-->
Resep Pizza No Oven Paling Mudah

Resep Pizza No Oven Paling Mudah


Assalamualaikum, Teman-teman.
Kali ini aku mau membagikan sebuah resep pizza no oven yang paling mudah. FYI, aku adalah penggemar roti-rotian. Termasuk lah pizza salah satunya. Nah, aku juga suka sekali bereksperimen dengan ragam masakan rumahan yang enak di dapur. Beberapa resep pizza yang katanya gampang sudah sering kucoba. Tapi, resep ini yang benar-benar gampang menurutku.

Kalau kita ngomongin gampang atau nggak-nya Pizza, yang kita maksud adalah bikin roti (dough) itu ya. Kalau soal toping mah kan gampang. Tinggal tabur-tabur, oles-oles aja. He He He...


Bagi teman-teman yang bikin roti manual kaya aku alias modal tangan buat nguleninya, jangan sedih. Kamu ga sendiri. Ahahaahhaa...

Tadinya aku ngerasa males bikin rerotian karena kadang capek banget pas nguleni adonan biar kalis sempurna. Nah, semenjak tau salah satu teknik asyiknya, udah ga bermasalah lagi deh bikin roti gitu. Walupun yaaah, kalo pake mixer atau cooper khusus tentu lebih terbantu dan efisien juga dong.

Teknik asyik bikin adonan roti kalis yang aku pake akhir-akhir ini adalah dengan membanting adonan.  Iya. Dibanting. Lempar-lempar aja dari tinggi sampe jatuhnya ke baskom tempat nguleni tuh bunyi bakbuk kaya digebukin, Hahhahaa....

Paling banter 20 kali dibanting gitu udah halus alias kalis adonannya. Bagus kan kalo lagi kesel bikin roti aja. Energi jadi tersalurkan. Ahahhahaaa....

Oya, dari berbagai tutorial (((tutorial))) bikin Pizza yang pernah kutonton di YouTube, ada Pizza garing alias pizza crispy yang aku suka. Dari resepnya channel Hidupku Sebagai Debby. CMIIW.

Mbak Debby itu ngajarin untuk pake alas yang tipis dan dibolongin gitu pas manggang pizza-nya. Atau kalo manggangnya pake teflon, bikin adonannya tipis- tipis aja. Gitu.

So far, resepnya itu suka aku pake juga sih selama ini. Sampai aku nonton resep pizza di channel Puguh Kristanto Kitchen itu. Aku mulai pake resepnya Mas Puguh terus. Super gampang, bahannya sederhana, seadanya, dan ga ribet.

Langsung aja ini aku tuliskan resep Pizza No Oven Paling Gampang ala #PKK (Puguh Kristanto Kitchen) andalanku yaaaa....

Eh, iya nih aku mau kasih tau dulu kala no oven yang dimaksud kali ini juga bukan pake teflon ya. Melaikan pake rice cooker alias mejikom. Jadi super gampang banget tinggal set alarm. Angkat dan jadi deh!

Nah, ini dia Resep Pizza No Oven Paling Mudah




Bahan Roti: 
❥ Tepung Terigu 18 sdm
❥ 1/2 sdt Ragi Instan (Permifan)
❥ 1 sdm Gula Pasir
❥ 1 sdm Minyak Goreng
❥ 7-8 sdm Air
❥ Sejumput Garam

Bahan Isian/ Topping:
❥ Saus Tomat
❥ Saus Sambel
❥ Saus spagheti yang bolognaise
❥ Sayuran (aku pake buncis, pas adanya itu di kulkas)
❥ Paprika hijau, merah, kuning (jika ada. Aku sih ga ada. LOL)
❥ Bawang Bombay
❥ Sosis
❥ Nugget
❥ Keju (Aku pakenya Cheddar, Kalo ada Mozzarella boleh banget. Atau pake yang Quick Melt tp jangan kebanyakan soalnya too salty dan bikin asam)

Intinya, topping sesuka kamu. Sesuai selera. Seadanya apa. Gitu.

❥ margarin buat olesan panci teflon/ mejikom



Cara Membuat: 


Bikin roti dengan cara mencampur bahan-bahannya. Kemudian uleni sampe kalis. Bisa pakai cara asyik yang kubilang tadi tuh. Dibanting aja. Wk.

Perlu diperhatikan agar waktu memasukkan garam jangan didekatkan ragi ya. Biar raginya ga mati. Kalau air 7 sendok makan dirasa kurang, boleh tambah 1 sendok lagi.


Setelah adonan kalis diamkan 30 menit. Setelah itu kempeskan adonan dan langsung digepengin. Caranya adalah dengan digilas. Aku pake botol sirup. Ohohoohhoo.. Gilas tipis sesuai ukuran panci rice cooker atau mejikom kamu.

Lalu, bikin pinggirannya dengan menggulungkan sosis. Jangan lupa juga rotinya ditusuk-tusuk dengan ujung garpu biar ada rongga saat dimasak. Ga menggelembung gitu.

Barulah oleskan saus-saus yang ada. Berhubung aku bikin untuk sekalian makan sama Baby Faraz, jadinya ga pake saus sambel ya. Aku cuma pake saus Bolognaise itu aja. Bagusnya juga, dalam sausnya udah ada cincangan daging kan. Nyaaaaaam.... Mayan nambahin topping.

