-->
Shylas Factory: Maika'i Face Mask (Review)

Shylas Factory: Maika'i Face Mask (Review)


Shylas Factory: Maika'i Face Mask (Review)

Assalamualaikum. Aku mau cerita tentang masker alami dari Shylas Factory ya.
Namanya adalah Maika'i. Kaya jepang-jepang gitu ya hehhee...

Eits, tapi ini tuh produk lokal loh. Dari Pulau Dewata, Bali.

Sungguh indah di Pulau Bali
pulau Dewata menawan hati
Sayang, sayang waktu kupulang
Teringat slalu di pulau ini

Kalo nyebut Bali, lagu itu yang bakal pertama kali berputar-putar di otakku. Hehehe...

Ketauan ya ini angkatan berapa hayoo???

Well, ga usah lama-lama cerita karena aku mau sharing tentang pengalamanku pake masker ini.

Disclaimer dulu yaaa...
Di postingan ini adalah foto-foto pertama kali aku pake maskernya. Sementara tulisan ini dibuat sebulan setelahnya dengan pemakaian setiap seminggu sekali dalam satu bulan itu.

------ end of the disclaimer ------


Mari kita mulai!
Sperti yang kamu liat di foto sampul tulisan ini, masker maika'i ini bentuknya powder alias bubuk. Warnanya itu hijau ala bubuk green tea yang suka dibuat topping makanan. Hehhee...

Kebayang kaaan?
Aromanya juga green tea banget.
Seger. Kaya ada mintnya gitu dalam aromanya.

Beughhh...
Jadi laper karena jadinya terbayang toast pake pake topping green tea + susu kental manis. Ehehehheee....

Sesuai instruksi yang ada di bagian samping kemasan plastiknya, kita tinggal tambahkan air sampai berbentuk pasta.


Kalo udah berbentuk pasta, saatnya kita aplikasikan ke kulit wajah yaaa. Aku pake kuas masker dan mulai meratakan produknya seperti foto di bawah ini.

Pemakaian Maika'i

Waktu masih dalam keadaan basah, pasta maskernya benar-benar mengingatkanku pada roti bakar green tea. Nyam!

Kemudian, setelah sekitar 15 menitan maskernya mengering. Warnanya jadi lebih doff. Dan ala masker pasta ya. Ini tuh jadi keras dan rapuh alias gampang pecah/retak.

Langsung aku bilas wajahku dengan air.
Segerrrrr...

Ini foto dlm ruangan dan di malam hari

Gini nih tampilannya!
Berasa jadi lebih bersih sih padahal baru pemakaian pertama loh.

Mulai dari itu, seminggu sekali aku rajin maskeran pake masker maika'i ini.

So far yang aku rasain adalah kulit jadi kaya lebih bersih. Trus, ada calon jerawat (((calon))) yang akhirnya mengundurkan diri alias mengempes malu-malu.

Aih, padahal kempes aja ga usah malu!
Husss.. sanaaah jerawat hahaa...

Trus juga nih, selama nungguin maskernya kering, enak banget rasanya. Aroma mint dari produknya ini bikin kita seolah lagi ada aromaterapi. Mantep banget!

Cuma memang kita harus hati-hati waktu pertama kali buka kemasannya. Pastiin produknya dalam posisi di bawah. Atau kamu getok-getok aja dulu kemasannya

Soalnya antara tutup dan wadahnya itu ga ada penutup lagi, seperti plastik atau lembar aluminium gitu. Pas dibuka, rentan tumpah deh.

Overall, aku suka pake maskernya. Selain karena mengandung bahan alami, emang maskernya itu enak dipake plus hasilnya bagus di kulitku.

komposisi produk dan info kadaluarsa

Well, aku kasih nilai 8/10 yaaa...
Repurchase? I think yes!

Selamat mencoba yaaa...
Kamu bisa beli masker Maika'i ini di IG @shylas.factory plus kamu bisa intip produk lainnya dari Shylash deh!^^
Read more »
Aku Mau Beli Ini Itu di Akulaku

Aku Mau Beli Ini Itu di Akulaku


Pernah ga sih kamu ngerasain ketika butuh banget sama sesuatu (benda) tapi harus super sabar nunggu karena uang kamu belum cukup?

Aku pernah.

Kisahnya lumayan drama dan menyedihkan (bagiku) soalnya bikin mewek waktu itu. Hahaha.

Yaitu ketika Hp Android mulai muncul dalam kehidupan ini.

Waktu itu, sebelum Hp Android rame di pasaran dan dipake oleh orang-orang, semua masih pake smartphone di bawah benderanya Blackberry alias BB.

Dulu Hp BB itu barang elit. Ketika teman-teman kuliah yang biasanya kirim sms pemberitahuan tentang info kuliah (jadwal, deadline tugas, perubahan ujian, dll) beralih ke broadcast chat (BC) di Blackberry Messenger (BBM). Aku termasuk salah satu mahasiswa yang ketinggalan info.

KM (Ketua Mahasiswa) menjelaskan bahwa sekarang sudah pada pakai BB. Jadi ga boros pulsa karena udah 'dipaketin'. Lebih enak kirim pesannya di BBM, begitu katanya.

Aku bengong.
Patah hati karena merasa ditinggalkan.
Tapi memang begitulah keadaan.

Aih, andai aku punya BB.



Perlu beberapa semester berlalu hingga akhirnya aku pun punya BB itu. Untunglah, ketika itu masih ada teman yang berbaik hati meneruskan BC yang didapatnya melalu sms padaku.

Walau pernah juga karena keterbatasan keuangan selaku anak kos, sms tak kuterima. Habis pulsa, katanya.

Pulanglah aku ke kosan karena ternyata jadwal kuliah pindah di hari berikutnya. Untuk keadaan begitu masih aman rasanya.

Pernah pula keberuntungan belum berpihak padaku. Jadwal pengumpulan tugas akhir semester dimajukan. Jadi 3 jam lebih awal.

