-->
Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM)

Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM)

Penyakit Tidak Menular



“Uhuk! Uhuk!”

“Hatchi!!!”


Musim pancaroba begini makin banyak deh kita dengar suara batuk bersahut-sahutan ditambah suara bersin. Nah, batuk dan flu dapat menular loooh. Makanya kita perlu pakai masker apalagi kalau lagi batuk dan flu agar tidak menular kankepada orang di sekitar kita.


Selain penyakit menular, ada juga Penyakit Tidak Menular atau disingkat PTM.


Apakah PTM itu?

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak bisa ditularkan dari orang ke orang. Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi kuman, yang perkembangannya berjalan perlahan dalam jangka waktu yang Panjang (kronis).



Tahu kah kamu?

Penyakit tidak menular dapat disebabkan oleh beragam factor. Diantaranya banyak disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari yang tidak sehat. Misalnya, kebiasaan merokok, diet atau pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik/ olahraga, atau juga karena mengonsumsi minuman beralkohol.


Tak hanya itu, faktor lain yang juga bisa menjadi asal muasal Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah Riwayat Kesehatan keluarga atau sering juga disebut penyakit bawaan keturunan. Contohnya adalah Diabetes. Penyakit ini dapat diturunkan. Anak yang orang tuanya memiliki penyakit bawaan Diabetes, berpotensi mudah terpapar penyakit diabetes juga. Sehingga, penting bagi kita untuk menjaga pola hidup untuk #mulaikebiasaanbaru agar dapat mencegah terpaparnya Penyakit Tidak Menular tersebut.


Dari artikel yang ditulis oleh dr. Dewi Widowati pada laman Puskesmas Danurejan II, awal perjalanan Penyakit Tidak Menular (PTM) seringnya tidak bergejala. Banyak orang cenderung tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki Penyakit Tidak Menular dan baru menyadarinya ketika ada komplikasi dari penyakit tersebut.


Misalnya saat memiksakan diri karena suatu gejala, mereka akan terkejut dengan hasil bahwa gejala sakit yang diderita sebenarnya biasa, namun karena ada penyakit penyerta/ bawaan sehingga menjadi komplikasi yang dapat membahayakan dirinya.


Pada banyak kasus Covid-19 waktu lalu, penderita kebanyakan menjadi semakin parah karena adanya penyakit bawaan atau disebut sebagai penyakit penyerta (CO-MORBID) Covid-19. Kegagalan penyembuhan menjadi semakin besar karena adanya faktor tersebut.



Naudzubillahi min dzalik.



Semoga kita bisa terhidar dari berbagai penyakit dan sehat selalu yaaa.



Nah, sekarang yuk kita belajar bareng agar tahu gimana sih cara mencegah PTM (Penyakit Tidak Menular) sebagai penyakit penyerta (CO-MORBID) Covid-19.



Ada setidaknya 5 cara pencegahan PTM sebagai penyakit penyerta (CO-MORBID) yang harus kita ingat dan lakukan.

1. Melakukan aktivitas #DiRumahAja
Walaupun laporan kasus COVID-19 sudah mulai menurun, kita tetap tidak boleh lengah. Mari tetap melakukan aktivitas #DiRumahAja kecuali memang ada hal yang tidak bisa ditinggalkan.



2. Minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter.
Jika memang sudah diketahui atau dideteksi bahwa ada PTM pada diri kita, maka hendaknya kita terus mengikuti tahapan pengobatan yang sudah dimulai. Salah satunya adalah dengan tetap minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter. Pastikan bahwa kita tidak melewatkan jadwal minum obat yang sudah ditentukan. Karena hal tersebut dapat memengaruhi aktivitas pengobatan kita.



3. Melakukan check up rutin dengan memanfaatkan layanan telekonsultasi.
Jangan lupa untuk tetap melakukan check up secara rutin. Saat ini Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan juga telah menyediakan layanan telekonsultasi. Jadi, kita bisa lebih mudah terhubung dengan layanan Kesehatan utamanya dari Dinkes Provinsi Sumatra Selatan.



