-->
Raiku Anti Aging Series Melawan Tanda Penuaan Dini

Raiku Anti Aging Series Melawan Tanda Penuaan Dini


Usiaku udah lewat kepala 2 tapi belum masuk kepala 3 juga. Jadi, sebenernya perlu ga pake skincare anti aging? Setelah riset baca sana dan sini, akupun memutuskan untuk coba pakai produk Skincare Raiku Anti Aging Series untuk melawan tanda penuaan dini.

Kan namanya juga 'anti' berarti untuk pencegahan dong ya. So, ga nunggu tua dulu baru dirawat. Lebih baik rawat dari sekarang biar penuaan kulit bisa diminimalisir. Bukan artinya ga akan menua loh yaaa...

Kita bisa banget punya kulit kencang, cerah, walaupun usia terus bertambah. Karena usia kulit itu sangat bergantung dari perawatan yang diterimanya.

Sadar akan hal itu, aku mulai merambah anti aging series ini. Mencegah itu jauh lebih mudah toh?


Raiku Anti Aging Series


Dalam satu set produk skincare Raiku ini sudah lengkap banget. Mulai dari produk cleansing, refreshing, moisturizer cream, juga serum.

1. Raiku Cleansing Cream
2. Raiku Cleansing Foam
3. Raiku Anti Aging Toner
4. Raiku Anti Aging Serum
5. Raiku Anti Aging Morning/ Night Cream

Jadi, total ada 6 produk dalam satu set perawatan Raiku Anti Aging Series ini. Nah, aku bakal kasih tau detail produknya juga kesan kesan pemakaianku selama lebih dari 10 hari pertama.


1. Raiku Cleansing Cream


Sesuai judulnya, salah satu produk cleansing dari Raiku ini bertekstur krim. Ini dipakai sebagai rangkaian paling awal untuk membersihkan sisa-sisa make up dan juga kotoran yang mungkin masih menempel di kulit wajah sebelum akhirnya dicuci. Penggunaannya memerlukan kapas sebagai media hapusnya.


Saat dipakai rasanya langsung mencair di kulit. Aku ratakan sambil sedikit digosok di area yang kurasa agak banyak lapisan. Aku pakai ini untuk menghapus make up by the way.

Hasilnya, satu kapas full terangkat foundation, lipstick  dan eye makeup yang kugunakan. Aku pakai sedikit lagi di bagian pipi untuk memastikan semua sudah bersih. Di kapas kedua, benar-benar hampir tak ada noda lagi. Artinya semua kotoran dan residu makeup di wajahku sudah terangkat. Nice job!

Sensasi setelah pakai cleansing cream ini agak sedikit lengket rasa di kulit. Itulah sebabnya dalam rangkaian skincare Raiku Anti Aging Series ini dilanjutkan dengan cuci muka menggunakan produk selanjutnya.


2. Raiku Cleansing Foam


Tahap kedua yaitu masih menggunakan produk cleansing dari Raiku, yaitu Cleansing Foam. Penggunaannya adalah sama seperti sabun pembersih wajah pada umumnya. Boleh dibilang mirip tekstur sabun cair. Kental tapi nampak foamy jika terkena air.



Dua tahapan cleansing Raiku ini membuat kulit terasa ringan bahkan baru di tahapan ini. Seperti deep cleaning gitu kesannya.

Untuk pengaplikasian produk cleansing foam seperti ini, aku biasanya membasahi kulit wajah terlebih dahulu. Kemudian ambil produk secukupnya dan dibusakan di telapak tangan. Barulah dengan gerakan memutar aku ratakan di seluruh bagian kulit wajahku. Setelah beberapa menit disertai gerakan pijatan juga, baru aku bilas dengan air. Selanjutnya keringkan kulit wajah menggunakan handuk untuk masuk ke tahap berikutnya.


3. Raiku Anti Aging Toner


Toner Raiku Anti Aging Series ini bentuknya cair seperti toner pada umumnya juga. Yang kurasakan saat memakainya sejak pertama adalah produk ini sama sekali tidak ada aromanya.

Kalai biasanya produk toner itu ada aroma seperti citrus dan sedikit wewangian, Raiku Anti Aging Toner ini tidak sama sekali. So far, itu tidak mengganggu bahkan aku suka kok.

Untuk pengaplikasian toner sendiri, aku lebih suka dengan cara menuangkan produk secukulnya di telapak tangan. Lalu kemudian aku ratakan di seluruh bagian kulit wajah dengan cara menepuk lembut hingga produk meresap.

Aku kurang suka mengaplikasikan toner menggunakan kapas. Karena aku suka sensasi produk yang bisa kurasakan bahwa ia meresap. Jadi, aku tim tepuk-tepuk toner. Hehehe...


4. Raiku Anti Aging Serum


Yang kusuka dari produk Raiku Anti Aging Serum ini adalah kemasannya. Cute!

Ada banyak macam bentuk kemasan serum. Mulai dari bentukan pump, spray, atau botol biasa dan juga dengan media pipet seperti yang Raiku terapkan ini.


To be honest, aku lebih suka bentuk pipet begini. Karena aku bisa liat produknya yang di dalam botolnya dan juga rasanya lebih efisien ketika mengambil produk pake pipet ini. Thumbs up, Raiku!


Tekstur serum Raiku Anti Aging Series ini tuh kental. Seperti krim tapi konsistensinya lebih cair. Warnanya putih susu dan aromanya sangat light. Menurutku sih ya aroma susu yang lebih kentara.


5. Raiku Anti Aging Morning/ Night Cream


Ini adalah bagian penting lainnya dari sebuah rangkaian produk perawatan kulit (skincare). Yaitu moisturizer cream!

Sesuai fungsinya masing-masing, moisturizer ini tersedia untuk siang dan malam hari. Kita lebih akrab menyebutnya dengan Day Cream dan Night Cream. Nah, Raiku sendiri menyebutnya dengan Morning Cream dan Night Cream.

Untuk Morning Cream-nya Raiku Anti Aging Series ini sudah dilengkapi dengan SPF 15. Jumlah yang sangat cukup untuk keseharian. Teksturnya adalah krim yang sedikit lebih padat dibanding night cream-nya.