Jeleknya aku yang sering kali memanfaatkan 'The Power of Kepepet' pun kena batunya. Makalahku masih jauh dari setengah perjalanan. Sementara waktu pengumpulan jadi 3 jam lebih cepat daripada jadwal sebelumnya dan aku baru tahu 1 jam sebelum itu.

Ngos-ngosan hati dan pikiran sampai bingung mau berbuat apa.



Mandi dulu atau buka laptop dulu nih???

Alhasil, buka laptop dan terburu-buru meramu kata-kata untuk makalah berbekal rujukan yang 'sempat dibaca'. Lalu, berpakaian dan melesat ke kampus sebelum Pak Dosen menutup pintu ruangannya. Tanpa mandi.

Mungkin Tuhan kasihan padaku.
Dilihatnya aku begitu, diberilah aku sedikit rezeki ikut memeriahkan perhelatan Sea Games 2011 lalu. Beberapa minggu mendampingi atlet dan official nya, kuterima amplop coklat yang isinya cukup untuk membeli BB Tour 2. Itu nama smartphone pertamaku.

Bayangkan!
Butuh sabar karena memang aku tak punya alokasi dana untuk belanja Hp saat itu. Butuh beberapa semester baru aku bisa beli sendiri. Keuanganku masih ditopang orang tua. Yang mana uang bulanan dari mereka diperuntukan sebagai uang sekolah (makan, kos, SPP, dan buku).

Hikmahnya adalah aku mulai belajar menyicil setiap pekerjaan. Agar tak limbung disergap info dadakan.

Alhamdulillah.

Apakah drama selesai?

Sayang sekali ternyata BB tak lama berkibarnya. Saat aku merantau ke Pulau Jawa, aroma Hp Android sudah menyeruak.

BB-ku masih bertahan hingga semester ketigaku di sana. Lumayan lama sih. Tapi, sejarah seperti terulang kembali.

Yang tadinya setiap informasi melalui BC, perlahan melalui WA (Whatsapp).



Astaganaga!

Apa lagi itu? Cepatnya zaman ini berubah.
Makin maju artinya makin bagus. Sayangnya, kemampuanku tak kunjung maju. Hahahhaa...

Sabaaaaaar...

Kenapa tak install WA di BB-mu, Al?
Karena waktu itu belum ada WA buat BB.
Pun sebaliknya, belum ada BBM di Android.
Mereka masih berjalan masing-masing kala itu.


Beberapa waktu kemudian, WA akhirnya bisa dipasang ke perangkat BB. Tapi, memori BB-ku terlalu renta untuk bisa menampungnya.

Saat akhirnya bisa dipasang, ternyata WA butuh banyak lagi ruang untuk setiap pesan yang masuk (belum kenal clear chat dan trik membuat WA ringan kala itu).

Sudah 5 tahun pula BB Tour 2 itu menemani. Kadang perlu siap siaga bawa power bank agar ia tak mati mendadak.

Ya Allah, beri aku rezeki untuk bisa upgrade beli Android yaaa...

Duh, manusiaaa kurang mulu. Minta mulu. Akupun tersipu. Malu sama Allah.

Tapi butuh.

Sebenarnya ada cara buat bisa beli barang yang dibutuhkan itu agar terasa ringan. Yaitu dengan cara kredit.

Iya, kredit.

Pernah dengar kan?
Ini adalah salah satu metode jual- beli yang cukup membantu. Utamanya buat kasus seperti saya dulu itu.

Mau beli barang, tapi dananya terbatas. Mau tunggu sampai cukup, tapi sudah ga bisa nunggu terlalu lama. Penting dan mendesak nih ceritanya. Demi keberlangsungan mencari ilmu. Eaaaaa...

Beneran loh itu.
Sampe mewek dulu tuh karena seringnya ketinggalan bahkan ga dapet info. Cuma gara-gara orang dah ga isi pulsa lagi setelah beli paket data. Hiks.

Sistem kredit itu bisa meringankan kita yang terkendala dana. Cukup menyiapkan uang muka/ DP, lalu bayar sisanya setiap bulan.

Jadi lebih ringan toh?

Tapi, dulu itu kalo mau kredit kudu punya kartu kredit alias Credit Card (CC), gitu orang bilangnya. Dan untuk punya CC syaratnya ya gitu deh. Njelimet.

Apalagi masih mahasiswa yang keuangan belum tetap dan masih tutup-tambal kemana-mana. Jauh harapan bisa diterima buat CC. Kasiaaaan.

Nah, sekarang sudah enak.
Makin maju. Makin mudah akses apapun. Termasuk tentang pengajuan kredit untuk belanja. Bahkan belanja online.

Iya. On-li-ne.

Ga usah bingung-bingung deh! Sekarang ada aplikasi Akulaku.


Kalo belanja online kan udah jadi lifestyle kan ya. Jaman now sih ga usah capek pergi buat belanja. Tinggal pake Hp, Tablet, Laptop, atau komputer - pokoknya terkoneksi dengan jaringan internet. Aman.

Klik. Klik. Klik.
Beres.

Tinggal tunggu barang sampe.
Hemat ongkos plus ga capek juga deh!

Bayarnya gimana?
Transfer aja.


Nah, kalo dana buat belanjanya terbatas. Cuma ada buat uang muka aja, belanjanya ke Akulaku deh. Kamu bisa bawa pulang barang yang kamu mau, cuma dengan bayar uang muka yang GA SAMPE 50%

Bahkan sering ada Flash Sale. Enak ga tuh???


Akulaku ini adalah aplikasi yang memungkinkan kita untuk belanja online dengan sistem pembayaran kredit. Yang bikin keren adalah kita tidak harus punya kartu kredit alias si CC yang sulit buat didapetin itu.

Pengajuan kreditnya juga gampang banget. Jadi belanja gampang dan kekinian kaaaan...


Apa Untungnya Belanja Online?


Udah aku sebutin di atas ya tadi. Selain ga capek, hemat waktu juga ongkos karena ga perlu datang langsung, dengan belanja online kita juga bisa melihat komentar orang lain tentang produk yang mau kita beli. Sudah ada review-nya jadi enak milihnya.