Kemudian, susun irisa dan topping lainnya. Aku pakai bawang bombay, buncis yang kupotong pendek, sosis yang kupotong bulat tipis, kemudian atasnya kutaburi parutan keju. Dan terakhir adalah mayonaise yang banyak. Simply karena aku suka rasa mayonaise-nya. Kalau di resep PKK sih ga ada ya. Ehehhee...

Setelah siap, olesi panci mejikom dengan m inyak atau mentega atau margarin. Masukkan pizza yang udah dibikin tadi. Dan terakhir adalah nyalakan mejikomnya. Tunggu 40 menit. Angkat dan sajikan.



Trik kalo mejikom kamu yang manual (ga ada mode masak lain yang pakai timer otomatisnya), kamu bisa ganjel cetekan (apa ya bahasa bakunya?) dengan lidi atau tusuk gigi. Intinya, pencetan untuk masaknya itu diganel biar stay di mode masak. Karena kan otomatis kalo enteng dia suka langsung naik. Kalau diganjel gitu, kita yang atur mau dimasak seberapa lama.

Jangan lupa atur alarm kamu di 40 menit yaaaa...
Pas alarm bunyi, baru deh kamu lepasin ganjelannya. Sekalian cabut aja listriknya.
Pizza kamu dah mateng, gaeeeees....


Selamat menikmati!
Faraz doyan loooh...


Berikut video singkat pas aku bikin Pizza ini:



Selamat mencoba yaaa...
Read more »
Merasakan Lapis Kukus Tugu Malang: Oleh-oleh Kera Ngalam.

Merasakan Lapis Kukus Tugu Malang: Oleh-oleh Kera Ngalam.


Kemarin malam aku begadang lalu dibawakan Lapis Kukus Tugu Malang. Aku menunggu adikku datang dari Malang. Info awal bahwa pesawat transit dari setelah penerbangan dari Malang, yang akan ditumpanginya mengubah jadwal keberangkatannya. Pukul 20.00 WIB baru akan tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Artinya, baru akan tiba di rumah pada pukul 22.00 WIB. Jarak rumah kami dari ibukota harus ditempuh dalam 2 jam perjalanan normal.

Sayang beribu sayang, adikku harus menunggu lebih lama lagi di Bandara Soetta sana. Pesawatnya mundur lagi. Baru akan berangkat jam 22.00 WIB dari sana. Delayed.


Well, semacam rahasia umum sih.
Tapi yang penting sampai dengan selamat. Aaamin.

Landing di Palembang pukul 22.47 WIB. Belum ditambah waktu tunggu bagasi. Sampai di rumah sudah dini hari. Pukul 1.41 WIB. Masyaallah.

Baby F pun bangun saat Cicik-nya tiba. Sempat main-main hingga akhirnya tidur lagi puk setengah tiga. Kami pun ikut terlelap. Ayah dan ibu yang sedari sore menunggu di bandara pun nampak kelelahan.

Sampai esoknya baru kutahu ada jajanan enak bawaan sang adik. Nyaaaaam!


LAPIS KUKUS TUGU MALANG


Aku: Beli dimana nih, Dek?Adek: Belinya di outlet yang di Jalan SuHat alias Sukarno Hatta. Hehehe.

Nampak lezat kan?
Taburan kejunya rame! Bikin ngiler.
Itu untuk varian rasa Telo Keju.

Nah, satu lagi ada varian rasa Brownies Coklat. My fave! Karena kusuka coklat, kalo ada 2 varian begini ya aku jelas bakal nyomot yang coklat duluan. LOL

Kebetulan adikku beli 2 varian rasa ini. Jadi, aku bisa nyobain keduanya. Karena aku penasaran ada varian apa saja yang diproduksi oleh Lapis Kukus Tugu Malang ini, akhirnya aku intip akun sosial medianya.

Ternyata Telo Keju ini adalah varian terbarunya loooh...

Asyik!


VARIAN


Hasil intip-mengintip akun Instagram @lapistugumalang seperti yang tertera di kemasannya, aku pun tahu bahwan Lapis Kukus Tugu Malang ini punya 6 varian.

  1. Original 25k
  2. Coco Pandan 25k
  3. Talas Keju 28k
  4. Brownies Keju 28k
  5. Brownies Coklat 28k
  6. Telo Keju 25k
Nyaaaaam... 



KEMASAN



Kemasannya ini seperti kemasan kue lazimnya. Yaitu dus kertas yang dilaminating doff. Yang kusuka adalah pemilihan warna dominannya: hitam.

Warna dominan hitam ini membuat tampilannya terkesan elegan.

Lalu pemilihan bentuk huruf (font) pada Logo, tag line, dan informasi varian juga menarik.

Juga tata letak semua ornamen pendukungnya yang apik. Seperti foto dan grafik lainnya.


Di salah satu sisi kemasan Lapis Kukus Tugu Malang ini ada informasi wisata di Kota Malang. Sebut saja Omah Kayu Batu Malang yang jadi highlight pada kedua kemasan ini.

Bagus sekali Malang membungkus oleh-olehnya dengan bekerja sama menyuarakan potensi wisata di sana.

Thumbs up!



Saat dus kemasan dibuka, ada kertas roti yang menjadi alas sekaligus penutup lapis kukus ini. Sudah dicetak manis juga lengkap dengan informasi kontak dan akun sosial medianya pada kertas tersebut.