4. Melakukan aktivitas fisik minimal 3-5 kali seminggu, dengan durasi Latihan 150 menit per minggu.
Selain meminimalisir aktivitas di luar rumah, rutin mengikuti pengobatan, dan melakukan cek Kesehatan rutin, kita juga dihimbau untuk berolahraga. Melakukan aktivitas fisik minimal 3-5 kali dalam seminggu. Bahkan secara detil telah diberikan informasi bahwa idealnya kita melakukan aktivitas fisik dengan durasi Latihan 150 menit per minggu.



5. Istirahat dengan cukup.
Setelah semua itu, jangan lupa untuk beristirahat yaaa. Dalam masa pengobatan dan pemulihan, salah satu hal yang paling utama adalah istirahat yang cukup. Pastikan bahwa kita terus menjaga tubuh kita agar tidak terporsir secara berlebihan.



Semoga kita bisa tetap sehat dengan #mulaiKebiasaanBaru menjadi lebih peduli dengan keadaan diri kita. Salam sehat semuanya!
Read more »
Blackmores Pregnancy and Breast Feeding Gold untuk ASI Bernutrisi

Blackmores Pregnancy and Breast Feeding Gold untuk ASI Bernutrisi



Aku tak pernah menyangka kalau ternyata tahun ini kembali dipercaya untuk mengalami lagi masa kehamilan. Walaupun sempat sedikit shock karena belum merencanakan, akhirnya aku bisa melewatinya sampai masuk trimester ketiga ini.

Iya.
Belum berencana dalam artian karena memang ingin memberi jarak dengan anak sulungku, Az. Qadarullah, ternyata bulan puasa kemarin ternyata sudah mulai diberkahi dengan adanya baby utun

Selain kaget, aku sempat bingung juga. Lantaran, sejak bulan April sebelumnya aku memasukkan lamaran pekerjaan. Walaupun saat itu masih tengah melalui tahapan-tahapan tes, aku sedikit bingung. Apakah harus aku lanjutkan atau mundur saja? Karena memang aku ingin membersamai anak-anak sebagaimana setiap hari aku membersamai Az, si sulung. 

Setelah curhat dengan suami dan keluarga, ditambah doa-doa saat ibadah, aku merasa yakin untuk terus melanjutkan tahapan tes. Bahkan saat tahap wawancara, aku sampaikan kondisiku yang tengah hamil ini kepada tim perekrut saat itu.

Alhamdulillah semua dilancarkan. Hasilnya pun membuat aku tersenyum-senyum. 

Aku diterima, gaesssss!!!

Rasanya seperti ada banyak energi yang meluap. Sampai-sampai aku mengabarkan teman-teman akrabku:

Alma is back!

Ha ha ha!


Ya.
Setelah sekian tahun vakum dari bidang yang kugeluti, akhirnya aku mulai lagi.

Dengan ritme yang baru, dengan keadaan yang baru juga: dalam kondisi hamil.


Tantangan Kehamilan saat Pandemi


Entahlah, rasanya betul-betul campur aduk seperti permen nano-nano itu. Aku hamil saat dunia tengah pandemi.

Apa yang kurasakan?

Pertama kali adalah rasa takut.
Aku takut dengan ancaman virus corona itu. Aku takut karena kondisiku yang tengah hamil ini katanya bisa jadi sasaran empuk si corona.

Duh!

Awalnya aku kalut juga. Sampai kemudian aku berada pada tahap menerima dan beradaptasi. Dengan statusku yang diterima kerja, mau tak mau aku pun mulai ngantor.

Yang selalu diwanti-wanti oleh suami dan keluarga adalah soal protokol kesehatan serta pentingnya menjaga imunitas tubuh dalam kondisi prima selalu.

Vitamin, susu, makan teratur, makan yang bergizi, dan cukup istirahat adalah kunci dari semua itu. Suamiku selalu cerewet dalam mengingatkan bahwa aku tidak boleh kurang tidur, jangan sampai lupa minum vitamin, harus pakai masker, cuci tangan, bersegera mandi dan ganti baju saat pulang kerja, dan lain sebagainya.