Untungnya Belanja di Akulaku?


Bisa bayar dengan cara kredit. Uang pertama yang dikeluarkan ga bikin nyesek. Selanjutnya tinggal dibayar bertahap tiap bulan. Belanja jadi terasa ringan dan barang yang kita butuhkan sudah sampai di tangan. Yihaaa!!!


Perpaduan antara kemudahan belanja secara online serta kemudahan bayar secara kredit. MANTAP!


Cara belanja di Akulaku itu juga ga sulit. Teman-teman yang udah sering belanja online pasti piawai deh.

Caranya begini:


Yang bikin lebih mantap lagi adalah program seru dari Akulaku yang berlangsung dari tanggal 20 Agustus hingga 11 September nanti.

Beli Ini-Itu di Akulaku

Akulaku menyelenggarakan HARPITNAS (Hari Pesta Kredit Nasional) sejak tanggal 20 Agustus hingga 11 September nanti.

Di periode HARPITNAS itu, kita bisa bawa pulang barang impian kita hakita hanya dengan membayar Rp1.000 saja tiap hari!

Terhitung tanggal 20 Agustus kemarin, Akulaku juga menjadi aplikasi virtual kredit pertama yang berani memberikan kompensasi jika pengajuan kredit limit kalian ditolak. Kompensasinya adalah uang cash dengan total hingga Rp888.000!

Kece beneeer!

Ini aku kasih liat aplikasinya ya...
Lagi banyak Flash Sale juga nih!



Seandainya dulu udah ada Akulaku.
Enaknyaaaa...

Ga ada drama salah jadwal dan ketinggalan info lagi deh. Pas butuh Hp yang sesuai jaman Now tinggal jual hp lama buat jadi DP beli Hp baru di Akulaku.

Sisanya mulai menabung buat bayar kreditan. Kan ambil kredit di Akulaku ga bikin nyesek. Insyaallah mah bisaaaa...

Duh senangnyaaa...
Pas sekarang udah ga jadi anak kos lagi apa masih perlu kreditan?

Perlu dong!
Sebagai emak-emak, sekarang malah harus makin pinter mengelola uangnya.

Udah ada pos pengeluaran masing-masing yang harus dipenuhi. Eh, tiba-tiba butuh teflon 2 sisi Happy Call. Soalnya belum punya, trus bakal sering bikin menu bakaran biar mengurangi minyak.

Cusss...
Dengan uang yang ada jadiin DP di Akulaku aja dulu. Kebetulan tadi liat di aplikasi Akulaku lagi ada diskon peratan dapur. Eh iya, lagi periode HARPITNAS pula nih.

Siapa tau emak bisa untung banyak: belanja kredit seribuan per hari.

Waaah, melek nih bola mata.
Udah dulu ya sharingnya. Aku mau meluncur ke aplikasi Akulaku-nya.

Kamu juga yaa...
Jangan ketinggalan momen HARPITNAS ini loooh.


Love and Share!



#HARPITNASKUY, #1000DapetSemua, #AkulakuKreditOnline, #JamanNow
Read more »
X2 Big Eyes ft. X2 Bio Color! Kusuka X2 Softlens!

X2 Big Eyes ft. X2 Bio Color! Kusuka X2 Softlens!


Halo!
Lagi-lagi aku mau kasih review tentang softlens. Aku masih setia pake X2 Softlens dari Exoticon. Kali ini aku cobain X2 Softlens seri Big Eyes a+ dan Bio Color. Untuk yang X2 Big Eyes a+, aku pake yang tone Hazel. Sementara yang X2 Bio Color, aku pake yang Blue. Apa bedanya dengan X2 Bio Glaze yang pernah aku review kemaren?

Baca:

REVIEW X2 BIO GLAZE SOFTLENS, ANTI KERING. ALMAWAHDIEXEXOTICON


Kamu klik aja link di atas itu kalo mau tau tentang X2 Bio Glaze-nya yaaa...

Di postingan kali ini aku mau bahas tentang dua seri X2 softlens seperti yang aku sebutin tadi.

Ini sekilas aku kasih liat gimana tampilannya las aku pake ya...

Foto yang kiri aku pake X2 Big Eyes a+ Hazel dan yang kanan aku pake yang X2 Bio Color blue.

Gimana???
Oke gaaaa???

Lanjut yaaa...
Kita bagi dua dulu. Pertama kita bahas yang X2 Big Eyes a+


Jadi, aku dapetnya yang warna coklat, Hazel. Pas banget sama seleraku.

Hahaha... Iya. Aku main aman.
Karena pernah pake yang warna selain hitam dan coklat kok ya ga PD. Makanya selalu pake warna aman ini kalo beli softlens.

Seperti produk softlens dari Exoticon lainnya, produk X2 Big Eyes a+ ini udah terdaftar di Kemenkes RI juga ya.

Seri X2 Big Eyes a+ ini untuk masa pemakaian 6 bulan. Diameternya lumayan gede, yaitu 14.5mm. Segitu udah bagus banget buat mata kecilku. Udah langsung berasa bedanya pas pake pake softlens ini.

Klaimnya softlens ini punya kenyamanan yamg lebih lama saat dipake karena kaya oksigen dan ga bikin kering (55% water).

Pertama pake rasanya perih. Kayanya terbalik sih hahaha...

Soalnya ini tuh tipis dan aku suka bingung mana bagian dalam dan luar. Tapi berikutnya aman udha ga perih lagi.


Bagus ya tone Hazel ini.
Dan aku bener-bener ngerasin sensasi Big Eyes-nya. Sayang aku masih belom piawai make up mata. Jadi ya gitu aja.

Ngelesnya gini: Inilah pemakaian softlens sehari-hari.

Eaaa...
Kan kalo daily kita ga pake fake lashes yes ^^

Next, ayo intip X2 Bio Color Blue yang kudapet.


Nah ini dia!
X2 Bio Color ~ Blue!!!

Ini cantik banget tone-nya.
Walaupun diawal aku agak khawatir gimana tampilannya pas dipake. Secara kan aku ga PD main warna terang.