Sementara pada night cream Raiku Anti Aging Series, teksturnya berbentuk krim yang sedikit lebih cair. Seperti ini:


Konsistensi tekstur kedua produk ini memberikan hasil yang berbeda pula di kulit. Kalau night cream rasanya basah di kulit, tapi kalau morning cream rasanya tidak terlalu basah.

Setelah menggunakan semua rangkaian produk Raiku Anti Aging Series ini, kita bisa lanjutkan dengan make up sehari-hari untuk siang dan langsung tidur untuk malam.

Kesan pemakaian pertama oke buatku. Tak ada break out dan aku terus lanjutkan. Selama pemakaian lebih dari 10 hari berikutnya, ada jerawat yang mampir karena berbarengan dengan jadwal tamu bulananku.

Jadi, aku tetap lanjutkan. Masalah kulitku antara lain adalah acne scars. Baik yang berupa dark spot maupun bopeng. Sejauh ini beberapa dark spot di kulit wajahku memudar. Kurasa kandungan kolagen pada produk Raiku Anti Aging Series ini bekerja dengan baik. So, aku suka!


❤❤ Lovely things about Raiku ❤❤

Produk Raiku Anti Aging Series ini sudah menerima label halal dari MUI. 

Kandungan dalam produk Raiku Anti Aging Series ini tidak ada paraben sama sekali (No Paraben).

Kandungan kolagen pada Raiku Anti Aging Series ini banyak sehingga efektif mencegah tanda-tanda penuaan dini.

Beraroma susu yang sangat light, sehingga cocok untuk konsumen yang tidak suka wewangian. 

Kemasannya easy to go banget! Dan warna juga desainnya lucu. Bikin gemes.

That's why I like Raiku! 

Read more »
Review Penggunaan Stretch Mark Cream Mooimom Pasca Melahirkan

Review Penggunaan Stretch Mark Cream Mooimom Pasca Melahirkan

review mooimom stretch mark cream

Assalamualaikum.
Rasanya kangen banget kaya udah berbulan-bulan ga cuap-cuap di sini. Padahal ya masih anget kok last updatenya. Well, mungkin karena belum nulis perdana di tahun 2018 kali ya? LOL

Alhamdulillah banget kado yang dinanti di akhir tahun kemarin akhirnya sudah  kuterima.

Baca: Hello, December! Kunanti Kado TerindahMU

Seorang baby boy amanahNYA akhirnya menemani kehidupan kami saat ini. Semoga sehat selalu semuanya. *superrrHappy

Ada banyak cerita yang sudah siap dibagikan. Jangan lupa untuk berlangganan blog ini yaaa...

Nanti ceritanya segera menyusul. *duileeee...

Seperti yang teman-teman ketahui, masa kehamilanku sudah dilewati. Syukurlah, persalinan berlangsung dengan aman dan selamat. Sekarang masuk masa 'begadang'. Begitu istilah para teman yang sudah berpengalaman. Hohoho...


Yang Bikin Rindu

Setiap momen di masa kehamilan itu terbukti membuat rindu. Saat emesis parah di trimester awal yang tadinya tak mau membayangkannya lagi malah sukses bikin rindu. Kenapa coba? Karena pas emesis segala makanan ada. Ga mau atau ga bisa makan nasi, diajak jajan di luar. Kan enak toh? Wk.

Trus, di trimester kedua ketika badan mulai enakan tapi ternyata babynya lagi rentan (waktu itu sempat sedikit bleeding), akhirnya banyak nyantai. Hampir semua pekerjaan rumah dikerjain suami. Saya cuma bagian masak (karena hobi).


Apalagi di trimester akhir. Waktu itu udah dikirim balik ke rumah orang tua. Walaupun sering sedih dan baper karena jadi LDR sama suami, tapi di rumah udah lebih-lebih kaya princess. Hahaha...

Betah? Hmmm... Kadang iya. Tapi karena biasa gerak, kadang bosan juga. Jadi, sering minta ijin buat pergi-pergi ikut acara blog deh. Biar ga bosan di rumah (*alasan doang. Padahal demen jalan). Hahaha...

Intinya, setiap momen itu benar-benar harus dinikmati karena mungkin lama terulang lagi atau tidak sama sekali.


Yang Masih Membekas

Mundur jauh lagi ke masa awal saat menikah. Banyak perasaan haru yang masih membekas di hati. Kemudian, ingat masa berjuang menjadi pasangan LDR.

Masih membekas rasanya ketika setahun berlalu ditengah kesibukan dan kerinduan. Banyak suara sumbang yang ikut mewarnai dan membuat hati semakin kokoh (I thank you, All).

Saat hamil juga ada banyak momen yang membekas. Seperti ketika merajuk karena ga dibolehin pergi. Percayalah, selain karena emang demen jalan, itu karena mood swing bumil. Hahaha...

Adalagi cerita tentang ikut acara blog di usia kehamilan tua alias udah cukup bulan. Sangat membekas di hati.

Baca: Cerita di balik Flash Blogging

Nah, satu lagi yang masih membekas: Striae.

Ini tuh bekas yang benar-benar menjejak.
Striae alias Stretch Mark alias garis hitam (yang masih baru) di permukaan kulit biasanya terjadj karena peregangan kulit.

Nah, ini biasanya sering menjejak pada kulitnya ibu hamil. Tepatnya di beberapa area seperti perut, lengan, pangkal paha, bahkan di payudara loh.

Kenapa bisa?
Karena saat hamil, bagian tubuh tadi membesar. Alhasil, kulit pun ikut tertarik (kencang) dan 'pecah' alias terjadi peregangan. Untuk penjelasan ilmiahnya silakan rujuk artikel kesehatan terpercaya yaa... Hohoho.

Ada juga sih yang tidak mendapatkan jejak striae ini. Biasanya yang kulitnya elastis karena dirawat sejak sebelum hamil, saat hamil, dan pasca hamil agar terus terjaga kelembabannya serta tetap elastis.

Kalo striae punya harimau mah elegan LOL

Berhubung kehamilan baby boy ini adalah pengalaman pertamaku, aku udah cari tahu tentang striae ini.

Beberapa perawatan sejak awal kehamilan sudah dilakukan. Seperti rajin melembabkan kulit dengan mengoleskan minyak-minyakan, dan lain sebagainya.

