-->
Aplikasi TITIPANKU, Aplikasi Mobile Zaman Now

Aplikasi TITIPANKU, Aplikasi Mobile Zaman Now

ide iwic 11 paling kreatif


Halo!
Apa kabar, Teman- teman?
Kali ini saya mau berbagi ide yang mulai muncul ketika akhirnya resmi jadi IRT alias ibu rumah tangga. Hehehe...

Secara kan yaaa kalau kemarin-kemarin LDM-an aja. Berasa single terus deh!
Mau makan tinggal beli, pas kepengen masak ya mlipir aja karena dekat pasar, walaupun kebanyakan order online juga pake g*food. Hehehhee...

Nah, pas udah resmi di rumah baru kerasa deh ada yang perlu diurusin. Mulai dari urusan rumah, pakaian, dan pastinya makanan. Sesekali beli sih masih oke lah yaaa...

Eh, lama-kelamaan bosen juga. Ditambah lagi pas diitung-itung sisa di dompet jadi bikin senyum kaku. Alamaaaak! Susah juga ya ternyata ngatur uang bulanan buat ngurus rumah. Banyak posnya!

Variasi makanan yang dibeli juga sedikit karena selera yang cucok balik ke yang 'itu-itu' aja. Ini juga mungkin karena kota tempat tinggal kami belum terlalu 'ramai' kali ya?

Akhirnya, saya lebih rajin di dapur deh!
Lumayan buat bereksperimen dan bikin kantong agak terselamatkan.


Latar Belakang
Ketika mulai agak pinter atur pengeluaran, ada aja kendala lain yang muncul. Pasar sayurnya mayan jauh, Mak! Transportasinya juga terbatas. Di tempatku sekarang pakenya ojek. Tapi ga setiap saat ojek 'ready' yaaa...

Jadilah saya mulai galau.

Pertamanya dicoba belanja 'nyetok' aja. Biasanya seminggu sekali pas suami off kerja, saya minta antarkan ke pasar. Belanja buat keperluan seminggu.

Untuk lauk dan beberapa bumbu sih aman aja di kulkas. Tapi, supply sayuran segar ga bisa dipertahankan. Walaupun udah nyobain beragam teknik penyimpan dari yang pake container kedap udara, kertas koran, dan lain-lain rasanya tetap beda.

Apalagi nih ya, bumil sepertiku yang mulai semakin berat ke mana-mana rasanya 'uuuuuuh' banget mau ke pasar sayur. Akhirnya, keidean berharap ada solusi buat rintangan itu.

Di zaman now segala kan serba digital. Udah banyak yang melek teknologi loh, bahkan orang tua aja bisa diajarkan dengan mudah. Intinya asal ada sosialisasi, penggunaan media digital yang baik tentu bisa diakses siapa saja.

Di kota tempat tinggalku, belum banyak aplikasi online yang berjalan kaya di kota- kota besar itu. Semua masih serba manual. Biasanya kalo ke warung makan tertentu aku suka minta kontaknya buat barangkali mau delivery order. Bahkan sekelas pesan-antar itu aja belum terlalu marak padahal potensinya lumayan.

Melihat keadaan itu, kayanya bakal jadi win-win solution bagi pembeli yang ga bisa ke pasar karena jauh dan terkendala transportasi ini, juga bagi para penjual sayur atau bahan makanan.

aplikasi kreatif iwic 11


IDE APLIKASI
Nama program solusiku adalah: TITIPANKU

Ini sedikit terinspirasi dengan kemudahan di kota pake jasa titip belanja aplikasi online. Apa bedanya programku dengan yang sudah ada itu???