Kalo dari kemasannya, X2 Bio Color ini sama persis kaya kemasan X2 Bio Glaze. Di dalam packagingnya udah langsung dapet softlens casenya.

Diameter softlens X2 Bio Color ini sama seperti yang Big Eyes a+ yaitu 14.5mm.

Trus ini juga buat pemakaian selama 6 bulan aja. Sama-sama klaim kenyamanan saat dipakai untuk waktu yang lama dan kaya oksigen. Tapi, yang X2 Bio ini cuma 45% kandungan airnya.

Desainnya bagus. Baik X2 Big Eyes a+ dan X2 Bio Color ini sama-sama terdiri dari 2 tone warna. Selain warna lensanya, ada pinggiran/tepiannya yang berwarna gelap (hitam).

Pas aku pake dan ngaca, VOILA!!!

YAAAA AMPUUUN BAGUS BANGEEET!!!

Se-SENANG itu aku pas ngaca. Karena buat pertama kali aku ngerasa cocok sama warna terang. Apalagi biru gini. Hehee...

Entah karena desainnya atau warna birunya yang pas ke warna kulit aku. Pokoknya aku sukaaa sekali pas ngaca.



Kaya gini tampilannya pas dipake.
Biru tapi ga bikin norak.

Eh gimana?

Biru tapi dalem.

Laaaah???


Hahaa...
Ga bisa dijelasin lah. Intinya aku suka birunya karena pas dipake aku jadi cakep hahaa...

Pas diupload ke IG story aja mendulang decak kagum (cieee bahasanya) karena 'manglingi' katanya.

Papanya Faraz aja suka pas liat aku pake X2 Bio Color Blue ini.

Duuuh, jadi nambah peralatan tempur buat ngedate minggu besok. Hahaha...


Well, makasih banyak ya X2 Softlens 😘

Kalo kalian lebih suka liat aku pake yang Big Eyes apa yang Bio Color hayoooo???
Read more »
Review X2 Bio Glaze Softlens, Anti Kering. AlmaWahdiexExoticon

Review X2 Bio Glaze Softlens, Anti Kering. AlmaWahdiexExoticon


Hola Halo!

Ada yang baru nih! Teknologi terbaik dari X2 yang menunjang penampilan biar tetap trendy dan kece. Tau kan ya kalo aku bermata empat alias pake kacamata? Hehehe...

Ada yang salah dengan kacamata?
Nggak sih.

Tapi sejak kemampuan mataku menurun dari jaman SMA, aku udah sohib banget sama kacamata. Jadi, aku punya mata minus dan silindris gitu. Nggak gede amat sih tapi mayan suka dibilangin sombong gegara ga nyapain orang. 

Bayangin aja tuh orang dah senyum manis dari jarak 30-100meter tapi akunya lempeng aja.

Well, secara angka kesannya kaya jauh kan ya? Tapi itu termasuk jarak yang masih dekat loh kalo buat mata yang normal. Sementara bagi mataku udah termasuk batas maksimal deh.

Sebenarnya aku masih bisa nebak dari gerak-gerik alias bahasa tubuh orangnya. Dengan catatan untuk orang yang udah dikenal dekat. Tapi kalo sama yang baru ketemu sekali dua kali mah ga bisa tebak-tebak buah manggis deh.

Nah, kalo liat tulisan dengan jarak sebegitu tadi jangan ditanya ya. Udah pasti ga akan keliatan kalo tanpa kacamata. Makanya pake kacamata udah keharusan. Walaupun kadang bikin pegel idung.#eh!!! Maklum, hidung tuannya minimalis. LOL.

Belum lagi kalo lagi make up atau mau pergi ke acara yang butuh make up kaya nikahan gitu. Jujur, aku lebih sering ga pake kacamata tuh. Soalnya suka bikin make up di hidung crack.

Hahaha... 
Efek dari karet capitnya itu looooh...
Tau sendiri lah ya...Wkwk



Imbasnya ya suka dibilang sombong karena ga telat respon senyum orang. Padahal ga keliatan. So sorry ya...

Makanya aku juga beli soflens buat cadangan. Selain biar make up tetep kece badaiiii, biar jadi duta persahabatan juga (red. ga dibilang sombong lagi). Haha

Selain itu memang ada kalanya mata lelah berkacamata. Jadinya aku lebih sering bolos pake deh tuh kacamata. Sebagai gantinya aku berteman dengan soflens.

Pertama kali kenalan sama soflens itu pas aku ditugaskan jadi LO buat Dubes Vietnam. Demi menunjang penampilan, maka kacamata ditiadakan. Begitu peraturan untuk penampilannya. Hmmm...

Akupun pilih warna coklat tua waktu itu. Buat newbie, pake soflens itu seperti nightmare. Soalnya aku ngerasain susahnya pake tuh soflens. 


Belum lagi tentang syarat pake soflens tuh harus rajin. Agak berbalikan denganku yang pelupa. Kenapa? Soalnya kita harus memastikan mata kita ga kering. Jadi sering-sering dikasih tetesnya itu loh.


Hal ini yang kadang bikin aku maju-mundur untuk rutin pake soflens. 

Trus, aku jadi balik rutin pake kacamata gitu??? Nggak juga. Hahahaha...

Gagal deh aku jadi duta persahabatannya. Soalnya makin sering telat ngerespon sapaan orang nun jauh di sana.

Kali ini kayanya aku dah nemu temen baru. Soflens yang punya teknologi baru dengan klaim ga bikin mata kering.

Efek bola mata jadi lebih besar dengan design Na

Yuhuuuuu...
Good bye dryness!!!



Aku coba pakai seri X2 Bio Glaze Softlens.
Ada dua varian yang kucobain, yaitu Na Azul dan Nu Quartzo.

Na Azul menunjukan varian Natural dengan warna azul. Itu loh warna biru lembut yang ngingetin kita sama indahnya suasana laut. Tapi bukan birunya laut ya...

Ada kesan hijau lembutnya gitu.