Termasuk mengikuti saran orang tua untuk tidak menggaruk kulit walaupun terasa gatal.

Tapi kenyataannya, aku tidak merasa gatal sama sekali loooh. Bahkan saat garis-garis cantik itu mulai terukir (ahahahhaa...), aku tidak menggaruknya. Tapi mana tau kugaruk saat tidur ya? Hmmmm...

Intinya, aku memeroleh jejak kehamilan itu walaupun sudah melakukan perawatan dan tidak garuk-menggaruk. Kata dokter yang menanganiku tiap kontrol bulanan, itu pengaruh hormon juga.

Well, intinya, I have this cutie mark!


Yang Bisa Jadi Alternatif Solusi

Dari banyak sekali artikel yang kubaca tentang stretch mark, ternyata tak cuma bumil saja yang berpotensi memerolehnya. Semua orang bisa punya stretch mark looh... Mereka yang tadinya big size terus kemudian jadi small size juga bisa dijejaki. Intinya peregangan kulit. Semacam balon kali yaaah...


Kuncinya (kalo dari saran ilmiah) adalah menjaga kelembaban kulit. Jadi kulit kita elastis walaupun membesar. Kecuali kalo ada urusan sama hormon yaaa...

Naluri wanita dong ya, walaupun tenang karena dapat tanda jejak hamil (which makes me proud somehow), tetap pengen usaha mengembalikan keindahan kulit buat kepuasan diri juga. Hehehe...

Ada banyak sekali krim/salep dan obat sejenis lainnya yang menawarkan solusi untuk mengurangi/ menyamarkan stretch mark ini.

Garis bawahi yaa...
Bukan serta-merta menghilangkan loh. Karena pada dasarnya ini masalah serius untuk 'ujug-ujug' hilang.

Kali ini aku nyobain pakai produk terbaru dari Mooimom, yaitu Mooimom Stretch Mark Cream.


So far produknya udah kupake lebih dari 2 minggu nih. Nanti aku bakal update artikel ini ketika produknya habis kupakai ya...


Komposisi Produk

Kandungan Mooimom Stretch Mark Cream ini sangat bermanfaat untuk mencegah dan merawat striae yang membekas ini. Ada beragam zat aktif seperti Ekstrak Edelweiss, Crotong Lechleri extract, Minyak biji Kakao Maroko, dan Soluble Collagen essensce.



Selain zat aktif alami seperti yang disebut di atas, komposisi lainnya dari Mooimom stretch mark cream ini juga bisa dilihat langsung di kemasan produknya.


Komposisi alias kandungan yang ada dalam suatu produk adalah bagian yang paling penting buatku. Kalo Teman-teman lihat dari urutan komposisi pada Mooimom Stretch Mark Cream ini? Yes, Aqua.

Artinya produk ini water-based. Aku paling suka dengan produk perawatan yang water-based gini. Karena jelas bakal nyaman dipake di kulit.

Terbukti saat aku aplikasiin krimnya di kulitku yang ada striae-nya jadi:

✓ ga lengket sama sekali
✓ produknya langsung meresap
✓ ada sensasi adem
✓ aromanya harum ga kaya obat


Kemasan Yang Cantik

Biasa dengar kalimat "don't judge a book from its cover!" kan? Bener banget emang.

Tapi, ada sensasi tersendiri kalo kita punya barang yang kemasannya cantik. Aku lah salah satu orang yang peduli soal ini hahaha...

Liat thumbnail artikel ini kan?
Itulah kemasan Mooimom Stretch Mark Cream. Warnanya cantik banget. Biru aqua gitu. Aku suka! Aku suka! *alameymey LOL


Selain itu, untuk kategori obat (menurutku), kemasannya ala serum kecantikan gitu. Hehehe...

Bentuknya pompa gitu. Jadi enak dan gampang buat ngeluarin produknya.

Tekstur produknya lebih ke tekstur lotion menurutku. Walaupun namanya pake embel-embel cream, produknya ga thick ala cream. Ya, karena water-based tadi.

Itu adalah nilai plus lain dari produk ini bagiku. Seperti yang kuceritain di awal, aku udah nyobain juga beberapa krim untuk menghapus jejak striae ini. Rata-rata bentuknya kaya salep alias krim yang thick gitu. Kebayang kan? Lengket.

Oya, selain teksturnya yang ringan, warna putih dari isi produk Mooimom ini jadi bener ngingetin kita ke lotion. Yang ngebedainnya adalah produk ini jauh lebih ringan daripada lotion. Jadi cepat menyerap tanpa lengket. 💛💛💛


Testimoni Pemakaian

Aku puas banget dengan perintilan produk Mooimom Stretch Mark Cream seperti yang aku uraikan tadi.

Kemasannya, tekstur dan aromanya, komposisinya, dan kemudahan pengaplikasiannya menjadi nilai plus produk ini.

Untuk efeknya sendiri dalam perawatan striae-ku belum serta-merta hilang pastinya. Aku tahu ini perlu proses. Selayaknya penggunaan skincare wajah, kita perlu sabar dan berproses kan ya...

Ingat! Ga ada yang instan!

Baca: Detox Jafra, Oh No!

Apalagi merawat jejak kehamilan ini (baca: stretch mark). Selain sabar berproses, konsisten dalam penggunaan produk jadi faktor penentu juga. Ini salah satu bentuk ikhtiar toh? *kedip-kedip

Untuk kurang lebih 2 minggu pemakaian ini, aku bisa bilang bahwa stretch mark-ku sudah tidak terlalu gelap lagi garis-garisnya. Sebuah kemajuan menurutku.

Seandainya dalam kotak kemasan atau di tabung kemasan ada keterangan waktu pemakaian mungkin akan lebih membantu lagi. Misalnya: untuk hasil maksimal pakai 3x sehari. Keterangan begitu maksudku.

Berhubung produknya water-based, aku pribadi pakenya 3x sehari deh. Ga khawatir kelebihan sih soalnya dipakenya tipis aja tapi merata.

Buat Moms dan kamu semua yang punya jejak striae ini, bisa banget buat ikhtiar menghapus jejak stretch marknya dengan produk Mooimom Stretch Mark Cream ini.

Untuk beli produknya bisa langsung cek aja di website dan akun medsos resmi Mooimom yaaa...