Tak lupa tersemat sebuah pisau plastik untuk memotong kue lapis kukus lezat ini. Udah ga perlu nyari-nyari pisau lagi kan?


CITA RASA


Pertama, aku bakal kasih tahu apa rasanya Lapis Kukus Tugu Malang varian Brownies Coklat. Karena ini adalah yang pertama kali kucomot kan yaaaa... Hihihi

Dari tampilan antar keduanya, Brownies coklat ini tidak terlalu mengembang seperti varian Telo Keju-nya.


Lihat?
Yang kuning ini adalah varian terbaru dari Lapis Tugu Malang.

Lebih tinggi alias lebih bervolume kan ya??? Mari kita bandingkan rasanya!

Telo keju ini rasanya kaya ubi jalar alias telo. Yaiyalah ya dari namanya aja udah tau. Manisnya pas dan kejunya banyak.

Tapi ga tau kenapa, menurutku kejunya nggak terlalu ngeju. Hehhehee...

Soal rasa itu memang relatif. Misal, aku penggemar coklat, jelas akan ada preferensi untuk memilih coklat dibanding varian lainnya.


Dan bagiku, varian rasa Coklat belum ada tandingannya. Rasanya pas ga terlalu manis. Bahkan pahitnya coklat masih agak terasa. Itu yang kusuka.

Kue lapis kukusnya full coklat dan toppingnya juga serutan dark coklat. Makin coklat kaaaaan? Mantap!

Kesimpulannya, kulebih suka yang varian rasa coklat dibandingkan varian rasa terbarunya Lapis Kukus Tugu Malang, Telo Keju.


Nah, kalo Baby F malah suka nyomotin keju topping Telo Keju ini. Hehehe...

So, kedua varian ini dapet poin 1:1 dari kami berdua. Mamanya suka yang coklat dan anaknya suka yang Telo Keju.

Lapis Kukus Tugu Malang ini enak banget buat oleh-oleh. Kemasannya bagus dan udah ada pisaunya. Trus, rasanya juga enak dengan harga yang ramah di kantong.

So, kalau kamu lagi ke Malang cicipin deh jajan kane kera ngalam ini. Maknyosssoooo!!!

Kamu tim Telo Keju apa tim Coklat hayooo????
Read more »
Kreasi Menu Piring Gizi Seimbang, So Good Chicken Nugget Saus Tiram Pelangi

Kreasi Menu Piring Gizi Seimbang, So Good Chicken Nugget Saus Tiram Pelangi


Kreasi Menu Piring Gizi Seimbang, So Good Chicken Nugget Saus Tiram Pelangi. Ini adalah resep super gampil ala Alma.

Tak terasa umur Baby Faraz udah mau 3 bulan aja. Ternyata benar loh kata para tetua dan para mama berpengalaman tentang: bayi cowok mimiknya kuat.

Wuih!
Pertama kali menyusui Faraz, aku sampai meneteskan keringat sebesar biji jagung. Ditambah lagi rasa haus di kerongkongan. Rasanya seperti sedang puasa sambil lari di hari terik. Super!!!

Akhirnya, mulai menyiasati dengan siap sedia air minum di dekat tempat tidur. Tidak tanggung-tanggung, air minumnya disiapkan dalam galon 5 liter loh.

Dan surprisingly airnya habis sehari. Hahaha...

Selain haus, sinyal dari perut juga sering memanggil. Sebentar saja sudah merasa lapar. Ternyata kuat/tidaknya bayi menyusu berbanding lurus dengan rasa lapar/haus.

Sinyal dari perut dan kerongkongan itu pun memancing kreativitas Mamanya Faraz ini.

Aku jadi makin rajin memasak cemilan pun menu makanan beratnya.

Kalau mau menuruti kemauan perut sih, inginnya makan jajanan aja. Tapi, untung kesehatan bayi jadi rem keinginan itu.

Alih-alih asyik jajan asal-asalan, aku lebih memilih masak sendiri. Entah itu sekadar pancake atau sop ayam.

Eits, jangan khawatir pokoknya!
Menu cemilan dan makananku mudah dibuat. Memasaknya tidak perlu skill khusus karena masih basic banget.

Yang paling penting adalah menyiapkan bahan-bahannya. Untuk memenuhi gizi Faraz dan aku sendiri, sebisa mungkin aku memastikan porsi gizi seimbangnya.

Menu piring gizi seimbang itu mudah diingat. Intinya ada karbo, protein, sayur, dan buah.

Proporsinya adalah 35% karbo, 15% protein, 35% sayur, dan 15% buah.

Nah, salah satu suplai protein hewani yang kusuka adalah produk dari So Good. Apalagi So Good Chicken Nugget siap masak ini!


Selain sehat dan cukup kandungan gizinya (bisa lihat di kemasan). Produk nugget dari So Good itu sangat bervariasi. Ada bentuk dinosaurus dan juga bentuk huruf seperti yang kupunya ini.


Bentuk yang beragam gini ga cuma cocok untuk memancing nafsu makan anak kecil aja. Aku pribadi senang berkreasi dengan bentuk-bentuk lucu So Good Chicken Nugget ini.

Nah, kali ini aku masak So Good Chicken Nugget Saus Tiram Pelangi.

Hohoho...

Namanya keren ala chef kece ya?
Gimanakah rasanya???