Sementara Nu Quartzo menunjukan varian Nude dengan warna quartzo. Warna coklat nude yang tipiiiis sekali coklatnya. Eh gimana ya??? Langsung liat gambar aja ya biar ga pusing. LOL



Sesuai kondisi mataku, aku pakai yang minus ya.



Kalau diperhatikan, teman-teman bisa liat perbedaan kedua varian ini. Yang Na Azul ada semacam lingkaran luar setelah pigmen warna soflensnya. Ada ring!
Kalau yang Nu Quartzo tidak ada ring itu.

Na Azul ada lingkaran luarnya


Nu Quartzo tanpa lingkaran luar


Untuk packagingnya seperti soflens kebanyakan ya. Masing-masing lensa dikemas rapi dan sangat aman di dalam larutan perendam softlensnya. Terekat kuat jadi kualitas lensanya tetap terjaga.



Saking kuatnya tuh perekat, aku butuh tenaga ekstra untuk membukanya. Hehe...


X2 Bio Glaze soflens ini berteknologi Cast moulding. Hayo apaan tuh? Jadi, ini adalah teknologi yang bikin lensa kontak dari X2 sangat presisi. Ketika dipake dia kaya yang langsung pas gitu dengan bentuk lensa asli kita. Jadi ga bikin mata capek.

Trus, ada lagi teknologi SDD yang merupakan desain soflens X2 berbentuk donat di lapisan dalam lensa itu. Hasilnya lensa tetap terjaga kelembabannya.

Ada teknologi canggih apa lagi dari X2 Bio Glaze ini?

Ternyata doi juga berteknologi Sandwich Dyeing yang membuat sizenya super tipis ditambah teknologi Aspheric yang bikin pandangan mata jadi jernih.

Uwow banget ga tuh???

Emang pas mau dipake soflensnya selain kenyal tekturnya lembut. Trus tipiiis banget sampe aku takut kebalik makenya. Hehee...

So far, kalo pas masuk ke mata dan ga ada rasa yang aneh berarti dah bener tuh masangnya alias ga kebalik. Itu aja sih kalo aku. Heee...

Me using X2 Glaze Nu Quartzo. So lovely!


Keren banget ya X2 Bio Glaze soflens. Kontak lensa jaman now banget kaaan...

Favoritku yang ini nih! Nu Quartzo!!!
Rasanya pas dengan warna kulitku hehe...

Nu Quartzo in action

Pertama pakenya ga kesulitan sama sekali. Langsung plek nemplok di bola mata dan voila!!!

Berhubung lagi ga kemana-mana, aku pake softlensnya di rumah aja. Jadi yang di atas adalah hasil foto dalam ruangan.

Selama di dalam rumah, aku pake seharian dan hasilnya emang OKE. Nyaman ga berasa lagi pake softlens loooh...

Plus ga kering sama sekali!

Pake softlens sambil momong Faraz 😋

Nah, hari-hari berikutnya aku pake softlensnya di luar ruangan. Main di sekitaran komplek aja sih. Well, untuk waktu yang sebentar rasanya oke aja. Tapi bakal lebih baik kalo ditetesin biar performanya lebih joss.

Soalnya aku mulai ngerasa kering di mata pas sore itu. Bisa jadi karena faktor udara juga kali ya. Maklum musim panas jadi debu beterbangan deh!

In short, aku puas pake X2 Bio Glaze Softlens.

Rate: 8.5/10

Rencana aku mau beli lagi yang varian Na. Soalnya cantik buat pas bikin make up look. Hehehe...

Bikin mataku disulap jadi gede. Uunchhh!

Buat kamu yang mau coba pake soflens, boleh banget langsung nyobain yang ini. Soalnya ga perlu takut kering. Apalagi kalo pake tetesan bervitamin kaya gini nih!

Provitamin B5 contact lens solution


Ini yang kudapat selain 2 pasang softlens. Yaitu larutan khusus softlens yang mengandung provitamin 5.

Lengkapi penggunaan soflens kamu dengan contact lens solution ini biar gaya tetap sehat!

Kamu gimana? Tim mata empat kaya aku juga kah? Tertarik mau coba pake X2 Bio Glaze biar kece juga???

Share di komentar yaaa...


Cek first impression nya di IG story ku yaaa... Go follow @almawahdie @alma.wahdie
Read more »
Review Penggunaan Stretch Mark Cream Mooimom Pasca Melahirkan

Review Penggunaan Stretch Mark Cream Mooimom Pasca Melahirkan

review mooimom stretch mark cream

Assalamualaikum.
Rasanya kangen banget kaya udah berbulan-bulan ga cuap-cuap di sini. Padahal ya masih anget kok last updatenya. Well, mungkin karena belum nulis perdana di tahun 2018 kali ya? LOL

Alhamdulillah banget kado yang dinanti di akhir tahun kemarin akhirnya sudah  kuterima.

Baca: Hello, December! Kunanti Kado TerindahMU

Seorang baby boy amanahNYA akhirnya menemani kehidupan kami saat ini. Semoga sehat selalu semuanya. *superrrHappy

Ada banyak cerita yang sudah siap dibagikan. Jangan lupa untuk berlangganan blog ini yaaa...

Nanti ceritanya segera menyusul. *duileeee...

Seperti yang teman-teman ketahui, masa kehamilanku sudah dilewati. Syukurlah, persalinan berlangsung dengan aman dan selamat. Sekarang masuk masa 'begadang'. Begitu istilah para teman yang sudah berpengalaman. Hohoho...


Yang Bikin Rindu

Setiap momen di masa kehamilan itu terbukti membuat rindu. Saat emesis parah di trimester awal yang tadinya tak mau membayangkannya lagi malah sukses bikin rindu. Kenapa coba? Karena pas emesis segala makanan ada. Ga mau atau ga bisa makan nasi, diajak jajan di luar. Kan enak toh? Wk.

Trus, di trimester kedua ketika badan mulai enakan tapi ternyata babynya lagi rentan (waktu itu sempat sedikit bleeding), akhirnya banyak nyantai. Hampir semua pekerjaan rumah dikerjain suami. Saya cuma bagian masak (karena hobi).