Dia adalah alarm-ku.
Ha ha ha!

Inilah suasana baru yang menghiasi masa kehamilan saat pandemi. Merupakan sebuah tantangan yang cantik kan????

Semoga para bumil sehat yaaa...


Vitamin dan Suplement Kehamilan Andalanku


Kalau ditanya: Vitamin yang kamu konsumsi selama hamil ini apa, Al?

Standar kok.
Sesuai kebutuhan tubuh aja.

Pada trimester pertama, tentu aku konsumsi asam folat secara rutin. Ini sudah jadi vitamin wajib para bumil deh pokoknya.

Tak lupa suamiku selalu menyuruhku minum vitamin C. Aku lebih suka yang berbentuk tablet kemudian dilarutkan dalam air.

Selebihnya makan makanan bergizi seperti cukup sayur, protein, dan buah. Ga harus yang mahal kok. Aku malah lebih suka tahu- tempe saat trimester awal itu.

Tahu sendiri lah ya, masa-masa berat para bumil itu ada di trimester 1 dan 2. Ga semua makanan bisa masuk karena faktor hormonal. Inginnya hati makan A,B,C tapi kenyataannya semua terpental.

Nah, barulah akhir trimester 2 tepatnya bulan ke-enam, aku bisa makan dengan lahap. Masuk trimester 3 ini, aku mengupgrade vitamin untuk persiapan lebih lanjut.

Aku mulai konsumsi Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold. Kandungan yang tersedia pada Blackmores ini bisa dibilang cukup lengkap. Memang untuk bumil dan busui, Blackmores sudah terkenal khasiatnya. Banyak teman-temanku yang merekomendasikan suplemen ini. 

Mbak Iin, salah satu temanku bilang bahwa dia konsumsi Blackmores sejak anak pertamanya. Hasilnya adalah produksi ASI yang berkualitas, sangat pekat penuh nutrisi untuk anaknya. Proses mengASIhi pun lancar. Lancar menyusui adalah suatu hal yang selalu diidamkan semua ibu. Masyaallah.




ASI bernutrisi untuk ibu dan bayi yang istimewa adalah hal yang paling berharga bagi para ibu. Sejak kehamilan, kita sudah bisa mempersiapkannya dengan rutin mengonsumsi zat-zat baik yang diperlukan tubuh.

Salah satunya dengan rutin konsumsi Blackmores 2 kapsul dalam sehari. Karena seperti yang kubilang tadi, Blackmores ini adalah suplemen dengan kandungan lengkap.

17 nutrisi esensial dalam Blackmores:

  • Tinggi asam folat yang dapat bantu menjaga Ibu dari resiko anemia 
  • Tinggi kalsium, untuk pertumbuhan tulang dan gigi buah hati dan juga mencegah terjadinya osteoporosis pada Ibu
  • Zat besi yang tidak menyebabkan konstipasi sehingga aman dan bantu Ibu jaga energi supaya tidak mudah sakit
  • Omega 3/DHA tidak berbau yang baik untuk pertumbuhan otak & mata buah hati, sehingga tidak menyebabkan mual saat dikonsumsi.
  • Vitamin & Mineral lainnya yang dibutuhkan oleh Ibu Menyusui




Semua kandungan ini sangat penting untuk membantu kota memenuhi nutrisi agar produksi ASI menjadi berkualitas. Itulah yang sedang kulakukan sekarang.



Semoga ikhtiar ini membawa kesehatan prima untukku dan calon baby kedua ini. Aaamin.


World Breast-Feeding Week


Tahukah kamu?
Selain membantu para bumil dan busui melengkapi kebutuhan nutrisinya, Blackmores juga turut mendukung World Breast-Feeding Week yang jatuh pada bulan Agustus lalu. 