Website: www.mooimom.id
FP: https://www.facebook.com/mooimomid
IG: https://www.instagram.com/mooimom.id/


Aku pribadi suka banget pake produk-produk dari Mooimom. Terutama buat para bumil dan busui, aku rekomendasiin untuk ngepoin Mooimom. Ada banyak produk berkualitas yang kita perluin, Gengs!

Baca: Menyiapkan Perlengkapan Bayi

So, aku akan update lagi kabar garis imut yang kurawat dengan Mooimom Stretch Mark Cream ini sampai produknya habis nanti. Stay tune!


Ps.
Selain lagi pake Mooimom Stretchmark cream ini, aku juga punya Hands Free Pumping Bra-nya Mooimom loh.


Bentuk dan detailnya seperti yang dipake model ini. Selain sibuk menghapus jejak tadi, mama baru ini juga lagi sibuk belajar mengASIhi.

Nah, bra Mooimom yang model ini emang diperluin banget buat dipake pas mompa Asi.

Aku pilih yang warna hitam karena emang suka aja. Bahannya nyaman dan ga bikin gerah. Trus, modelnya bisa dipake tanpa talj penyangga. Jadi kaya pake bra model kemben gitu.

Sejauh ini aku puas sama produk-produk Mooimom. Yuk, Moms! Cobain juga biar bisa ngerasain manfaatnya ;)
Read more »
Skincare Sulamit Passion Series: Review

Skincare Sulamit Passion Series: Review

Skincare Sulamit Passion Series: Review


Hai, Teman- teman!
Masih pada inget nggak kalo kemarin aku posting tentang make-up products dari Sulamit Cosmetics?
Aku bikin final look dengan produk-produknya dari awal sampe akhir alias One Brand Tutorial Make-up by Sulamit.

Kalian bisa liat gimana make-up look yang aku buat dan gimana first impression aku tentang produk make-up Sulamit itu di REVIEW dan MAKE UP TUTORIAL SULAMIT.

Nah, dalam postingan kali ini aku ngebahas produk skincarenya aja.
Yaitu terdiri dari:

  1. Sulamit Cosmetics Miraculous Brightening Facial Foam Passion Series
  2. Sulamit Cosmetics Miraculous Bright Antioxidant Serum Passion Skincare
  3. Sulamit Cosmetics Perfect Beauty Brightening Cream Passion Series
  4. Sulamit Cosmetics Miraculous White Night Cream Passion Series

Itulah 4 (empat) rangkaian skincare harian dari Sulamit Cosmetics.
Aku bakal share pengalaman penggunaan skincare ini di kulitku yaaa...

***


1. Sulamit Cosmetics Miraculous Brightening Facial Foam Passion Series


Ini adalah cleanser yang penggunaannya harus dibasahi dulu agar menghasilkan foam alias busa.
Seperti klaim produknya yang mampu mengangkat kotoran di wajah sehingga membuatnya bersih, facial foam Sulamit Cosmetics ini juga dapat mencerahkan serta menjaga kulit agar tetap moist. Kandungan ekstrak lemon dan bearberry di dalamnya lah yang digadang memiliki formula untuk klaim tersebut.


Untuk bentuk kemasannya sendiri, cleanser ini berupa tabung plastik yang efisien dalam hal packaging. Ukurannya yang tidak terlalu besar ini pas banget buat dibawa travel.

Selama menggunakan produk skincare sulamit ini, aku nggak kesulitan karena kemasannya travel friendly. Kebetulan bulan Juli- Agustus kemarin itu aku lumayan sering bolak- balik ke rumah ortu. Hehehhee....


Ini tampilan kemasan bagian belakangnya.
Ada barcode yang suda terdaftar di BPOM Indonesia. Selayaknya produk make-up Sulamit Cosmetics yang kemarin aku cobain, produk skincare Sulamit ini juga sudah terdaftar semua di BPOM. So, aman buat kamu gunain yaaa...

Di sini kita juga bisa ngeliat apa aja komposisi produk.

Komposisi:
Aqua, Glycerin, Potassium Hydroxide, Stearic Acid, Myristic Acid, Palmitic Acid, Sodium Lauroyl Sarcosinate, Glyceril Stearate, Propylene Glycol, Glycyrrhiza Glabra Root Extract, Butylene Glycol, Arctostaphylos Uva Ursi Leaf Extract, Citrus Medika Limonum (Lemon) Fruit Extract, Morus Alba Leaf Extract, Fragrance, Propylparaben, Methylparaben, Disodium EDTA, BHT. 

Oya, bentuk tutupnya ini flip gitu.
Pastiin kamu benar- benar menutup rapat produknya biar ga berceceran pas dibawa-bawa dalam pouch skincare kamu yaaa...

Tutup sampe bunyi "klik".
Gitu^^


Nah, kalo ngomongin tekstur produknya, kamu bisa liat langsung dari foto yang aku ambil ini.
Bentukannya kaya lotion padat gitu, tapi bener- bener lembut loooh...

Untuk penggunaannya sendiri, aku ngebasahin muka dulu kemudian mengambil produknya dan membuat busa di telapak tanganku. Baru setelah itu diratakan di seluruh kulit muka.

Jadi, yang diaplikasikan ke kulit udah dalam bentukan foam yaaa...

Aroma?

So far aku nggak ngerasa terganggu dengan aromanya.
Aromanya lembut dan ada sedikit esense susu kalo menurutku.
Jadi enak- enak aja pas dipake.

Sebelum dibilas, aku biasa mendiamkan produk dikulit selama 2-3 menit.
Nggak ada aturan khusus dari kemasannya sih. Ini cuma kebiasaanku kalo pake facial foam.^^


Kesan Pemakaian:
Jenis kulitku saat ini itu lebih ke normal.
Busa si Sulamit facial foam yang banyak ini nggak bikin kulitku ketarik atau terkesan kering.
Jadi, selama pemakaian aku fine-fine aja.

Cuma, aku nggak bisa ngebuktiin klaim mencerahkannya yaaa...
Mungkin butuh waktu lebih lama karena memang yang namanya skincare kan adalah sebuah proses.
Yang jelas, klaim mengangkat kotorannya memang berasa. Kulit jadi cerah iya, tapi saat udah cuci muka gitu. Kalo buat seharian kayanya belum sih.