Honestly, rasanya ini super enak.
Laris manis rebutan sama adik dan suami tuh!

Langsung saja aku bagi resep So Good Chicken Nugget Saus Tiram Pelangi ini ya...

Bahan-bahan yang dibutuhkan

Pertama, siapkan bahan-bahan masakan yang diperlukan.

Bahan dasar:
So Good Chicken Nugget rasa original

Bahan pelengkap: 
2 buah Wortel ukuran sedang
1 buah mentimun
Tauge secukupnya
Bawang daun secukupnya
8 siung Bawang merah
5 siung Bawang putih
1 buah Tomat
3 buah Cabai merah keriting
Garam secukupnya
3 sdm Saus tiram
1 sdt Kaldu bubuk
Air secukupnya
Minyak untuk menggoreng serta menumis.

Bahan masakan

Selanjutnya, cara memasaknya yang sangat sederhana.

☘ Iris semua bahan kecuali nuggetnya.

Iris bahan-bahannya

☘ Goreng So Good Chicken nugget hingga berwarna keemasan dengan api kecil.

☘ Angkat dan tiriskan nuggetnya.

Goreng So Good Chicken Nugget Alphabet

☘ Panaskan minyak untuk menumis.
☘ Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Kemudian masukkan cabai, tomat, dan bawang daun.
☘ Masukan irisan wortel dan tambahkan air secukupnya.
☘ Setelah wortel setengah matang, masukan irisan mentimun. Masak sebentar lalu masukan tauge.
☘ Tambahkan garam, kaldu bubuk, dan saus tiram. Aduk sebentar dan kecilkan api.
☘ Masukan nugget yang sudah digoreng tadi. Aduk hingga rata.
☘ Cicip untuk mengoreksi rasa kemudian matikan api.

Matikan api setelah matang

Tadaaaa!!!
So Good Chicken Nugget Saus Tiram Pelanginya sudah jadi!

So Good Chicken Nugget Saus Tiram Pelangi

Rasanya gurih dan pas sekali untuk disantap dengan nasi hangat.

Sekali masak dengan mengikuti resep ini bisa untuk porsi 4 orang.

Selamat makan!

Jangan lupa buahnya, ya!
Penuhi gizi seimbang harian kita sesuai porsi piring gizi seimbang agar sehat selalu!

Mudah sekali kan?

Busui makan lahap deh! MengASIhi Faraz membuat happy berlipat ganda. Aku bisa main sama Faraz dan memandang wajah imutnya sambil makan makanan sehat bergizi setiap hari. Alhamdulillah.

Yuk, coba recook resep So Good Chicken Nugget Saus Tiram Pelangi ini sebagai varian menu di piring gizi seimbang kamu!

Artikel ini akan diikutsertakan di dalam Lomba Blog Kreasi Menu Gizi Piring Seimbang So Good.
Read more »
Review Kafe Papi Frank di Prabumulih

Review Kafe Papi Frank di Prabumulih



Assalamualaikum, Teman- teman.
Aku mau sharing tentang tempat jajan dan nyantai yang nyaman banget di Kota Prabumulih.

Prabumulih adalah salah satu kota administratif di daerah Sumatera Selatan. Kalo dari Palembang butuh waktu 2,5 - 3 jam ke sana (di luar macet). Dari Palembang ke Prabumulih, kamu bakal ngelewatin kampungku. Bilang- bilang ya kalo mau ke Prabu, biar bisa mampir 😉

Prabu, begitu kami sering menyebutnya, adalah kota kecil yang ramai. Dibanding ibu kota kabupaten kampungku, Muara Enim, menurutku Prabu ini lebih maju.

Baca juga: Angkringan COD Tempat Nongkrong di Muara Enim

Fasilitas kesehatan umum seperti rumah sakit aja ada 4. Belum lagi klinik yang bertebaran. Di Prabu ini juga sedang dibangun Mall. Namanya Citimall, sama seperti di kota Lahat. Di Muara Enim mah nggak ada nggak tau bakal ada atau nggak.

Di sana juga ada outlet KFC loh. Gede lagi! Di mataku, kalo suatu tempat di Indonesia ada KFcnya berarti rame. Secara masyarakat kita kan akrab banget sama ayam goreng itu. Hohohoho...

Belum lagi pasar tradisional Prabumulih yang mulai dirapikan.  Ditata sedemikian rupa dengan desain los pasar yang ada jembatan penyeberangan dengan aksesoris patung nanas, ikon kota.

Bahkan kafe serta tempat nongkrong tematik yang mulai marak. Sebut saja tempat ngopi dan tempat makan santai yang instagramable.

Salah satunya ada Papi Frank.
Sebuah kafe yang membidik kawula muda Kota Prabumulih. Lokasinya dekat balai kota, relation di sisi kiri jalan kalo dari arah Palembang.

Waktu aku masih di pulau seberang, adekku kirim foto saat sedang jajan di sana. Tempatnya terlihat nyaman dan cantik.



Benar saja, saat aku ke sana tempatnya oke. Ada beberapa ruko yang disinyalir satu manajemen. Paling ujung ada salon dan tempat cuci mobil. Ruko kedua ada tempat yang kulihat tampaknya arena bermain anak dengan tema Barbie. Dan paling ujung ialah ruko yang ditempati Papi Frank.