Bekerja sama dengan Bumi Sehat Foundation, Kalbe Blackmores Nutrition mendukung upaya pemenuhan nutrisi bagi para bumil dan busui di Indonesia. Hal ini agar ibu dan bayi istimewa pun tumbuh sehat bernutrisi lengkap.

Sejak tahun 2017, Blackmores telah membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu hamil dan menyusui di Indonesia dengan membagikan 12.000 botol Blackmores Pregnancy and Breast feeding Gold secara berkelanjutan setiap tahunnya di Klinik Bumi Sehat.



Wooowww...
Keren banget sih dedikasinya.

Semoga para bumil dan busui di Indonesia bisa mencetak generasi terbaik yaaa...


Aku pribadi sih yes banget tentang konsumsi suplemen penuh nutrisi ini. Aku merekomendasikan Blackmores Pregnancy and Breast Feeding Gold untuk para bumil dan busui di Indonesia khususnya. 

Testimoni udah banyak. Selain temenku sendiri yang ngasih tahu, ada banyaaak ibu yang sudah merasakan sehat dan khasiat Blackmores ini loooh.

Kamu bisa beli produknya secara online kok. Bisa langsung ke e-commerce seperti Blibli, Tokopedia, Lazada, dan juga Shopee official store Blackmores yaaa.

Teman-teman bisa baca info lebih lengkap di website Blackmores ini juga:


Atau langsung ke akun Instagramnya @blackmoresid
Read more »
Mencegah ISK (Infeksi Saluran Kemih) dengan Prive Uricran

Mencegah ISK (Infeksi Saluran Kemih) dengan Prive Uricran

mencegah-anyang-anyangan-isk-dengan-uricran


Mencegah ISK (Infeksi Saluran Kemih) dengan Prive Uricran. Infeksi Saluran Kemih yang biasa disebut ISK adalah infeksi yang terjadi pada sistem  kemih.

"Bisa saja pada organ ureternya, kandung kemihnya, atau uretranya", jelas dokter saatku kontrol kehamilan lalu.

Kehamilan pertamaku saat itu adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu. Setelah setahun lamanya berikhtiar namun Allah masih memberi kesempatan untuk berduaan dulu.

Ketika suami cuti kerja (LDR)

Selain jarak yang memang membelenggu, mungkin Allah tengah memberikan kami kesempatan untuk mempersiapkan diri saat itu.

Hingga akhirnya kabar gembira yang dinanti itu menyeruak, pembelajaran belum usai. Bahkan mungkin takkan ada habisnya.

Kehamilan pertamaku ini diwarnai dengan beberapa keadaan yang membuatku harus total bed rest pada trimester 1 & 2.

Di bulan ketiga, ada sedikit pendarahan. Katanya terlalu lelah. Entahlah!

Rasanya tak banyak pekerjaanku saat itu. Aku bahkan sudah berhenti bekerja dan full-time di rumah saja sejak pindah ikut ke tempat kerja suami.

Pasti bisa dirasakan kecemasan kami karena drama bleeding itu. Sejak itu, aku diwanti-wanti untuk lebih berhati-hati.

Memang riwayat hormonalku sedikit membuat keluarga khawatir. Sedari aku masih menjelma sebagai gadis kecil, tamu bulanan alias haid yang kualami sering membuat perutku melilit dahsyat.

Pernah aku tak bisa bergerak karena menahan sakit. Parahnya lagi, tahun-tahun pertama aku di Bandung dulu sempat pingsan tiap bulan. Pingsan di hari pertama haid tiap bulan. Begitu lebih tepatnya.

Bagaimana tak mengundang kekhawatiran kan?

Konon kata para tetua, kondisiku yang demikian itu akan berdampak pada kehidupanku setelah menikah.

Susah hamil!

Begitu judge-nya.



Sedih kan mendengar komentar sedemikian rupa? Apalagi satu tahun kosong pasca menikah. Makin dag-dig-dug rasanya.

Syukurlah akhirnya Allah mempercayai kami di tahun berikutnya. Tak mau aku menyia-nyiakan kesempatan itu.