Penilaian: 6.8/10


2. Sulamit Cosmetics Miraculous Bright Antioxidant Serum Passion Skincare


Yang kedua, kita punya serum yang mengandung antioksidan serta vitamin C.
Ini jelas ya kalo kita menilik fungsi vitamin C salah satunya untuk mencerahkan.


Langsung aja aku kasih liat kemasannya.
Ini box untuk serum dari sulamit cosmetics.

Seperti produknya yang lain, dominan warna shocking pink yaaaa...
Tapi ternyata si serumnya punya kemasan gold alias warna emas gini. Elegan!



Seperti yang lainnya, komposisi produk dapat kita temukan di bagian belakang kemasan.
Misalnya di bagian belakang box-nya ini nih.

Komposisi:
Aqua, Ethyl Ascorbic Acid, Sodium Carboxymethyl Betaglucan, Phenoxyethanol, Imidazolidinyl Urea, Carbomer, DMDM Hydantoin, Iodopropynyl Butylcarbamate, Butylene Glycol, Triethanolamine, Sodium Hyaluronate.


Yang aku suka adalah dari komposisi ini kita bisa liat formula utama atau persentase terbesar formula dalam suatu produk. Dari info yang pernah aku baca dan dengar tentang komposisi produk adalah persentase terbesar bahan atau formula yang terkandung dalam suatu produk itu dilihat dari urutan penulisannya.

Nah, kalo ngeliat komposisi serum antioksidan sulamit ini, kita bisa tau bahwa aqua atau air memiliki persentase terbesar dalam urutannya. Artinya produk ini water- based.

Jujur, aku sangat pemilih buat pake serum.
Buat nge-review skincare Sulamit ini tentu aku harus nyobain langsung dooong.
Biar temen- temen punya gambaran tentang produknya.
Karena ini komposisinya oke, aku cobain deh buat pake biar tau langsung.

Kalian tau kan kalo review aku itu based on experience dan aku bakal bilang apa yang oke dan nggak sesuai pendapatku pribadi. It's honest review of course!


Ini tampilan kemasan produknya..
Serum sulamit ini bentuknya pump gitu. Ciri khas kemasan serum ya!
Walaupun ga semua serum bentukannya pump gini.

Yang pasti, aku suka dengan kemasannya ini karena memudahkan penggunaan.
Kita bisa atur sebanyak apa pemakaian produk untuk diaplikasikan ke kulit wajah hanya dengan ditekan a.k.a dipompa aja.


Aroma?
Pertama aku kaget dengan aromanya.
Terlalu menusuk hidung!

Aku coba ngira-ngira ini aromanya kaya apa ya?
setelah recall memori, aku kayanya nemu padanan buat mendeskripsikan aroma serum ini.

Menurutku yaaaa...
Aromanya kaya "cuka makan" atau "cuka beras" atau "cuka apel".
Gitu lah!

Intinya ada sensasi asam kecut gitu.
Kalo kata ibuku kaya aroma tape.

Mungkin ini efek formula vitamin C kali yaaa...
kan kalo dipikir-pikir, cuka-cuka yang searoma itu tadi kaya vitamin C loooh.

Bahkan aku pernah liat vlog gitu tentang penggunaan cuka apel buat toner.
Intinya buat menutrisi kulit dengan formula vitamin C dan antioksidannya..

Nah, barangkali begitulah yang ada di serum ini.
#etaterangkanlah


Kalo teksturnya sendiri, karena water-based ya menurutku, jadi dia rada encer gitu.
Warnanya bening tapi licin. #loooh gimana?

Kesan Pemakaian:
Waktu aku aplikasiin serumnya, aku pump sekali doang.
Trus, aku ratakan dengan meletakan produknya di lima titik wajah (as usual yaaaa).

Teksturnya itu cair, tapi pas diratakan ada kesan licin- licin gitu.
Sambil terus aku usap merata ke kulit muka. Nggak lama kemudian produknya pun meresap.

Untuk waktu peresapannya sendiri nggak perlu nunggu lama kok.
Sambil diratakan di kulit, produk mulai mengering.

Itu tandanya udah meresap. Done!
Jadi, si serum ini enak banget karena gampang menyerapnya.

Gimana efeknya ke kulitku?
Mayan bikin kulitku rada minyakan di area T pas bangun tidur sih jadinya.
So, aku kurang sreg sama hasilnya. Hehehee...

Penilaian: 6/10


3. Sulamit Cosmetics Perfect Beauty Brightening Cream Passion Series


Lanjut, kita beralih ke produk skincare ketiga!
Ini adalah day cream dari rangkaian produk skincare sulamit.

Foto di bawah adalah day cream dan night cream yaaa...
Aku mau kasih liat bahwa kemasannya itu sama banget.

Untuk ngebedainnya, kita perlu baca apa yang tertera di kemasan atau dengan cara liat langsung isinya.



Untuk day cream, warnanya agak kuning gitu.
Sementara yang night cream warnanya putih.

Kemasan keduanya sama kan?
Setelah box pastinya, kemasan kedua cream ini sama- sama bening dengan tutup berwarna pink.

Di bagian dalam setelah kita buka tutup luarnya, ada tutup klep lagi.
Ini fungsinya biar produk nggak berceceran di tutup bagian luar.


Tekstur day cream ini lebih thick dibanding night cream (nanti kita liat teksturnya di poin terakhir tentang night cream yaaa....).

Kalo menurutku, instead of cream, ini lebih ke tekstur foundation.
Ada produk jadul yang setipe ini nih. (Jadi kuis nihhh... hayooo tebakkk...^^)

Gimana dengan komposisinya? Ayo  kita liat!

Komposisi:
Petrolatum, Lanolin Anhydrous, Titanium Dioxide, Ceresin Wax, Beeswax (Cera Alba), Dimethicone, Ethylhexyl Methoxycinnamate, BHT, Fragrance, Dimethylmethoxy Chromanyl Palmitate, Propylparaben, CI 77491, CI 77492, CI 77499


Aroma?
Jujur, aku kurang suka sama aromanya.
Aku nggak tau gimana cara mendeskripsikannya, tapi kalo boleh aku bilang ada sekilas aroma obat gitu. I don't know!