Aku menawarkan ide yang lebih sederhana saja. Targetnya adalah memberdayakan para tukang sayur keliling. Biar lebih efektif jualannya. Tujuannya biar barang yang dia bawa udah jelas ada yang beli. Mengurangi kerugian beliau dan memudahkan kita yang mau pesan bahan tertentu. Kriterianya sederhana sehingga mudah digunakan. Kira-kira begini ide dasar cara kerjanya:


Bentuknya
Aplikasi untuk smartphone berbentuk borang/Form isian (dengan interface menarik) agar mudah menuliskan daftar belanja. Penitip langsung menulis saja, tak perlu ada katalog untuk memilih. Agar tidak terlalu memakan kuota data serta demi mengikuti ketersediaan barang/bahan yang dititip dengan yang ada di pasar setiap harinya.

Fitur
Profil akun (berisi data valid pengguna: nama, kontak, alamat lengkap, akun bank untuk transfer uang tanda jadi setelah dikonfirmasi ketersediaannya), Rentang harga produk (untuk produk-produk yang sering dipesan), call service/help desk.

Metode
Penitip membuat daftar belanjaan sehari sebelum permintaan barang diantar. Kemudian, agen titipan akan mengecek ketersediaan barang di pasar berikut harganya. Setelah itu konfirmasi ke penitip dan melakukan deal akhir dan transfer  50% (untuk menghindari pembatalan sepihak). Keesokan harinya barang diantar ke penitip. Maksimal titipan dilakukan 12 jam sebelum pengantaran (pagi hari).

Sanksi
Pembatalan setelah deal di blacklist untuk penggunaan program.

Transaksi Pesan
Sehari sebelum pengantaran agar seller bisa memastikan ketersediaan orderan dan harganya. Setelah itu konfirmasi rekap harga untuk transfer.

aplikasi titipanku untuk iwic 11



Ternyata stay di rumah ga bikin aku mati gaya sih. Malah bikin makin kreatif ya? Hehehehe...
Ketika ada masalah dan kita berandai-andai memikirkan solusinya, sebenernya kita menyumbang sebuah ide loh. Mau bagaimana pun itu, semua andai-andai yang kita bayangkan bisa saja terwujud.

Toh, para penemu itu memulai semuanya dari andai-andai.
Jadi, semua bisa menyumbang ide kreatifnya. Siapa tahu nanti kesampaian alias terwujud.

Banner Submit ide IWIC 11


Yuk, Ibu-ibu, Bapak-bapak, dan para anak muda lainnya ikutan submit juga ide kreatif kalian melalui FORMULIR INI.

Caranya mudah sekali.
Sila tuliskan ide kreatif kalian, baik itu baru berupa gagasan atau bahkan sudah dalam tahap pengembangan aplikasi. Kalau udah ada sketsa bentuk aplikasinya lebih oke tuh!

Melalui program dari Indosat Ooredoo yang disebut IWIC (Indosat Wireless Innovation Contest) 11 ini ide apapun bisa ditampung. Plus ada beragam hadiah yang disediakan kalau ide kamu terpilih nanti. Untuk info lengkapnya bisa langsung cuss ke http://iwic.indosatooredoo.com 

Yuk, wujudkan mimpi kita!
Read more »
Tips Kesehatan: Menulis Sebagai Terapi

Tips Kesehatan: Menulis Sebagai Terapi

manfaat menulis sebagai terapi jiwa


Apakah menulis benar bisa digunakan sebagai terapi jiwa???

"Lewat tulisan Anda menemukan teman yang selalu menerima tanpa menghakimi karena tulisan adalah keluarga yang selalu menerima." - Anonym

Apakah kutipan ini terlalu berlebihan? Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak.

Iya, berlebihan.
Tentu saja tidak bisa menyetarakannya dengan keluarga. Keluarga [inti] itu adalah makhluk yang akan selalu mengerti kita. Lihat saja buktinya! Seberapa marah ataupun kesal kita pada salah satu anggota keluarga pasti akan berbaikan sendiri. Sudah ada benang penghubung yang sangat kuat dalam aliran darah! Keluargaku adalah segalanya.