Berbekal apa yang kubaca sembari mempersiapkan diri dahulu, aku pun rajin memeriksakan diri.

Momen kontrol kehamilan setiap bulannya kumanfaatkan betul. Saat visit dokter akupun tak segan mencari tahu dan mengonfirmasi hal yang kubaca.

Hingga di trimester kedua, aku mengetahui lebih jauh tentang ISK itu. Penjelasan dokter tadi dijabarkan saat aku mengeluhkan keadaanku yang sedikit-sedikit ingin buang air kecil. Padahal, saat di toilet yang keluar hanya sedikit. Bahkan pernah suatu kali rasanya nyeri.

Ternyata itu salah satu gejala awal dari Infeksi Saluran Kemih. Istilah sehari-harinya 'Anyang-anyangan'.

Bagi wanita hamil, ISK itu beresiko pada kehamilannya. Maka dari itu, aku sangat concern tentang ISK.

Anyang-anyangan memang rentan menjangkiti wanita baik yg hamil maupun tidak, juga anak-anak. Penyebabnya bisa karena bakteri E. Coli yang menjadi parasit di saluran cerna.

Aku pernah melihat berita di televisi mengenai bakteri E.Coli yang terdeteksi dalam air minum. Kurang matangnya air, juga proses strerilisasi air mineral yang tidak optimal yang menjadi penyebabnya. Sehingga besar potensinya untuk pindah ke dalam tubuh manusia.

Hiiiiyyyy!!!

Si E.Coli ini ternyata sangat dekat dengan keseharian kita. Sementara, fakta terkait struktur organ wanita yang lebih rentan terjangkit membuatku harus lebih waspada. Utamanya dalam kondisi hamil saat itu.

"Bakteri jahat itu gemar sekali melekat di saluran kemih", begitu jelas bu dokter.

Aih!
Ternyata hal itu yang menjadi penyebab anyang-anyangan dan penyebab sakit saat buang air kecil.

Untuk mencegah Infeksi Saluran Kemih itu, dokter menyarankanku agar memastikan kebersihan air minum, mengonsumsi makanan sehat, serta tidak menahan-nahan untuk buang air kecil.


Berhubung saat itu aku sudah termasuk kena anyang-anyangan alias kondisi yang rasanya ingin buang air kecil, tapi ternyata sedikit bahkan tidak ada yang keluar, juga terkadang terasa nyeri, akupun memutuskan untuk mengonsumsi produk yang bisa membantu mengatasi susah buang air kecil ini.

Ada sebuah produk namanya Prive Uricran Plus. Ini adalah produk yang mengandung ekstrak cranberry.

Cranberry adalah jenis buah beri yang berwarna merah. Asalnya dari Kanada dan bagian utara Amerika. Buah semak ini sering dikonsumsi sebagai sumber vitamin serta antioksidan.

Karenanya, ekstrak cranberry dipercaya mampu melepaskan bakteri E.Coli yang menempel di saluran cerna di tubuh kita.

Produk Prive Uricran Plus ini mengandung semua manfaat alami cranberry tadi.

Bentuk kemasannya pun sangat praktis untuk dibawa kemana saja dan kapan saja.

Ukurannya bahkan pas untuk disimpan dalam saku. Pilihan minuman sehat praktis.


Selain catatan tanggal kadaluarsa yang tertera di belakang kemasan, komposisi serta bahan tambahan juga disertakan.


Komposisi:
375 mg Ekstrak Cranberry, 60 mg Vit C, 0.1 mg Lactobacillus Achidopillus, 0.1 mg Bifidobacterium bifidum. 

Bentuknya bubuk (Powder Sachet) dengan dosis: 1-2 Sachet per hari.

Cara mengonsumsinya sangat praktis. Cukup dituangkan dalam air yang sudah disiapkan.


Kemudian aduk merata.
Minuman sehat segar Prive Uricran pun siap. Rasanya manis segar. Ada sensasi mint yang membuatnya terasa makin segar.