Jadi, dia nggak bau tapi juga nggak wangi.
Kaya aroma obat yang kumaksud ini nggak kentara sih.
Cuma kalo emang pengen dirasa-rasain, itulah aroma yang tertangkap oleh hidungku.

Tapi itu bukan masalah banget sih.
Masih bisa ditahan. Hehehee...


Untuk teksturnya gini nih.
Beneran kaya foundie kalo menurutku.

Daaaan...
Shade-nya terlalu putih. Hiks.


Bisa diliat setelah aku ratakan di punggung tangan yaaa...
Ini tuh sangat kontras sama warna dasar kulitku yang cenderung kuning.

Walaupun tadi kita liat bahwa produknya warna kuning, ternyata setelah diaplikasikan ke kulit jadinya putih :(


Kesan Pemakaian:
Aku ngerasa kurang OK pake day cream skincare sulamit ini.
Ini bisa aja karena akunya udah nggak PD duluan dengan kulitku yang malah jadi putih, ditambah juga karena formulanya ini bikin area hidungku makin berminyak.

Tektur produk yang begini ini aku pernah pake jaman SMP dan SMA gitu.
Yang kubilang bedak jadul itu loooh.

Dan honestly aku udah say bye- bye dengan produk begitu.
Huhuhuu...

Penilaian: 5/10


4. Sulamit Cosmetics Miraculous White Night Cream Passion Series


Nah, ini yang terakhir dari rangkaian skincare sulamit cosmetics.
Night cream!

Untuk penggunaan udah jelas yaaa...
Layaknya night cream pada rangkaian skincare, kita pake ini di waktu malam pastinya.
Setelah cuci muka dengan facial foam-nya, baru deh produk ini diaplikasikan.



Kemasan produk udah aku kasih liat di atas tadi bareng day cream.
Hampir nggak ada beda kecuali tulisan nama produknya dan warna produk setelah dibuka.

Ini aku coba foto bagian dalam box alias kemasan dusnya.
Jadi, produk- produk skincare sulamit, termasuk day dan night cream-nya ini dikemas dalam box pink yang bagian dalamnya ada merk Sulamit-nya.

Ini juga berfungsi buat ngebedain ori atau nggaknya produk yang kamu beli.
Biar nggak aneh- aneh dan membahayakan, pastiin kamu beli produk original yaaaa...


Berikutnya, mari kita liat tekstur dari night cream sulamit cosmetics ini.
Seperti yang udah aku sampaikan di atas, bahwa night cream ini warnanya putih.

Untuk teksturnya sendiri nggak padat/ thick  kaya yang day cream tadi.




Tekstur night cream sulamit ini lebih lembut, halus dan ringan.
Kesannya kaya body lotion.

Kebanyakan night cream memang begini teksturnya.

Komposisi:
Aqua, Cyclotetrasiloxane, Cyclopentasiloxane, Paraffinum Liquidum, Propylene Glycol, Steareth-21, Cetyl Alcohol, Steareth-2, Stearic Acid, Butylene Glycol, Citric Acid, Sodium Sulfite, Paeonia Suffruticosa Root Extract, Scutellaria Baicalensis Root Extract, Saxifraga Sarmentosa Extract, Acetyl Tyrosine, Arbutin, Glutathione, Aminopropyl Ascorbyl Phosphate, Disocium EDTA, Fragrance, Propylparaben, Methylparaben.


See?

Komposisi pertamanya adalah aqua. Inilah jawaban kenapa produknya nggak sepadat si day cream.
Jadi, ini masih masuk pertimbanganku deh!


Aroma?
Aromanya enak. Wangi lembut dan bearable.
Intinya, aku nggak keberatan sama sekali untuk urusan aroma night cream-nya sulamit ini.


Beneran aqua-based karena ketika aku coba untuk rasain teksturnya di tangan, night cream ini langsung lumer.

Kesan Pemakaian:
Seperti pertama kali aku ngerasain tekstur produknya di tangan, pas produk ini aku aplikasiin ke kulit muka, dia langsung lumer meresap.

Aku suka teksturnya yang nggak thick dan mudah meresap ini.

Setelah cuci muka dan menggunakan produk ini sebelum tidur, sensasi adem berasa di kulit wajah. Rasanya lembut setelah produknya meresap.

Waktu pagi hari pun, saat bangun tidur, kulit terasa lembut dan empuk gitu.
Aku suka efeknya.

Tapi untuk klaim mencerahkannya, aku belum dapet sih.


Penilaian: 7.8/10


***

Untuk produk Skincare dari Sulamit cosmetics ini, aku kasih nilai lebih di night cream-nya dan say sorry buat day cream-nya.

Lama penggunaan kurang lebih 2 minggu untuk aku bisa sharing pengalaman ini.

Alhamdulillah, nggak ada break out parah karena tidak cocok dengan produknya
Tapi indikasi kaya membuat kulitku jadi berminyak tadi lumayan bikin aku ketar- ketir.

Soalnya di lingkungan rumahku, polusi bikin kulit berminyak gampang terkontaminasi nih.
Sementara, produk ini mayan bikin kulitku jadi agak berminyak.
Jadi, setelah nyobain produknya aku bisa menyimpulkan kalo skincare-nya kurang OK buat kulitku.

Mungkin bakal beda hasilnya di kulit kalian yaaa...
Yang jelas, pastikan kalian beli produk ori-nya!
Bisa langsung ke website-nya atau cek official account-nya di Lazada.
Ada banyak promo menarik nih!!!

Nah, kalo kalian udah pernah pake produk skincare Sulamit yang mana nih?
Gimana kesannya???

Yuk, sharing!!!


Beautisquad:   Instagram  -  Facebook

Sulamit Cosmetics:   Website  -   Instagram

Read more »
Review Lengkap Vaseline Arab, Petroleum Jelly

Review Lengkap Vaseline Arab, Petroleum Jelly

Review Vaseline Arab Petroleum Jelly


Assalamualaikum, Teman- teman.
Kali ini aku mau cerita tentang Vaseline Arab alias Vaseline Petroleum Jelly.