Aku pernah marah kepada adikku pun sebaliknya.
Tapi tunggu saja beberapa waktu, kami akan berdamai dengan sendirinya.
Kadang aku yang memulai. Kadang ia yang memulai.
Terkadang juga kami evaluasi menyampaikan alasan marah dan kesal tadi lalu kemudian mencoba memahami dan belajar agar tak terulang lagi.

Lihat!
Keluarga ini lah yang selalu menerima bukan tulisan semata.


ATAU


Tidak, tak berlebihan.
Kadang kala kita tak bisa membiarkan waktu berjalan untuk mengobati begitu saja. Butuh media yang bisa menjembatani. Tulisan lah teman yang akan selalu menerima tanpa menghakimi.
Beragam alasan dapat kita tuangkan dan sampaikan melalui tulisan. Apa gunanya? Untuk menuangkan perasaan yang kadang tak bisa- tak mampu- tak kuasa untuk serta merta disampaikan begitu saja.

Berselisih dengan saudara (adik-kakak) tentu berbeda dengan berselisih dengan orang tua atau pasangan. Walaupun kesannya hubungan dengan orang tua/pasangan lebih dekat dan hubungan saudara diurutan berikutnya, ternyata tak membuat berbaikan dengan orang tua/pasangan lebih mudah daripada berbaikan dengan saudara ketika berselisih.

Justeru karena hubungan dengan orang tua/pasangan itu lebih dekat, segalanya jadi lebih kompleks alias rumit.

Ada banyak pertimbangan ketika akan menyampaikan alasan marah karena takut salah bicara lalu tak sengaja melukai perasaan satu sama lain.

Berbeda dengan hubungan saudara (adik-kakak) yang juga dekat namun lebih sederhana.
Menyampaikan alasan menjadi penting dan dapat dengan mudah diutarakan. Ada semacam rasa 'adik akan dengarkan kakak' karena merasa kakak adalah panutannya. Juga sebaliknya 'kakak akan dengarkan adik' karena merasa adik adalah tempatnya belajar.



Nah, kutipan tadi menuai respon berbeda ketika disikapi dengan dua sudut pandang.
Yang pertama, ketika kita merasa bahwa tulisan dan keluarga (makhluk) adalah sesuai yang sangat berbeda. Saklek berpendapat bahwa tak bisa tulisan menggantikan peran itu. Memang ada benarnya.

Sementara yang kedua, ketika kita mencoba lebih memahami hati yang kompleks. Memaklumi bahwa walaupun punya hubungan darah, hati setiap orang berbeda. Perbedaan itu bisa dipengaruhi oleh sifat bawaan/karakter, adat-budaya, kebiasaan, dan lainnya. Jadi, tak semua yang diamini oleh hati si A akan langsung bisa berterima. Meskipun tak jarang juga pada suatu keadaan langsung bisa klik alias berterima.

Bagaimana jika keadaannya tak bisa langsung berterima?
Di sini lah waktu yang mengobati. Mungkin tak perlu terburu-buru sibuk mengklarifikasi atau menjelaskan. Bisa pilah dan pilih waktu yang tepat dan ketika keadaan hati sudah terkondisikan lagi.

Bagi umat muslim, ada amalan yang baiknya dikerjakan ketika hati sedang gundah-gulana, sedih, sepi, marah, kesal, dan beragam aura negatif lainnya. Suamiku berpesan untuk lekas beranjak dan berwudhu, lalu mengucap 'auzubillahiminasy syaitonirrojim dan dilanjutkan dengan beristighfar sebanyak-banyaknya. Sebenarnya memang begini yang ada dalam ajaran agamaku. Barangkali teman-teman banyak yang sudah tahu. Aku pribadi masih perlu banyak belajar, terutama mempraktekannya. Bismillah.

Selain melakukan hal yang diperintahkan Allah tadi, menulis bisa menjadi solusi.

Menulis bisa dilakukan kapan saja baik saat suasana hati positif atau negatif.
Ketika tengah meluap kebahagian dalam hati, ayo berbagi dengan niat berbagi kebahagiaan, memotivasi, menginspirasi, dan segala niat mulia lainnya. Menulis membantu jiwa menyalurkan energi-energi berlebih itu.