Warna merah mudanya yang cantik membuat minuman ini menarik untuk dikonsumsi anak-anak sekalipun. Rasanya juga layaknya sirup segar. Memang cocok diminum oleh siapa saja.

***

Syukurlah, walaupun drama bleeding dan anyang-ayangan sempat mewarnai masa kehamilanku, akhirnya bayi yang dinanti pun kini telah lahir dan sehat.

Aqiqah anakku umur 14 hari

Untuk mengatasi anyang-anyangan bisa dengan minum Uricran aja. Rasanya enak ga rasa obat! Begitu menurutku.

Mengatasi anyang-anyangan sama dengan mencegah ISK pastinya. Yuk, sama-sama kita jaga kesehatan.

Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Read more »
Mengenal HIV-AIDS Lebih Jauh #SayaBeraniSayaSehat

Mengenal HIV-AIDS Lebih Jauh #SayaBeraniSayaSehat



Assalamualaikum, Teman-teman.
Selamat Hari Kamis! Semangat jadi produktif dari hari ke hari yaaaa...

Setelah kemarin memperingati hari HAM (Hak Asasi Manusia) yang jatuh pada tanggal 10 Desember dengan ikut Makeup Collaboration Beautiesquad, saya juga mau berbagi salah satu hari peringatan penting di bulan ini.

Tahukah teman sekalian bahwa tiap tanggal 1 Desember adalah peringatan Hari AIDS Sedunia? Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyelenggarakan sebuah kegiatan "Temu Blogger Kesehatan" dalam rangka memperingatinya. Salah satunya diselenggarakan di kota Palembang pada hari Senin, 4 Desember 2017. Acara ini diadakan di The Excelton Hotel lantai 2.

Beruntung sekali saya berkesempatan hadir memenuhi undangan ini. Ada banyak informasi penting yang membuka cakrawala pemikiran tentang apa itu HIV-AIDS.

Ternyata HIV dan AIDS itu adalah dua hal yang berbeda namun ada kaitan satu sama lain. Nanti kita bahas soal ini ya...



Setelah mendapat undangan via email beberapa hari sebelumnya, saya sudah mempersiapkan diri. Menurut informasi yang diperoleh dari teman blogger Palembang, salah satu rangkaian acaranya ada Creative Writing. Selain berniat tahu lebih banyak tentang info kesehatan terkait HIV-AIDS, materi Creative Writing ini memberikan daya tarik tersediri bagiku yang juga ingin belajar banyak tentang menulis.

Persiapan dan rencana keberangkatan sudah disiapkan. Ijin suami dan ibunda pun sudah dikantongi. Maklum, sebagai bumil dengan usia kehamilan (uk) yang mendekati HPL (Hari Perkiraan Lahir) tapi masih suka bepergian ini membuat keluarga geleng-geleng. Apalagi ini adalah calon anak pertamaku, dan cucu pertama bagi keluargaku. LOL

Berhubung Ayah dan adikku juga menulis di blogger dan mendapat undangan, jadilah kami berangkat bertiga hari itu.

Pukul 4.00 WIB ayah membangunkan kami untuk bersiap. Bagi para pembaca blog ini pasti sudah tahu bahwa aku adalah blogger Palembang coret. Dari tempat tinggalku ke kota Palembang membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk perjalanan ideal tanpa hambatan. Lain cerita kalau hari sedang tak bersahabat, 5 jam perjalanan bisa jadi waktu minimal yang akan kami tempuh. Bisa lebih lama? Bisa. Pernah beberapa kali kami terjebak macet berpuluh jam (hingga dini hari) lantaran beberapa truk batubara/kayu yang rusak di tengah jalan.

Well, let's say we are preparing our best to arrive on time to the venue of the day!

Walaupun bangun pukul 4, kami bertolak ke Palembang tepatnya pukul 5.30 WIB setelah sholat subuh dan sarapan terlebih dahulu. Ibuku juga membekali kami dengan 3 kotak nasi untuk berjaga jika lapar di jalan nanti.



