinya deket kampus. Banyak pilihan deh buat para mahasiswa yang mau makan enak, bisa keroyokan, dan murah^^

Kamu mau cobain rasa apa hayo???
Yuk, langsung ke TKP aja!
Read more »

BloggerHub Indonesia