Rukonya lebih besar. Mungkin gabungan 2- 3 pintu. Di bagian luar ada meja payung untuk pelanggan yang merokok nampaknya. Juga di lantai atas yang tangganya dari luar sebagai area makan terbuka.



Dengan animo para pemilik akun sosmed yang ingin memberikan "kepuasan" pada pengikutnya. Postingan akun yang berbasis foto seperti IG dan Pinterest tentulah menuntut tampilan apik, cantik, nan ciamik. *Pemborosan kata. Redundant! 😅

Akhirnya, tempat makan pun menyediakan ruang pengaktualisasian diri ini melalui tema- tema di pondokannya.

Ada kafe dengan tema retro, shabby yang imut- imut, warna pastel yang menenangkan, kebun, komik, super hero, dan lain sebagainya. Dengan memberikan tema berbeda untuk tampilan tempat makannya, para pebisnis ini memiliki poin plus, diantaranya:

Menjadi pusat perhatian. Tempat baru dengan tampilan yang unyu pastinya bakal membuat orang penasaran. Selain karena rasa ingin tahu, tema- tema tersebut bisa jadi materi untuk postingan di akun sosmed. Kalo sudah masuk sosmed, tampilan kafe yang lucu, menarik, trus di geo-tag lokasinya, kan jadi sounding!

Boom!
Inilah targetnya.

Kalo diposting di feed para influencer atau selebgram? Kebayang dong hemat berapa duit buat anggaran promosi? 👍👍👍


Masuk ke dalam kita langsung disambut kasir. Hihihi...

Saat pertama kali masuk  rasanya nyaman. Mungkin karena masih pagi siang dan belum banyak yang mampir. Kami masih merasakan udara segar tanpa asap rokok. Ruangannya juga bersih.

Sekarang banyak tempat makan sekalian tempat nongkrong yang kekinian ya?^^

Kalau dulu, tempat makan itu yang penting ada menu enak, meja dan kursi pastinya, dan lokasi strategis.


Gampangnya, tempat makan itu bakal rame kalo menunya enak, ditambah dengan lokasinya yang dekat pusat keramaian. Entah itu di dalam dan sekitaran mall, dekat sekolah ataupun kampus, bahkan di pinggir jalan yang mudak di akses.

Sekarang?
Standar menariknya suatu tempat nongkrong or makan juga bertambah lantaran maraknya pengguna media sosial alias Social Media (sosmed).

Sebut aja Instagram (IG), Facebook (Fb), Pinterest, Twitter, Path, dan banyak lagi lainnya. Hampir semua media sosial itu telah memfasilitasi penggunanya dengan fitur geo-tagging. Itu loooh yang buat check-in info kalo kita lagi di mana--- dengan siapa--- sekarang berbuat apa--- 🎤🎵🎶

Ups!
Malah nyanyi deh! 😁

Tapi beneran deh! Media sosial itu beneran kaya jadi ajang woro- woro. Dengan geo-taggingnya kita bisa tau si anu lagi makan di kafe itu tuh. Trus langsung klik aja nanti langsung diarahkan ke aplikasi peta di ponsel pintar masing- masing.

Daebaaaak!

Trus juga lagi apa, lagi merasa apa, ada semua tuh di Facebook (Fb). Aku paling suka pake fitur yg "feeling" di Fb itu. Seperti menambah makna pada postingan kita. Soalnya suka ada yang baper terus merasa tersindir biasanya. Padahal ga maksud.
Nah, fitur feeling ini menambah info kalimat yang diterbitkan kalo menurutku.

Makanya aku sendiri suka nulis feeling kalo lagi komentar postingan Fb, IG, dan lainnya dengan caraku. Begini misalnya:

"Oh My! Itu bajunya bagus banget. Belinya di mana nih? *love "

Hehehehe...
Soalnya ga ada fitur feeling kaya di Fb sih. Jadi ya tulis aja buat mengekspresikan diri. ^^

Kembali ke the Power of Social Media, para pelakon bisnis tentu tak mau menyia-nyiakan peluang yang ada dong.

Ada beberapa bagian dengan tema-tema khusus di bagian dalam kafe ini. Ada sofa dan meja besar yang cocok sekali buat rombongan, ada meja dengan kursi tinggi, juga lesehan.

Bagian mini bar juga diperlihatkan.
Jadi pelanggan bisa melihat ketika minuman atau makananya dibuat.



Buat penyuka tema shabby atau pastel berbunga-bunga ada juga nih! Temanya dapur rumahan dengan wallpaper bunga pink pastel. Lengkap beserta ornamen dapur dan chandelier unyu.


Tematik kafe ini memang harus dipikirkan konsepnya. Agar ga cepet basi dan membuat bosan. Tentu saja kualitas menu adalah yang utama. Rasa yang enak dan membuat orang jatuh cinta lah yang membuat pembeli mau repot- repot kembali lagi. Walaupun dengan keadaan tempat yang biasa saja.

Punya tempat jajan langganan yang makanannya ngangenin karena enak banget? Tapi tempatnya biasa aja, bahkan pinggir jalan pake gerobak dorong doang?

Pasti punya kan?
Memang rasa ga pernah bohong. *lha, kok kaya tagline "itu" ya? LOL
Read more »
Cari Voucher Diskon Restoran? Di sini tempatnya.

Cari Voucher Diskon Restoran? Di sini tempatnya.