Begitu juga ketika hati sedang dibalut rasa negatif. Tak apa! Tulislah!
Energi itu juga perlu disalurkan agar tak membelenggu diri. Salah satunya dengan menulis.
Jangan lupa niat mulianya yaaa...

Loh?
Dalam keadaan negatif kok bilang mulia? Yang ada orang akan ikut merasa negatif baca tulisan kita.

Eitsss...
Jangan salah dan jangan langsung berkesimpulan demikian.
Menuliskan keadaan hati yang tengah terpuruk dan aura negatif lainnya dapat membuat hati lega.
Arsip tulisan kita bisa menjadi pengingat di suatu hari kemudian.

Ada banyak sekali orang-orang yang terbantu meluapkan bahkan membuang seluruh energi negatifnya melalui tulisan. Contohnya Bapak Habibie yang dirundung sedih lantaran ditinggal belahan hatinya. Hasilnya sebuah buku yang menjadi konsumsi banyak orang saat ini. Beliau memilih untuk menyalurkannya melalui tulisan ketimbang terlarut dalam kesedihan. Alhamdulillah berhasil.

Tak perlu malu untuk menuliskan beragam ekspresi diri itu.
Sudah fitrahnya kita merasa positif maupun negatif.
Perihal kualitas isi tulisan, tentu akan membaik sepanjang waktu.

Menulis adalah sebuah proses.

"Perasaan kita, pikiran kita, jiwa kita tidak selalu sama dengan apa yang diimpikan. manusia selalu bermimpi yang indah-indah tetapi kenyataan seringkali sebaliknya. Banyak hal negatif yang pernah hinggap di perasaan kita, pikiran kita dan jiwa kita. Rasa sedih, sesal, iri, cemburu, marah, takut, kuatir, trauma, phobia, malu, rendah diri, tidak percaya diri dan lain sebagainya. Jangan malu mengakui karena sangat manusiawi. semua manusia pernah merasakannya. Lalu apakah setelah tak dirasakan hilang begitu saja? tidak ternyata ia menumpuk di alam bawah sadar manusia dan bisa menjadi penyakit yang larinya ke fisik. Ada yang sering sakit kepala, sakit perut dan lain sebagainya." (Amalia, 2016)
Selain sebagai media terapi jiwa, menulis juga memiliki beragam manfaat (kabarsehat.com), antara lain:
  • dapat mendorong seseorang untuk mampu berfikir secara logis, sistematis, dan kreatif
  • dapat mendorong adanya interaksi dengan orang lain [hal ini baik untuk pengembangan aspek sosial]
  • dapat mendorong seseorang menjadi bijaksana
  • menjadi media terapi batin/ [jiwa] 
Bagaimana?Siap berekspresi dengan tulisan dan menjadi sehat selalu?


Mari menulis!



Referensi: 
www.kompasiana.com/16dk/menulis-sebagai-terapi-diri_57789bb062afbd8046a883ea 
www.kabarsehat.com/menulis-sebagai-terapi-pikiran-emosi-dan-batin.html
Read more »
Smoking Area Vs. Non- smoking Area

Smoking Area Vs. Non- smoking Area



smoking area vs. non-smoking area kontroversi perokok

Disclaimer: Tulisan ini adalah unek- unek saya berisikan tentang opini personal saya sebagai reaksi dari pengalaman saya tentang area boleh merokok dan area bebas asap rokok.

Di luar sedang hujan. Hujannya tidak bergemuruh tapi konsisten dengan intensitas tinggi yang nampaknya membuat beberapa wilayah di Bandung "bawah" mulai tergenang air. Sudah jadi semacam kebiasaan kalau saya memilih untuk bekerja di luar. Misal menulis artikel deadline dan pekerjaan saya di tempat yang nyaman tanpa bayang- bayang pekerjaan rumah. Hahahaa...
Read more »

BloggerHub Indonesia