Setahuku, VPJ (Vaseline Petroleum Jelly) ini hit sekitar pertengahan Juli tahun 2012 lalu di Indonesia. Ketika para beauty enthusiasts internasional sedang heboh membuat reviewnya, di Indonesia sendiri barangnya masih harus ikut sistem PO dulu.

Itu loooh...

PO = Pre Order

Jadi, kita kontak dulu online shop yang ngejual VPJ ini dan bayar duluan sebagai tanda jadi belanja.

Nanti setelah pesanan terkumpul, biasanya penjual baru akan ambil barang atau kirim serentak ke para pembelinya (kalo online shopping-nya pake sistem dropshipping dari pemilik barang).

Well, udah ngertilah ya soal itu. Hehehe...

Intinya saat itu VPJ masih susah belinya.
Terlepas dari kendala itu, para beauty enthusiasts ini nggak akan mundur dong.
Dalam dunia belanja online, ya wmang udah gitu aturan mainnya.

***

Aku mau cerita dulu tentang perkenalanku sama Vaseline Arab ini.

Gimana aku bisa tau sama VPJ?


Adalah adik bungsuku, Ima yang ternyata rajin melihat perkembangan dunia beauty. Dia emang punya tujuan khusus soal itu (kapan-kapan aku cerita, kalo dapet ijin dari Ima^^).

Singkatnya, Ima yang beli VPJ di online shop dan karena dianya juga nggak terlalu rajin urusan perawatan, akhirnya dia berikan Vaseline Petroleum Jelly-nya untukku.

Katanya, VPJ ini bagus untuk memperpanjang bulu mata dan menghitamkan rambut alis,
Tak lupa dia beri tahu khasiat lainnya yang penting banget buat kulit.
Terutama untuk merawat kulit yang super kering, keras menebal kaya di siku- siku, lutut, atau mata kaki serta sebagai pelembab bibir.

Hmmm...
Menarik!

Akupun menerima lungsuran Vaseline Arab itu darinya.
Sekitar tahun 2014 kalau tak salah.


Kesan pertama?


Ewwww...
It's very thick!

Review Vaseline Arab Petroleum Jelly super lengkap

Gini nih teksturnya.

Sangat-- sangat THICK!

Kalian tau minyak gemuk? yang suka buat biji klahar itu kalo di otomotif? atau mentega deh.
Kira-kira seperti itu. Tapi lebih ke tekstur minyak gemuk kalo menurutku.

Jadi, dia ini sangaaaatt... hmmm apa ya? Tebal? Sangat greasy pokoknya.
But, cepet lumer juga alias halus gitu teksturnya.
Gitu lah ya pokoknya.

Bahaya menggunakan Petroleum Jelly

Seperti ini penampakannya ketika dioleskan ke kulit.

Kaya langsung mau cair gitu deh.

Dari foto ini kita bisa liat, warnanya putih tapi ga bening dan juga bukan putih susu yaaa...

Next, aku ratakan dipermukaan kulit dan kemudian dikulit jadi seperti minyak.

Bahaya menggunakan Petroleum Jelly Vaseline Arab

Kalian bisa lihat kilap di punggung tangan aku itu?

Yes, seperti itulah teksturnya ketika udah dibaurkan ke kulit.
Eits, tapi tenang aja.

Nggak lama setelah itu, kulit kita balik matte kok. Kilap minyak itu bakalan segera hilang dan sepenuhnya meresap ke dalam kulit. Hasil akhirnya adalah kulit yang terasa sangat lembab plus lembut.


Yuk, kita liat dulu deskripsi produk Vaseline Petroeum Jelly alias Vaseline Arab ini.

Pro dan kontra Bahaya menggunakan Petroleum Jelly Vaseline Arab

Yak!!!

Bisa dibaca tulisan arabnya itu? LOL

Aku sih nggak bisa yaaa...
So, sorry! *giggle

Well, ada bagian penting yang bisa kita liat dari kemasannya ini.
Bahwa produk ini tuh punya komposisi tunggal alias itu aja tanpa campuran apapun.


INGREDIENT: PETROLATUM

Just it!

Aku cari tahu tentang apa itu 'Petrolatum".

Ada banyak artikel yang saling pro dan kontra tentang penggunaan 'Petroleum Jelly/ Petrolatum/ Mineral Oil' ini.

Sebelum aku share  beberapa poin penting tentang kontra penggunaan Petroleum Jelly ini, kita liat dulu ya kemasan si VPJ ini.

Review lengkap vaseline Petroleeum Jelly Vaseline Arab
Segel bagian dalam setelah tutup dibuka.

Review lengkap vaseline Petroleeum Jelly Vaseline Arab bahasa Indonesia
Di sisi kiri dan kanan kemasannya ada lekukan ini.
Selain disegel dengan semacam aluminium foil berlabel itu, bagian sisi kanan dan kiri kemasan VPJ ini ada lekukan seperti di foto atas. Gunanya adalah untuk membuka tutupnya.

Jadi, cukup diangkat ke atas.
Bukan diputar apalagi dijilat terus dicelupin #LOHHHH

Dengan ukuran kemasan 120ml dan klaim 'PURE SKIN JELLY' di kemasannya.
Serta tertanda perusahaan besar: UNILEVER--- www.vaseline.com nggak membuatku lantas langsung OK aja sih.

Selain emang orangnya selalu pengen tahu, aku juga concern dengan produk kosmetik dan skincare yang aku pakai saat ini. Maklum, setelah VPJ lunsuran Ima dulu itu kuwariskan dengan adikku Putri, aku udah nggak pake lagi produknya sejak 2016 lalu.

Review lengkap vaseline Petroleeum Jelly Vaseline Arab bahasa Indonesia
3 buah Vaseline Petroleum Jelly sudah dataaang!
Awal Bulan Juli lalu, aku order 3 buah VPJ ukuran 120ml.

Rencananya ayah dan uwakku yang akan memerlukan produk itu nanti. Nah, berhubung produk lungsuran Ima kemarin cuma dipakai untuk bulu mata, alis dan bibir, aku masih penasaran mau eksplore lebih.

Apalagi suamiku juga kerjaannya panas-panasan terus tuh.
Mau dirawat pake VPJ laaah, gitu pikirku pas mau order.
Akhirnya 3 Vaseline Petroleum Jelly  pun datang.