Hai, Teman- teman!
Aku mau ngobrol santai tentang kecintaanku pada makanan. LOL
Well, perlu digarisbawahi bahwa memang manusia makan untuk hidup. Jangan sampai salah menempatkan menjadi hidup untuk makan yaaaa...


Suka tentang makanan kayanya emang alami deh. Karena kebutuhan makanan untuk bertahan hidup tadi membuat kita jadi akrab dengan segala hal tentang makanan ini. Jadi memang wajar kalo ada beberapa orang yang tertarik dalam bidang makanan atau kategori foodie ini.

Ada yang suka motret makanan, ada yang suka makan beneran alias kulineran, ada yang suka masak-masaknya, pokoknya beragam sekali.


Nah, aku termasuk dalam salah satu orang yang suka kategori foodie ini. Walaupun tidak terlalu menekuni dan expert,  aku lumayan sering membahas tentang makanan. Misalnya ketika ke tempat makan tertentu, aku suka bikin review ala aku pastinya. Dengan niat ngasih informasi ke pembaca barangkali ada yang mau mampir.

Waktu aku baru pindah ke Muara Enim misalnya. Aku excited banget pas suami ngajakin jajan ke restoran dan kafe ala-ala yang kayanya emang baru mulai menjamur di sana. Masing- masing punya keunggulan tersendiri dalam hal sajian menu, dekorasi tempat, dan fasilitas. Mayan kan buat bahan tulisanku yang suka foodie ini. Udah mampir makan dan foto- foto mending sekalian bikin tulisan biar kalau ada yang main ke Muara Enim bisa ikut nyobain mampir ke restoran dan kafe di sana deh! Apalagi kalo pas ada info promo dan voucher diskon. Kan lumayan bisa woro- woro ngajak pasukan hehehee....

Selain suka bikin review tentang tempat makan alias kulineran gitu, aku juga bikin akun instagram khusus buat hobi di dapurku. Alhasil, aku juga terpacu buat pengen bisa motret makanan kece ala food photographer gitu. Wk.




Yah, berbekal kamera terbaik alias kamera Hp yang kupunya, beberapa foto dan video makanan pun nangkring deh di sana. Ini murni hobi aja. Kemampuan fotografi aku masih cetek banget. Jadi foto- foto makanan di akun @dapur_alma itu ala kadarnya aja. Lumayan buat ngisi waktu luang dan refreshing kalo lagi jenuh ngurusin rumah. Karena emang akun hobi, update-nya juga sesuai situasi dan kondisi banget. Pas lagi masak dan pas mood mau fotoin step by step-nya baru deh ada postingan. Kadang malah suka pake fitur instastory yang lebih praktis. Hahhahaa...

Kalo udah begitu bolehlah yaaa aku ikut masuk dalam kategori pecinta #foodie ?
(Vote for Alma!!!) LOL


Urusan makan emang ga ada abisnya ya?
Aku pernah kangen berat sama jajanan kesukaanku, Seblak. Aku pengennya jajan seblak teteh DT (udah langganan banget karena endeeeuuuussss). Berhubung ga memungkinkan karena aku udah pindah, aku pun nyari- nyari makanan yang berkaitan di situs online.

Aku cari ke mbah gugel sampe ke IG dengan hashtag khusus. Akhirnya nemu akun yang dekat dengan rumahku. Mau tahu apa yang akhirnya kubeli??? Aku beli cireng online! Pesennya tinggal WA-an trus dianterin deh ke rumahku. Abis itu penjualnya juga ramah. Ehmmm, siapa tau nanti kalo langganan aku bisa dapet voucher diskon kan ya? *ngarep


Sekarang itu beragam tenant suka bagi- bagi voucher diskon kan ya?

Menurutku, itu sangat mendukung program emak yang Cermat Berhemat ini. Hohhohhho... Kalo dikasih voucher diskon ya mau bangetlah aku. Mayan bisa menyalurkan hobi soal foodie tadi. Bisa sekalian main ke restonya buat nyantai trus pepotoan buat di-review atau sekalian belajar foto makanan deh! Secara kan ya kalo makanan yang disajikan biasanya ciamik nan menarik. Jadi bisa bereksplorasi motoinnya. Nggak kaya tampilan makanan dapurku. LOL

Tapi, ngedapetin voucher diskon itu untung-untungan juga. Beberapa peluang dapet voucher diskon sesuai pengalamanku ya gini:


  • Biasanya dapet kalo udah makan di suatu tempat itu dengan nominal tertentu. Setelahnya dapet voucher diskon untuk kunjungan berikutnya.
  • Jajan di restoran itu, kemudian beli kalender tahunannya. Biasanya di kalender itu ada voucher diskon buat hari-hari khusus. Tinggal bawa potongan voucher dari kalender itu deh!
  • Menang lomba alias giveaway yang suka diadain restonya.
  • Menang lomba yang ga diadain restonya, tapi dapet voucher diskon restoran karena doi salah satu sponsornya.


Kurang lebih itu deh peluang buat dapet voucher jajannya. Hihihiiii...

Nah, ternyata nih yaaaa... kita nggak perlu nungguin momen-momen di atas tadi buat ngedapetin Voucher Diskon Restoran. Era digital gini tinggal pantengin aja web yang ngasih info promo vouchernya. Salah satunya website Bambideal.

Udah tau belom?



Langsung meluncur ke Bambideals ini deh!