Apalagi di trimester akhir. Waktu itu udah dikirim balik ke rumah orang tua. Walaupun sering sedih dan baper karena jadi LDR sama suami, tapi di rumah udah lebih-lebih kaya princess. Hahaha...

Betah? Hmmm... Kadang iya. Tapi karena biasa gerak, kadang bosan juga. Jadi, sering minta ijin buat pergi-pergi ikut acara blog deh. Biar ga bosan di rumah (*alasan doang. Padahal demen jalan). Hahaha...

Intinya, setiap momen itu benar-benar harus dinikmati karena mungkin lama terulang lagi atau tidak sama sekali.


Yang Masih Membekas

Mundur jauh lagi ke masa awal saat menikah. Banyak perasaan haru yang masih membekas di hati. Kemudian, ingat masa berjuang menjadi pasangan LDR.

Masih membekas rasanya ketika setahun berlalu ditengah kesibukan dan kerinduan. Banyak suara sumbang yang ikut mewarnai dan membuat hati semakin kokoh (I thank you, All).

Saat hamil juga ada banyak momen yang membekas. Seperti ketika merajuk karena ga dibolehin pergi. Percayalah, selain karena emang demen jalan, itu karena mood swing bumil. Hahaha...

Adalagi cerita tentang ikut acara blog di usia kehamilan tua alias udah cukup bulan. Sangat membekas di hati.

Baca: Cerita di balik Flash Blogging

Nah, satu lagi yang masih membekas: Striae.

Ini tuh bekas yang benar-benar menjejak.
Striae alias Stretch Mark alias garis hitam (yang masih baru) di permukaan kulit biasanya terjadj karena peregangan kulit.

Nah, ini biasanya sering menjejak pada kulitnya ibu hamil. Tepatnya di beberapa area seperti perut, lengan, pangkal paha, bahkan di payudara loh.

Kenapa bisa?
Karena saat hamil, bagian tubuh tadi membesar. Alhasil, kulit pun ikut tertarik (kencang) dan 'pecah' alias terjadi peregangan. Untuk penjelasan ilmiahnya silakan rujuk artikel kesehatan terpercaya yaa... Hohoho.

Ada juga sih yang tidak mendapatkan jejak striae ini. Biasanya yang kulitnya elastis karena dirawat sejak sebelum hamil, saat hamil, dan pasca hamil agar terus terjaga kelembabannya serta tetap elastis.

Kalo striae punya harimau mah elegan LOL

Berhubung kehamilan baby boy ini adalah pengalaman pertamaku, aku udah cari tahu tentang striae ini.

Beberapa perawatan sejak awal kehamilan sudah dilakukan. Seperti rajin melembabkan kulit dengan mengoleskan minyak-minyakan, dan lain sebagainya.

Termasuk mengikuti saran orang tua untuk tidak menggaruk kulit walaupun terasa gatal.

Tapi kenyataannya, aku tidak merasa gatal sama sekali loooh. Bahkan saat garis-garis cantik itu mulai terukir (ahahahhaa...), aku tidak menggaruknya. Tapi mana tau kugaruk saat tidur ya? Hmmmm...

Intinya, aku memeroleh jejak kehamilan itu walaupun sudah melakukan perawatan dan tidak garuk-menggaruk. Kata dokter yang menanganiku tiap kontrol bulanan, itu pengaruh hormon juga.

Well, intinya, I have this cutie mark!


Yang Bisa Jadi Alternatif Solusi

Dari banyak sekali artikel yang kubaca tentang stretch mark, ternyata tak cuma bumil saja yang berpotensi memerolehnya. Semua orang bisa punya stretch mark looh... Mereka yang tadinya big size terus kemudian jadi small size juga bisa dijejaki. Intinya peregangan kulit. Semacam balon kali yaaah...


Kuncinya (kalo dari saran ilmiah) adalah menjaga kelembaban kulit. Jadi kulit kita elastis walaupun membesar. Kecuali kalo ada urusan sama hormon yaaa...

Naluri wanita dong ya, walaupun tenang karena dapat tanda jejak hamil (which makes me proud somehow), tetap pengen usaha mengembalikan keindahan kulit buat kepuasan diri juga. Hehehe...

Ada banyak sekali krim/salep dan obat sejenis lainnya yang menawarkan solusi untuk mengurangi/ menyamarkan stretch mark ini.

Garis bawahi yaa...
Bukan serta-merta menghilangkan loh. Karena pada dasarnya ini masalah serius untuk 'ujug-ujug' hilang.

Kali ini aku nyobain pakai produk terbaru dari Mooimom, yaitu Mooimom Stretch Mark Cream.


So far produknya udah kupake lebih dari 2 minggu nih. Nanti aku bakal update artikel ini ketika produknya habis kupakai ya...


Komposisi Produk

Kandungan Mooimom Stretch Mark Cream ini sangat bermanfaat untuk mencegah dan merawat striae yang membekas ini. Ada beragam zat aktif seperti Ekstrak Edelweiss, Crotong Lechleri extract, Minyak biji Kakao Maroko, dan Soluble Collagen essensce.



Selain zat aktif alami seperti yang disebut di atas, komposisi lainnya dari Mooimom stretch mark cream ini juga bisa dilihat langsung di kemasan produknya.


Komposisi alias kandungan yang ada dalam suatu produk adalah bagian yang paling penting buatku. Kalo Teman-teman lihat dari urutan komposisi pada Mooimom Stretch Mark Cream ini? Yes, Aqua.

Artinya produk ini water-based. Aku paling suka dengan produk perawatan yang water-based gini. Karena jelas bakal nyaman dipake di kulit.

Terbukti saat aku aplikasiin krimnya di kulitku yang ada striae-nya jadi:

✓ ga lengket sama sekali
✓ produknya langsung meresap
✓ ada sensasi adem
✓ aromanya harum ga kaya obat


Kemasan Yang Cantik

Biasa dengar kalimat "don't judge a book from its cover!" kan? Bener banget emang.