Hahaha.. Ibu tahu sekali bumil cepat lapar. Sementara adikku memang belum makan karena bukan kebiasaannya makan terlalu pagi. Jadi, kotak nasi bekalnya dimakan ketika kami sudah setengah perjalanan ke Palembang.

Alhamdulillah perjalan pagi itu aman dan lancar. Tak ada macet bahkan kami bisa tiba lebih cepat daripada perkiraan waktu ideal.

Sekitar pukul 7 pagi kami tiba di The Excelton Hotel. Beberapa teman blogger Palembang pun sudah tiba. Ada Mbak Diba, Fikri, dan Mbak Wawa yang jauh-jauh datang dari Jakarta untuk mengordiniir kami. *love

Kami berkumpul di lobby hotel dan naik ke lantai 2 bersama. Di depan ruangan acara sudah tampak meja yang menyediakan layanan tes HIV-AIDS secara cuma-cuma, juga banner acara yang langsung menjadi background kami berfoto.

Mumpung kumpul kan yaaa??? Foto dulu lah kita!^^



Ada juga meja lainnya untuk absen/registrasi undangan. Kami berbaris rapi mengisi daftar hadir dan kemudian mendapatkan kaos keren tentang kampanye peduli HIV-AIDS dan pencegahannya. Dengan suka cita kami pun mengenakannya. Sembari menunggu acara dimulai, saya dan teman lainnya ikut pula berbaris ikut tes HIV-AIDS yang disediakan panitia acara ini.



Petugas kesehatan yang berasal dari Puskesmas Sungai Baung Kota Palembang ini begitu cekatan memberikan konsultasi terkait HIV-AIDS kepada kami. Ada beberapa kuesioner pelayanan konsultasi yang diisi berikut surat kesediaan menjalani tes yang hasilnya bersifat rahasia itu. Kami hanya perlu menunjukan kartu identitas dan pelayanan pun diberikan.



Tadinya kupikir tes HIV-AIDS itu akan seperti tes narkoba yang dilihat dari air seni.
Hahaha... Saya betul-betul awam soal ini.

Ternyata tesnya melalui darah. Prosesnya seperti tes golongan darah itu loh. Jari kita dilukai sedikit dengan alat seperti pena berjarum, kemudian darahnya ditampung di media tes khusus untuk mengetahui adakah HIV. Seperti test pack yang ada indikator positif (+) dan negatif (-) itu.



Menurut ibu dokter yang mengetesku, hasilnya dapat diketahui jauh lebih cepat daripada test pack. Hanya butuh kurang lebih 5 menit saja nanti kami akan segera tahu hasilnya.
Bismillah! Semoga hasilnya sehat ya... (Jujur penasaran nih. Hehehe...)

Seperti yang diagendakan, acara pun dimulai. Para undangan berdiri untuk mengikuti senam bersama.
Setelahnya pemandu acara mengajak kami bermain online game tanya-jawab tentang HIV-AIDS.



Acara berlangsung meriah dan bersemangat. Sukses ice breaking, acara inti temu blogger kesehatan ini pun dimulai. Dilanjutkan dengan sharing materi tentang HIV-AIDS yang disampaikan oleh 3 orang narasumber yaitu materi tentang:

  1. Epidemi HIV/AIDS di Prov Sumatera Selatan oleh Kabag P2P Dinkes Prov Sumsel, Feri Yanuar, SKM, MKes
  2. Kebijakan nasional program HIV/AIDS dan Infeksi menular Seksual oleh dr. Endang Budi Hastuti, Kasubdit HIV AIDS
  3. Kenali penyakit perilaku dan hidup sehat dg GERMAS oleh Kepala Hubungan Media dan Lembaga Biro Komunikasi & Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, Indra Rizon, SKM M.Kes
Dimoderatori oleh Kepala Bagian Pelayanan Masyarakat Biro Komunikasi & Pelayanan Masyarakat, Kemenkes RI, drg Widyawati, MKes




Apa Bedanya HIV dan AIDS?

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus.
Jadi, HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS.

AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome.
Setelah terjangkit virus tadi (HIV), kekebalan (daya imun) tubuh menurun dan menunjukan gejala-gejala akibat infeksi dari HIV. AIDS adalah dampak paling berat dari terinfeksinya virus HIV. Bisa dikatakan bahwa terinfeksi HIV belum tentu membuat orang terkena AIDS. Karena selama virus tersebut ditekan jumlahnya, peluangnya untuk menggerogoti sistem imun pun dapat diminimalisir.

Jadi, jika ditemukan adanya virus HIV kita bisa cegah pengembangbiakannya dengan terapi ARV. Artinya mengonsumsi ARV ini agar virus tak sempat berkembang biak. Sudah terbayang? HIV bukan akhir dunia dan teman yang mendapati virus ini di tubuhnya perlu kita support agar segera melakukan terapi ini.



HOAX Seputar HIV-AIDS

Tahukah kamu bahwa penyebaran virus ini sering kali dibalut berita HOAX?
Pernah dengar tentang tusuk gigi yang katanya bekas dipakai seseorang dengan HIV/AIDS dapat menularkan virus tersebut? Tentang bersentuhan yang juga menjadi penyebab menularnya HIV/AIDS? Atau tentang nyamuk yang menggigit sesorang dengan HIV kemudian hinggap dan menggigit yang sehat lalu virus tertular?

Guys, Itu berita HOAX alias tidak benar!!!

Tidak mudah untuk HIV bertahan di luar tubuh. Jadi kemungkinan untuk menular seperti berita hoax di atas itu tentu saja salah. Buruknya, malah memberikan pandangan negatif kepada teman yang terjangkit HIV itu. Alih-alih memberi dukungan kepada mereka, kita malah jadi menjauhinya karena berita hoax itu kan?

Jadi, baiknya kita tahu apa info yang bernar tentang itu.






Tentang ODHA

Ternyata ada banyak sekali hoax alias info yang salah tentang HIV AIDS. Tahukah kamu bahwa teman kita yang terjangkit HIV akan lebih senang jika disapa dengan sebutan ODHA (Orang Dengan HIV AIDS)  daripada penderita HIV? Ya, karena pada dasarnya kata penderita cenderung berisi energi negatif. ODHA dan kita semua tentu lebih senang jika mendapat dukungan bukan? Daripada menyematkan kata 'menderita' itu akan lebih baik jika dukungan yang diberikan. Toh, ternyata ada banyak teman ODHA kita yang berhasil bangkit untuk tetap menjalani hidup normal bahkan berprestasi dan menginspirasi.



Dalam kesempatan ini, para blogger Palembang yang hadir berkenalan dengan teman ODHA. Salah satunya adalah blogger kece asal kota kembang, Bandung. Namanya Teh Ayu Oktariani. Teh Ayu menceritakan tentang pengalaman hidupnya terkait HIV-AIDS. Dimulai dengan informasi darinya bahwa kebanyakan ODHA berlatar belakang Ibu Rumah Tangga yang notabene hidupnya telah memiliki pasangan sah, dan jauh dari hingar bingar kehidupan ala dunia malam yang sering kita dengar jika berhubungan dengan AIDS.

Ternyata, memiliki pasangan sah dan hidup sehat saja tidak cukup. Ada ibu rumah tangga yang terjangkit lantaran latar belakang pasangannya yang ternyata jauh sebelum menikah dengannya telah terjangkit. Well, dari sini kita bisa belajar tentang pentingnya mengetahui latar belakang calon pasangan kita. Demi kepentingan bersama, jangan takut untuk sama-sama mengecek keadaan diri. Berani untuk mengetes kesehatan bersama, sehingga tahu keadaan kesehatan kita. Selanjutnya kita bisa menentukan apakah diperlukan terapi/treatment dan langkah pencegahan lainnya.



Ingat TOP yaaaaa!!!



Tes HIV
Obati
Pertahankan/ Pengobatan

Read more »

BloggerHub Indonesia