Kamu bisa langsung milih restoran mana yang mau kamu datengin sesuai lokasi kamu atau pilih makanan yang menarik seleramu. Voucher diskonnya ga tanggung-tanggung loh! Ada sampe diskon 50% coba??? Enak banget nih narik pasukan buat nyerbu. Hehhee...

Makan enak ga pake mahal kalo ada voucher diskon gini.
Emak happy, tummy happy, kantong happy!

Yeay!!!

Read more »
Angkringan C.O.D Tempat Nongkrong Muara Enim

Angkringan C.O.D Tempat Nongkrong Muara Enim

Angkringan C.O.D Tempat Nongkrong Muara Enim


Assalamualaikum.
Salam sayang dari Kota Adipura Muara Enim.



Yeaaayy!!!
Aku mau cerita dulu nih tentang hiruk pindahan.

*Alaaah... berasa bukan native aja sih kamu, Al? Zzzzz...

Well, ternyata memang Bandung membekas dalam walaupun cuma sebentar saja aku di sana. Empat tahun di Bandung, aku belajar banyak hal. Membuka mata tentang dunia akademisi, dunia pembelajar islami (ada sedikit ilmu dari DT yang terpatri--- seenggaknya aku ga melewatkan kesempataan emas itu. Alhamdulillah.) , dunia organisasi tempat aku banyak belajar dengan kawan-kawan (tetiba nulis ini kangen anak-anak Nihao SMKAA), dunia menulis asyik bareng blogger bandung dan banyaaak pelajaran lainnya.

Intinya, I thank God for those quality time being there.

Nah, balik ke kampung halaman apakah tidak menyenangkan sampe pake acara segitunya kangen Bandung ? Belum sebulan juga.... Lagian 4 tahun doang sih di sana berasa kaya native sana aja.... Uuuh...

SENENG DOOONG! *penekanan
Mimpi apa akhirnya bisa balik ke kampung halaman- literary kampung halaman nih.
Rumah ortuku di desa Karang Endah, Kab. Muara Enim (walaupun lebih deket ke Prabumulih kalo lokasinya--- udah pernah aku gambarin di cerita JAJAN MI AYAM TERLEZAT DI PRABUMULIH ini).

"Yes, akhirnya!" --- Gitu ekspresi saking senengnya aku.
Soalan kangen Bandung, yaaah siapa aja pasti kangen dong ke sesuatu baik tempat atau makhluk yang pernah jadi bagian hidupnya *wink

Lagi-lagi skenario Allah Maha Besar nih.
Tadinya saya udah siap-siap pindah ke Banjarmasin, Kalimantan loooh.
Puji syukur ternyata pindahnya ke sini- ke Muara Enim- Kota Palembang- Sumatera Selatan.
Bersyukur bnget akhirnya malah didekatkan sama kedua ortu- both of our parents.
Kita mah ngikut aja skenario Allah yaaa... Alhamdulillah pisaaaan.

***

2 hari sampe di Palembang, aku seneng banget bisa meet-up sama kakak blogger Palembang.
Bisa dapet temen baru yang sehobi *yeaaay
Waktu itu happynya double-double soalnya meet-up sama temen yang biasa ngobrol di dumay doang. Ketemu langsung rasanya lebih spesial^^ (Ketemu Bu Rita, Mba Diba, Mba Nita, Mba Murni, Silta, Mba Fainun, Niken, Luthfi... Banyak.)

Meet-up nya seru banget . Ceritanya HIJAB DATING gituuu *love

Abis itu balik ke Muara Enim. The new episodes of my life is begin starting that day.

***

Berhubung di sini ga ada angkot, ke mana- mana kita pake ojek.
2 minggu pertama aku habisin di rumah. It's a free time!!!
Waktunya buat adaptasi sama jiran tetangga dan beberes rumah. Hohoho.
Selain diriku yang perlu adaptasi, ternyata HP-ku juga. Sempat semingguan menggerutu karena labil antara mau beli kartu provider yang acceptable di sini tapi galau kuota inet dari kartu sebelumnya masih banyak hahahaa...

Buat mengobati aku yang uring-uringan, Babang berinisiatif mengajakku 'nongkrong'.
Ada kafe baru katanya. Tipe-tipenya ala kafe santai di sana, gitu caranya ngebujukku.
Mainlah kita ke kafe baru yang dimaksud.

Namanya Angkringan C.O.D

Angkringan COD Muara Enim


C.O.D sendiri adalah singkatan dari Cemilan Orang Desa.
Menurut owner-nya yang ternyata pernah stay di Bandung, dia ambil konsep angkringan ala kafe biar ada nuansa baru di kota Muara Enim.

Yes!
Dengan era teknologi gini, anak-anak mulai tingkat SMP aja udah mulai nyari- nyari tempat asyik buat belajar or sekeddar nongkrong bareng.

"Kita lebih ke jual tempat dan suasana, sih." kata Kak Satria, owner Angkringan C.O.D ini.

Menurutku, ide Kak Satria ini bagus banget.
Dengan maraknya anak-anak melek teknologi, mereka pasti udah update dengan perkembangan di kota-kota lain. Kafe seperti ini mendukung banget buat menyalurkan ekspresi dan kebutuhan mereka.
Kalo istilah gaulnya 'Biar Kekinian'.