Tapi, ada sensasi tersendiri kalo kita punya barang yang kemasannya cantik. Aku lah salah satu orang yang peduli soal ini hahaha...

Liat thumbnail artikel ini kan?
Itulah kemasan Mooimom Stretch Mark Cream. Warnanya cantik banget. Biru aqua gitu. Aku suka! Aku suka! *alameymey LOL


Selain itu, untuk kategori obat (menurutku), kemasannya ala serum kecantikan gitu. Hehehe...

Bentuknya pompa gitu. Jadi enak dan gampang buat ngeluarin produknya.

Tekstur produknya lebih ke tekstur lotion menurutku. Walaupun namanya pake embel-embel cream, produknya ga thick ala cream. Ya, karena water-based tadi.

Itu adalah nilai plus lain dari produk ini bagiku. Seperti yang kuceritain di awal, aku udah nyobain juga beberapa krim untuk menghapus jejak striae ini. Rata-rata bentuknya kaya salep alias krim yang thick gitu. Kebayang kan? Lengket.

Oya, selain teksturnya yang ringan, warna putih dari isi produk Mooimom ini jadi bener ngingetin kita ke lotion. Yang ngebedainnya adalah produk ini jauh lebih ringan daripada lotion. Jadi cepat menyerap tanpa lengket. 💛💛💛


Testimoni Pemakaian

Aku puas banget dengan perintilan produk Mooimom Stretch Mark Cream seperti yang aku uraikan tadi.

Kemasannya, tekstur dan aromanya, komposisinya, dan kemudahan pengaplikasiannya menjadi nilai plus produk ini.

Untuk efeknya sendiri dalam perawatan striae-ku belum serta-merta hilang pastinya. Aku tahu ini perlu proses. Selayaknya penggunaan skincare wajah, kita perlu sabar dan berproses kan ya...

Ingat! Ga ada yang instan!

Baca: Detox Jafra, Oh No!

Apalagi merawat jejak kehamilan ini (baca: stretch mark). Selain sabar berproses, konsisten dalam penggunaan produk jadi faktor penentu juga. Ini salah satu bentuk ikhtiar toh? *kedip-kedip

Untuk kurang lebih 2 minggu pemakaian ini, aku bisa bilang bahwa stretch mark-ku sudah tidak terlalu gelap lagi garis-garisnya. Sebuah kemajuan menurutku.

Seandainya dalam kotak kemasan atau di tabung kemasan ada keterangan waktu pemakaian mungkin akan lebih membantu lagi. Misalnya: untuk hasil maksimal pakai 3x sehari. Keterangan begitu maksudku.

Berhubung produknya water-based, aku pribadi pakenya 3x sehari deh. Ga khawatir kelebihan sih soalnya dipakenya tipis aja tapi merata.

Buat Moms dan kamu semua yang punya jejak striae ini, bisa banget buat ikhtiar menghapus jejak stretch marknya dengan produk Mooimom Stretch Mark Cream ini.

Untuk beli produknya bisa langsung cek aja di website dan akun medsos resmi Mooimom yaaa...

Website: www.mooimom.id
FP: https://www.facebook.com/mooimomid
IG: https://www.instagram.com/mooimom.id/


Aku pribadi suka banget pake produk-produk dari Mooimom. Terutama buat para bumil dan busui, aku rekomendasiin untuk ngepoin Mooimom. Ada banyak produk berkualitas yang kita perluin, Gengs!

Baca: Menyiapkan Perlengkapan Bayi

So, aku akan update lagi kabar garis imut yang kurawat dengan Mooimom Stretch Mark Cream ini sampai produknya habis nanti. Stay tune!


Ps.
Selain lagi pake Mooimom Stretchmark cream ini, aku juga punya Hands Free Pumping Bra-nya Mooimom loh.


Bentuk dan detailnya seperti yang dipake model ini. Selain sibuk menghapus jejak tadi, mama baru ini juga lagi sibuk belajar mengASIhi.

Nah, bra Mooimom yang model ini emang diperluin banget buat dipake pas mompa Asi.

Aku pilih yang warna hitam karena emang suka aja. Bahannya nyaman dan ga bikin gerah. Trus, modelnya bisa dipake tanpa talj penyangga. Jadi kaya pake bra model kemben gitu.

Sejauh ini aku puas sama produk-produk Mooimom. Yuk, Moms! Cobain juga biar bisa ngerasain manfaatnya ;)
Read more »
Review Kafe Papi Frank di Prabumulih

Review Kafe Papi Frank di Prabumulih



Assalamualaikum, Teman- teman.
Aku mau sharing tentang tempat jajan dan nyantai yang nyaman banget di Kota Prabumulih.

Prabumulih adalah salah satu kota administratif di daerah Sumatera Selatan. Kalo dari Palembang butuh waktu 2,5 - 3 jam ke sana (di luar macet). Dari Palembang ke Prabumulih, kamu bakal ngelewatin kampungku. Bilang- bilang ya kalo mau ke Prabu, biar bisa mampir 😉

Prabu, begitu kami sering menyebutnya, adalah kota kecil yang ramai. Dibanding ibu kota kabupaten kampungku, Muara Enim, menurutku Prabu ini lebih maju.

Baca juga: Angkringan COD Tempat Nongkrong di Muara Enim

Fasilitas kesehatan umum seperti rumah sakit aja ada 4. Belum lagi klinik yang bertebaran. Di Prabu ini juga sedang dibangun Mall. Namanya Citimall, sama seperti di kota Lahat. Di Muara Enim mah nggak ada nggak tau bakal ada atau nggak.

Di sana juga ada outlet KFC loh. Gede lagi! Di mataku, kalo suatu tempat di Indonesia ada KFcnya berarti rame. Secara masyarakat kita kan akrab banget sama ayam goreng itu. Hohohoho...

Belum lagi pasar tradisional Prabumulih yang mulai dirapikan.  Ditata sedemikian rupa dengan desain los pasar yang ada jembatan penyeberangan dengan aksesoris patung nanas, ikon kota.