Setelah barang datang, aku mikir- mikir mau pakenya sekarang.
Selain udah mulai melek info kosmetik, aku juga mikir buat baby utun di perut.
Jangan sampe deh kenapa-napa. *Naudzubillah


FAKTA TENTANG PETROLEUM JELLY/ PETROLATUM


Menurut beragam artikel yang kubaca, Petroleum Jelly ini juga biasa disebut dengan Petrolatum. Mineral Oil. Yang memnag memiliki kemampuan membuat kulit jadi lembab. So, ini akan bermanfaat banget kalo kita punya kulit kering, atau panas- panasan di luar.

Tapiiiii...

Ada kontra tentang Petrolatum yang kabarnya dapat memicu kanker!!! *hiyyyyy

Dalam penggunaan rutin dan berlebih, 'katanya' produk yang mengandung zat ini dapat memicu kanker. Itu kata beberapa artikel yang kubaca ya.

Bahkan, beberapa badan pengawas kosmetik di negara- negara tertentu, Kanada misalnya, melarang penggunaan zat ini dalam kosmetik. Biasanya ditemukan dalam produk shampoo, moisturizer, dll.

Seperti namanya lainnya yaitu Mineral Oil, zat ini memang memiliki kemampuan yang sangat baik untuk menjaga kelembaban di kulit, rambut, kuku, dan bagian lainnya. Seperti dikutip dari Besthealthmag.ca ini:

‘Petroleum jelly is the most effective moisturizer available,’ says Vancouver dermatologist Dr. Richard Thomas. ‘The reduction in water loss makes it easier for the epidermis to continue normal function.’

Dari penjelasan Dr. Richard Thomas ini, memang bagus sekali penggunaan Petroleum Jelly, makanya tak heran banyak dokter menyarankan penggunaan produk ini pada penderita alergi kulit seperti eczema. Ruam merah bekas popok pun bisa diredam dengan VPJ ini. Ada produk bayi yang juga mengandung zat itu, seperti dalam produk baby oil atau body lotion-nya. Menurut sumber lainnya, kandungan pada Petrolatumi ini juga bisa mengatasi rasa terbakar atau luka lainnya.

Jadi, aman dong yaaa???

Sehat dong aslinya??? Gimana soal memicu kanker tadi???

Dari laman yang sama, dikatakan bahwa memang EWG (Environment Working Group) dan CCTFA (Canadian, Cosmetics, Toiletries, and Fragrance Association) menyebutkan bahwa ada resiko terpapar kanker walaupun belum ditemukan penelitian terkait hal itu. Dari itulah, CCTFA mengkasifikasikan Petrolatum  dalam kategori 'moderate hazard'. Padahal mereka sendiri sudah mengumumkan bahwa Kementerian Kesehatan Kanada sendiri mengatakan bahwa Petrolatum/ Petroleum Jelly TIDAK MENGANDUNG RACUN.

Artikel lainnya yang kubaca membahas soal potensi yang sama, yaitu kemungkinan terpapar kanker. Di sana ditautkan link tentang paper hasil riset (kalau dilihat dari tautannya). Namun, laman error alias paper terebut tidak ada-- tidak bisa diakses. Pun juga di sumber lainnya.
So? Bagaimana menurutmu? Nggak ada bukti valid ya so far.


LALU, KENAPA BANYAK KOSMETIK MENGKLAIM PRODUKNYA TIDAK MENGANDUNG PETROLATUM?

APAKAH ARTINYA LEBIH BAIK TANPA ITU?

ATAU MEMANG BERBAHAYA?



Melihat sedikit bahkan tidak adanya riset tentang hubungan Petrolatum dengan Kanker, nampaknya bukan itu alasan para produsen kosmetik itu. Lebih kepada asumsi masyarakat yang mungkin sudah panik duluan karena pengumuman potensi tadi.

Sementara, penelitian mungkin sedang atau akan berjalan (nggak tau juga tuh).

Yang jelas, pada artikel lain lagi, disebutkan bahwa Petroleum Jelly yang digadang berbahaya itu adalah yang ga  masuk kategori tingkatan highly refined. Nah, yang gitu biasanya dipake buat industri (mesin, dll). Sementara yang dalam kosmetik atau produk perawatan kulit seperti Vaseline Petroleum Jelly ini tentu yang sudah highly refined tingkatannya-- salah satu cirinya adalah warnanya yang putih seperti yang kita liat di foto ya. Artinya sudah melewati proses pembersihan dan penyaringan yang aman buat tubuh.

Sementara itu Celetre Lutrario, seorang Vice-president of Research and Development of Burt's Bees tidak menggunakan Petroleum Jelly pada produk-produknya dengan alasan bahwa:

... A study that was published in Pediatrics in 2000 found that extremely-low-birth-weight infants treated with petroleum jelly were more likely to develop systemic candidiasis; it created a warm, moist place for fungi to grow. ‘Sometimes you want the skin to breathe more... 

... She says petrolatum is an occlusive barrier, locking in moisture’but it does not allow moisture to be absorbed from the atmos­phere ...

Intinya, saking hebatnya Petroleum Jelly ini dalam menjaga kelembaban, kulit jadi terkunci.

Sementara kulit juga butuh bernafas.

Jadi, menurutku, penggunaannya memang tidak boleh sepanjang waktu 24 jam.
Gunakan saja secara wajar untuk perawatan layaknya skincare kita.

Kalo aku biasanya pakai malam di area kaki (karena kakiku keras huhuhuu), lalu dibungkus dengan kaos kaki. Saat pagi hari bangun tidur, bilas sekalian mandi deh! ^^

Kulit jadi moist dan berangsur lembut lagi.

Aku juga kadang masih pake untuk bulu mata dan alis. Hehehe...


Kesimpulan


Apakah Alma masih akan pake produknya? Ya.

Akan beli lagi nggak kalo udah abis? 
Kemungkinan besar, Ya. Selain buat skincare, ini bisa dimasukan ke kelompok obat^^

Kemarin beli di harga berapa? 
Pas Ima beli dulu itu 80k, tapi pas aku beli baru-baru ini cuma 40k.


Segitu deh Review Vaseline Arab, Petroleum Jelly dari aku.

Semoga bermanfaat yaaaa...
Read more »

BloggerHub Indonesia