Idenya sendiri memang dari pengalaman dia di Bandung. Kak Satria melihat peluang ini dan menurutku dia cool. Angkringan C.O.D ini emang jual tempat dan suasana, gitu claim-nya. Tapi menurutku, tempat ini juga update banget untuk variasi menunya.

Ada menu yang lagi hits akhir-akhir ini di Palembang. SATE TAICHAN.

Sate Taichan di Muara Enim
Sate Taichan yang lagi rame di Palembang

Di Angkringan C.O.D kamu bisa nyobain sate ayam yang teksturnya lembut dan bumbu yang pas plussss pedes karena bukan pake bumbu kacang melainkan sambel ulek cabe cengek (di sini dibilangnya cabe cungak :D mirip yah)

Dan tentunya menu ala-ala angkringan pada umumnya yaaa...
Nasi dan beragam lauk yang ditusuk kaya sate (you-know-what-I-mean). Ala angkringan laah...

But, menurutku agak kagok alias nanggung sih.
Soalnya ini temanya adalah angkringan tapi kafe. Hmmmm...

It's OK actually.
Tapi, rada susah pas mau milih menu ala angkringannya itu.
Kalo di tempat angkringan kan biasanya meja rendah (pake ala-ala gerobak) biar gampang orang milih menunya. Nah, di C.O.D ini, meja menu angkringannya bareng meja order yang suka merangkap meja kasir, which is terlalu tinggi posisinya. Kurang asyik aja. Jadi, nggak nyantai milih menu angkringannya.

Kafe di Muara Enim
Menurutku jadi ga asyik milih menu angkringannya di meja ini :(


Aku pribadi prefer menu yang ditulis di lembar menu tersedia daripada ke meja angkringannya.
Ini pendapatku aja sih ^^

Daftar menu di Angkringan COD Muara Enim
Ini daftar menunya. *Harga sewaktu-waktu dapat berubah yaaa...


Dengan mengesampingkan perihal properti meja yang terlalu tinggi buat display menu angkringan itu, tempat ini patut diacungi jempol.
Mural- mural di tiap sisi dindingnya jadi ciri khas ala cafe yang bikin pengunjung betah.
Dinding ini juga oke banget buat backgrounnd foto. Hohohho...

Muara Enim kota Adipura dan kafenya
Dinding yang dihiasi mural buat latar foto. Hehehehe...
Angkringan COD Muara Enim review blogger
Suasana santai. Makan sambil main ama temen.

So, Angkringan C.O.D is Instagramable!

Trus ada fasilitas wifi yang koneksinya udah kucoba langsung. Hehehee..
Kebetulan waktu itu inet provider belum mendukung kan yaaa...
Bagi aku pribadi, tempat nongkrong itu pasti minus kalo ga ada wifi atau ada wifi tapi lelet. Wk.

Asli. Ini aku banget.
Aku bisa betah berlama-lama di sebuah tempat makan dan order berkali-kali kalo makanan dan suasananya enak dan wifinya bagus. (Menyesuaikan orderan dan wifi yang dipake hohoho...)^^

Nah, kebutuhan inet di Angkringan C.O.D udah yahud.
Mungkin variasi menunya aja lagi menurutku^^
French fries, pleaseeee. LOL

Ada juga fasilitas karaoke.
Buat kamu yang hobi nyanyi, ini enak banget.
Karaoke dengan sound yang bagus nih menurutku.
Kak Satria dan karyawan di sana seneng banget kalo kamu mau nyanyi di sana.
Suasananya very friendly.

Blogger review angkringan COD Muara Enim
Fasilitas Karaoke dengan sound system yang baik



Angkringan COD Muara Enim
Kamu bisa nyanyi sampe capek. LOL



So far, aku seneng dan Babang lebih seneng karena aku ga cemberut gegara ga bisa internetan di rumah hahahaaa...

Kalo kuliat lagi, konsepnya ada yang terilhami dari konsep Warunk Upnormal. Yaitu fasilitas main game. Hehehee...

Itu loh board game ala ular tangga, monopoli dan uno stack juga ada. Mirip kan yaaa...
Ini biar pengunjung betah nongkrongnya nih. Salut!

Nongkrong di Angkringan COD Muara Enim
Rak tempat mainan. Boleh pilih dan mainin di meja kamu^^


Next Visit? OF COURSE! ^^
Angkringan C.O.D ini adalah jenis tempat yang biasa aku pantengin.
jadi, aku seneng banget pas tau di sini mulai ada yang beginian. Kepikirna pengen punya juga. #eh

Gitu deh ceritaku tentang Angkringan C.O.D tempat nongkrong si Muara Enim.
Kalau teman- teman sedang berkunjung ke sini boleh tuh mampir buat nyicipin sate taichannya or buat nyanyi-nyanyi seru^^

Kota Muara Enim ini merupakan jalur lintas barat kalo kamu mau ke Palembang.
So, kalo lewat mampir yaaaa...

Alma Wahdie review
Last pic, lagi nungguin menu ^^
Ps.
Mungkin baiknya ini bebas asap rokok untuk yang makan di area dalam. Soalnya pertama dateng aku n babang duduk di luar gegara asap rokok terlalu pekat di bagian dalam ruko berkipas itu.

Jadi, non-smoking di dalam.
Yang smoking di luar.

Fair.

Sirkulasi udara jalan deh^^
Nongkrong sehat kitaaaa...

Read more »

BloggerHub Indonesia