Bahkan kafe serta tempat nongkrong tematik yang mulai marak. Sebut saja tempat ngopi dan tempat makan santai yang instagramable.

Salah satunya ada Papi Frank.
Sebuah kafe yang membidik kawula muda Kota Prabumulih. Lokasinya dekat balai kota, relation di sisi kiri jalan kalo dari arah Palembang.

Waktu aku masih di pulau seberang, adekku kirim foto saat sedang jajan di sana. Tempatnya terlihat nyaman dan cantik.



Benar saja, saat aku ke sana tempatnya oke. Ada beberapa ruko yang disinyalir satu manajemen. Paling ujung ada salon dan tempat cuci mobil. Ruko kedua ada tempat yang kulihat tampaknya arena bermain anak dengan tema Barbie. Dan paling ujung ialah ruko yang ditempati Papi Frank.



Rukonya lebih besar. Mungkin gabungan 2- 3 pintu. Di bagian luar ada meja payung untuk pelanggan yang merokok nampaknya. Juga di lantai atas yang tangganya dari luar sebagai area makan terbuka.



Dengan animo para pemilik akun sosmed yang ingin memberikan "kepuasan" pada pengikutnya. Postingan akun yang berbasis foto seperti IG dan Pinterest tentulah menuntut tampilan apik, cantik, nan ciamik. *Pemborosan kata. Redundant! 😅

Akhirnya, tempat makan pun menyediakan ruang pengaktualisasian diri ini melalui tema- tema di pondokannya.

Ada kafe dengan tema retro, shabby yang imut- imut, warna pastel yang menenangkan, kebun, komik, super hero, dan lain sebagainya. Dengan memberikan tema berbeda untuk tampilan tempat makannya, para pebisnis ini memiliki poin plus, diantaranya:

Menjadi pusat perhatian. Tempat baru dengan tampilan yang unyu pastinya bakal membuat orang penasaran. Selain karena rasa ingin tahu, tema- tema tersebut bisa jadi materi untuk postingan di akun sosmed. Kalo sudah masuk sosmed, tampilan kafe yang lucu, menarik, trus di geo-tag lokasinya, kan jadi sounding!

Boom!
Inilah targetnya.

Kalo diposting di feed para influencer atau selebgram? Kebayang dong hemat berapa duit buat anggaran promosi? 👍👍👍


Masuk ke dalam kita langsung disambut kasir. Hihihi...

Saat pertama kali masuk  rasanya nyaman. Mungkin karena masih pagi siang dan belum banyak yang mampir. Kami masih merasakan udara segar tanpa asap rokok. Ruangannya juga bersih.

Sekarang banyak tempat makan sekalian tempat nongkrong yang kekinian ya?^^

Kalau dulu, tempat makan itu yang penting ada menu enak, meja dan kursi pastinya, dan lokasi strategis.


Gampangnya, tempat makan itu bakal rame kalo menunya enak, ditambah dengan lokasinya yang dekat pusat keramaian. Entah itu di dalam dan sekitaran mall, dekat sekolah ataupun kampus, bahkan di pinggir jalan yang mudak di akses.

Sekarang?
Standar menariknya suatu tempat nongkrong or makan juga bertambah lantaran maraknya pengguna media sosial alias Social Media (sosmed).

Sebut aja Instagram (IG), Facebook (Fb), Pinterest, Twitter, Path, dan banyak lagi lainnya. Hampir semua media sosial itu telah memfasilitasi penggunanya dengan fitur geo-tagging. Itu loooh yang buat check-in info kalo kita lagi di mana--- dengan siapa--- sekarang berbuat apa--- 🎤🎵🎶

Ups!
Malah nyanyi deh! 😁

Tapi beneran deh! Media sosial itu beneran kaya jadi ajang woro- woro. Dengan geo-taggingnya kita bisa tau si anu lagi makan di kafe itu tuh. Trus langsung klik aja nanti langsung diarahkan ke aplikasi peta di ponsel pintar masing- masing.

Daebaaaak!

Trus juga lagi apa, lagi merasa apa, ada semua tuh di Facebook (Fb). Aku paling suka pake fitur yg "feeling" di Fb itu. Seperti menambah makna pada postingan kita. Soalnya suka ada yang baper terus merasa tersindir biasanya. Padahal ga maksud.
Nah, fitur feeling ini menambah info kalimat yang diterbitkan kalo menurutku.

Makanya aku sendiri suka nulis feeling kalo lagi komentar postingan Fb, IG, dan lainnya dengan caraku. Begini misalnya:

"Oh My! Itu bajunya bagus banget. Belinya di mana nih? *love "

Hehehehe...
Soalnya ga ada fitur feeling kaya di Fb sih. Jadi ya tulis aja buat mengekspresikan diri. ^^

Kembali ke the Power of Social Media, para pelakon bisnis tentu tak mau menyia-nyiakan peluang yang ada dong.

Ada beberapa bagian dengan tema-tema khusus di bagian dalam kafe ini. Ada sofa dan meja besar yang cocok sekali buat rombongan, ada meja dengan kursi tinggi, juga lesehan.

Bagian mini bar juga diperlihatkan.
Jadi pelanggan bisa melihat ketika minuman atau makananya dibuat.



Buat penyuka tema shabby atau pastel berbunga-bunga ada juga nih! Temanya dapur rumahan dengan wallpaper bunga pink pastel. Lengkap beserta ornamen dapur dan chandelier unyu.


Tematik kafe ini memang harus dipikirkan konsepnya. Agar ga cepet basi dan membuat bosan. Tentu saja kualitas menu adalah yang utama. Rasa yang enak dan membuat orang jatuh cinta lah yang membuat pembeli mau repot- repot kembali lagi. Walaupun dengan keadaan tempat yang biasa saja.

Punya tempat jajan langganan yang makanannya ngangenin karena enak banget? Tapi tempatnya biasa aja, bahkan pinggir jalan pake gerobak dorong doang?

Pasti punya kan?
Memang rasa ga pernah bohong. *lha, kok kaya tagline "itu" ya? LOL
Read more »

BloggerHub Indonesia